Kamar 11: Deket Dulu

34 4 0
                                        

Sunset memang indah kala sore menjelang, pun sunrise yang dapat menyambut awalan hari dengan hangatnya. Kalau begitu Shopee akan berani mengatakan dengan lantang permulaan harinya diawali si ganteng Vrano De Bastian. Sejak mendeklarasikan diri jatuh cinta pada pandangan pertama, mata Shopee tak pernah absen memperhatikan raut si tampan. Nyaris tiap hari, Shopee selalu menyempatkan memandangi Vrano atau bahkan mencari kesempatan mengobrol.

Pantas saja lelaki bermata sayu itu mendapat gelar starboy angkatannya. Setelah Shopee perhatikan memang cocok diberikan pada Vrano.

"Lo tau engga sih." Shopee memiliki kebiasaan baru pula. Pagi ini terpantau korban review Shopee adalah Aziz yang tak sengaja bertemu di lantai bawah saat hendak memasuki lift. Seperti yang sudah, Shopee langsung menarik lengan Aziz dan memulai pembicaraan tentang mas crush.

Dan Aziz yang ingin sekali membekap mulut Shopee hanya bisa menghela napas sabar, paginya cukup tenang beberapa menit lalu sebelum Shopee bercoleteh tanpa jeda mengenai Vrano.

"Jadi lo bayangin aja ganteng—eh, eh itu Vrano!" Tangan Shopee aktif bergerak menaboki bahu Aziz.

Mata lelaki itu terpejam, raut datarnya menoleh ke arah yang ditunjuk Shopee dimana Vrano berada, tak hanya sendiri ada tiga pemuda yang sekelas dengan mereka juga bersamanya. Shopee terlihat semakin kesetanan saat Vrano bertumbuk mata dengan mereka, melambai sebagai sapaan kemudian berlalu begitu saja.

"Adat apa ya Ziz yang lagi trend?"

"Penjajah." Jawaban asal Aziz mengundang tawa ngakak Shopee. Lelaki itu mendengus saat Shopee kembali menariknya menuju kelas. Mereka tepat berjalan di belakang rombongan Vrano.

Mendadak Aziz bertanya pada dirinya, mengapa sangat tahan dengan tingkah cerewet gadis di sebelahnya yang tak henti memandangi Vrano dengan binar matanya itu. Padahal bisa saja ia meninggalkan Shopee sekarang. Tapi kenyataannya hingga memasuki kelas dengan nomor ruangan 5.2 Aziz tetap di samping Shopee.

"Biar gue tebak." Baru saja datang setelah tak lama Aziz dan Shopee duduk, Izat langsung membuka pembicaraan sebelum duduk di sisi kanan Aziz. "Review Vrano?"

"Bingo."

Izat bertepuk tangan seakan mendapat award. Pandangannya teralih pada Shopee yang terangan memperhatikan Vrano dan kawannya yang duduk di bangku belakang. Spot khas sirkel Vrano sekali, seakan bangku belakang sudah di klaim milik mereka. Kepala Izat hanya menggeleng dan sedikit menarik kursinya agar mendekat ke Shopee.

"Psst, psst."

Aziz menghela napas kesal, Shopee menoleh penasaran. Izat ini bagai informan profesional, hampir semua hal diketahui lelaki berambut agak botak itu. Maklum efek ikut paskibra makanya harus dipotong pendek sebagai seleksinya katanya.

"Lo tau Vrano and the geng, kan?" Julukan ini tiba-tiba saja tersemat karena mereka memang sangat mencolok, tentunya selain dari Vrano si starboy. Sirkel lelaki itu terdiri dari orang tak biasa yang punya daya tarik mencolok selain visual. "Kata gue mikir lagi lu kalau deketin mereka."

"Why?!" Bola mata Shopee membola tak terima.

"Sirkel elit yang sulit ditembus. Anak sultan semua. Ada Helius si muka antartika, tuh cowok sampai dijuluki panggeran Elsa sakin dinginnya tuh muka."

"Ganteng sih," celetuk Shopee langsung dapat jitakan dari Aziz.

Izat melanjutkan. "Helius juga atlet ice skating."

Sektor 3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang