Kamar 59: Menaruh Curiga

23 1 0
                                        

Penghuni asrama Sektor 3 terpantau sangat sibuk pagi hari ini. Padahal hari Minggu, biasanya banyak dari mereka memilih pulang ke rumah atau bangun siang dan memutuskan bermalas-malasan di kamar. Namun tampaknya ada yang berbeda hari ini.

"Oi, tempelin ke sana anjir, bukan ke pohon!" sengit Shopee yang memergoki Rian tengah menempelkan hiasan kertas panjang berwarna-warni itu ke pohon. Di sana ada Zalwa juga yang memegangi tangga yang dinaikin Rian.

"Ngga bilang!"

"Kalau breafing denger pake kuping, bukannya bucin!"

"Sadar diri lu," balas Rian sewot, "lu sama Vrano cipokan tadi!"

"Gue tendang tuh tangga seru tuh."

Zalwa yang kebetulan masih mengantuk jelas kesal dengan pertengkaran dua pemuda ini. Belakangan mereka sering jadi patner kerja diacara universitas padahal beda prodi bahkan fakultas.

"Cepet anjir, gue mau tidur bentar neh," ucap Zalwa sengaja menggoyangkan tangga.

Jelas Rian kaget dan refleks berpegangan. "Monyet Zalwa! Pegang yang bener jingan."

"Ya lu cepet kampret."

"Pindahin ege, salah posisi."

Bola mata Zalwa jelas melotot kesal. Sudah setengah jalan gini, bisa-bisanya Rian salah posisi. Tanpa ampun Zalwa melepas pegangannya membuat Rian oleng tak karuan di sana.

"ZALWA MONYETTT!"

"Hadeuh, napa sih?" Kiara yang tak jauh darisana hanya memperhatikan Rian dan dua kawan kamarnya itu.

Rian tampak berteriak sambil memeluk pohon di depannya, sementara Shopee dan Zalwa menjadi tim ngakak, terlihat puas mengerjai Rian di atas sana.

"Ngga boleh gitu Kak!" Caka tiba-tiba saja datang. Lalu menggoyangkan tangga itu lebih keras. "Kalau engga ajak gue."

Anak setan memang. Rian engga menyangka angkatan baru kelakuannya lebih jahanam dari angkatannya.

"Anak didik gue nih," kata Zalwa bangga seraya membantu Rian turun.

"Pantes sengklek semua." Rian menunjuk Taru yang tengah memainkan tali bersama Yossi.

Ke dua anak itu fiks sangat sefrekuensi. Tapi engga jarang sering berantem juga. Ikawa sampai pusing sendiri di sana padahal lagi sibuk ngedekor sesuatu.

"Emang acara penyambutannya mau ngapain sih?" tanya Zalwa penasaran karena kebetulan semalam sibuk ikut rapat dengan dosen.

Bar-bar gini Zalwa teridentifikasi akan melanjutkan jejak Fawaz menjadi asisten dosen. Jujur saja Shopee masih engga terima kalau Zalwa sepintar itu rupanya. Maklum ketutup sama kelakuan sengkleknya.

"Main game setelah potong bakwan."

Kening Zalwa mengernyit heran. "Kok bakwan anjir?"

"Biasa." Caka menunjuk Rugeen dan Alex yang asik makanin tumpeng bersama Vrano, Inara, bahkan ada Cusa di sana. "Banyak perampok."

"DIH MAU IKUTAN GUE!" Shopee sebagai maniak makanan engga terima banget dirinya engga diajak makan tumpeng.

"Engga jadi penyambutan ajalah njing," maki Kiara engga habis pikir. Itu tumpengan niatnya buat syukuran juga, tapi siapa sangka anak bawah bareng Inara diam-diam makanin.

Alasannya? Di kira ada yang sedekah minggu pagi. SEDEKAH APAAN COBA?!

"Sabar ayangkuuu," ucap Rian sambil menepuk lembut puncak kepala Kiara.

"Diem lu," sebal Kiara tapi membiarkan saja.

Zalwa eneg banget, mutusin lanjutin menghiasi halaman asrama yang bakal digunain buat acara nanti sore. Iya, acaranya masih lama tapi hebohnya sudah dari pagi. Mana banyak banget yang bucin di sini, sebal banget dirinya ini.

Sektor 3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang