Kamar 57: My Lullaby Ospek

20 1 0
                                        

Ospek time!

Setelah melalui libur cukup panjang. Akhirnya Zalwa dan yang lainnya punya adik gemes nih. Beberapa ormawa sudah sangat sibuk terutama BEM pusat karena ospek pertama akan dilakukan dalam sekala universitas. Sebelum mereka akan diarahkan ospek perfakultas dan prodi.

Nah, pas perfakultas dan prodi ini jelas yang repot adalah BEM fakultas bersama anak HIMA. Makanya Felicia, Rian, bahkan Inara sudah sangat sibuk sejak liburan kemarin. Saat yang lain fokus menikmati waktu luang, mereka malah bolak-balik kampus.

Apalagi Felicia tuh, anak BEM fakultas nyoh. Namun yang paling engga disangka adalah Inara yang tiba-tiba masuk HIMA. Sepertinya anak itu mulai menikmati masa kuliahnya dan terus menambah kegiatan.

Ada juga Shopee bahkan Kiara yang ikut HIMA juga. Siapa yang engga kaget coba si model cantik ikut organisasi. Memang  sih jadwal entertainment Kiara sudah berkurang apalagi sejak skandal itu, namun siapa sangka kini gadis itu terjun dalam organisasi.

Anak yang engga ikut ormawa itu Zalwa, Nina, Ikawa, dan Vrano. Mereka sibuk di non-ormawa dan sialnya kena libat juga dalam ospek berkat si A'a tersayang yang sudah mundur dari kepemimpinannya.

Iya, Fawaz sekarang fokus skripsi, sudah semester 7.

Yang non-ormawa sih dilibatinnya dalam segi penampilan hiburan gitu. Juga memastikan orang baru di asrama mendapat sambutan baik agar mereka tidak nyasar seperti Inara. Tentu saja dengan adanya anak asrama yang membantu anak baru, mba Tia merasa beban pekerjaannya lebih ringan tahun ini.

"Buset lo serius engga masalah dicalonin jadi ketua asrama?" ujar Zalwa tak percaya dengan ucapan Ikawa.

Ikawa hanya mengangguk santai. "Easy."

"Sok lu." Rian menggeleng kepala tak percaya. Melempar kulit kacang juga. "Nanti tipes kayak A'a nyaho lu."

"Do'a yang bener!"

Si tertua kamar 1 putra itu memang sempat dilarikan ke rumah sakit karena tiba-tiba pingsan saat mengajar kelas Zalwa. Dia terkena tipes dan harus dirawat inap selama 5 hari. Ternyata Fawaz yang sibuknya ngalahin satpam kampus bisa tumbang juga.

Btw, kok bisa Rian ada di sini? Bukannya dia sibuk persiapan HIMA harusnya?

Iya, itu anak bolos. Katanya mau lihat dedek gemes di auditorium saja. Cuci matalah.

Mana si Kiara ini, kudu dislepet emang anaknya biar engga gatel.

Beberapa menit kemudian Felicia baru saja tiba di asrama dan langsung bergabung dengan mereka. Mukanya terlihat kusut banget.

"Kenapa lu?"

Felicia menghela napas kasar. "Seluruh ormawa BEM sama HIMA bakal bantu di auditorium."

"Hah?! Kok gitu??" Rian jelas engga terima dong. Masa doubel job gitu.

"Biasa angkatan atas ribut, terus banyak yang dipecat."

"Anjir, kenapa tuh?" tanya Zalwa kepo.

Bahu Felicia mengedik, membuat Rian dan Zalwa mengerang kecewa. Harapin apa dari gadis kaku ini soal gosip yang terupdate? Dia main sosial media saja Rian udah bersyukur, ternyata sepupunya engga kudet banget.

Malamnya beberapa anak berkumpul di ruang santai. Terlihat beberapa anak baru juga telah bergabung dan mencoba mengakrabkan diri satu sama lain. Sementara itu di tempat duduk paling ujung Timur ruangan, kamar 4 dan 1 sedang mengobrol sambil membahas perkara BEM pusat yang ribut.

Engga semua hadir sih, yang absen tuh Inara, Fawaz, Nina, sama Felicia. Kalau Felicia jelas urus BEM, sisanya mengurus hal lain.

Oh iya, Vrano juga engga lama pergi karena katanya mau anter Bundanya. Idaman banget emang kalau kata Shopee.

Sektor 3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang