Atharya dan Teodora.
Orang melihat mereka sebagai keluarga dengan kualitas terbaik di kota ini dalam segi Tekstil dan desainer, sebab Zalka dan Eugenia yang menjual produk dengan sangat baik berkat kemampuan mereka. Maka presepsi orang akan bertambah dengan menganggap bahwa mereka adalah pasangan sempurna. Cerdas dalam berbisnis, pekerja keras, hebat dalam bidang, cukup menjadi sebuah framing akan citra keluarga Teodora-Atharya di ruang publik.
Namun memang sebaiknya sebuah image di umum, maka tak jarang ada satu atau banyak hal yang disembunyikan dari citra baik tersebut. Tentu demi mendapatkan sebuah tujuan dan hasil yang besar, perlu banyak perjuangan yang tak jarang mengorbankan sesuatu. Pun dirasakan sendiri oleh Zalwa dan Zalxa selaku keturunan Zalka, tanpa publik mengetahui fakta bahwa ke dua pemuda tersebut selalu mendapat tindakan keras dari sang Ayah, citra keluarga mereka tetap menyohor bak motivator bagi para penikmatnya.
Tanpa berpikir bahwa ada kebiasan dalam memperjuangkan semua yang ada, terutama bagi Zalwa dan Zalxa yang harus menjadi pion kokoh keluarga karena sejak awal diperkenalkan sebagai putra dan putri dari Zalka. Maka publik jelas akan berpikir ke duanya sebagai penerus akan didik sangat keras, nantinya diharapkan mampu menggantikan antara Eugenia bahkan Zalka.
Tanpa mereka tau bahwa kembang tumbuh ke duanya telah rusak sejak takdir memilih mereka menjadi anak dari Zalka. Seluruh kehidupan mereka bak medan perang entah diri sendiri maupun sang Ayah, demi memberi kualitas sesuai keinginan pria itu. Berbeda memang dengan Eugenia yang tidak terlalu ambil pusing bila mana anaknya tak ingin melanjutkan bisnis mereka, tetapi Zalka yang punya prinsip kuat dan pemikiran panjang akan konsekuensi yang ada.
Menumbuhkan anak mereka dengan bekal yang keras dan tak peduli meski nantinya, rusak yang disebabkan dapat berbalik ke putra dan putrinya.
Mungkin karena Zalxa bukan darah asli, sejak awal hanya diajarkan perihal menjadi kuat, berkualitas, tidak terlalu berempati pada apapun, dan sangat penuh kekerasan lelaki itu tumbuh hampir menyerupai Zalka. Tetapi berkat adanya variabel lain dari sang Momi yang lebih lembut, setidaknya tumbuh kepedulian pada hati Zalxa. Walau buruk sekali cara dia menyampaikan keinginan dan perasaannya.
Lalu bagaimana dengan Zalwa?
Sepertinya putri kandung pasangan Teodora-Atharya ini masih menyisakan sikap Zalka dilihat dari keberaniannya dalam apapun. Zalwa juga sering menantang maut, tidak peduli dengan konsekuensi yang akan diterimanya selagi itu bukan dari Zalka. Maka sisa lain sikapnya adalah Eugenia, syukurnya dominan dari sang Momi sehingga ada Zalwa di sini yang dapat menjadi variabel lain untuk kabur dari jeratan Zalka.
Jika Zalwa terlahir dengan sikap yang sama seperti Zalxa, dapat dipastikan keluarga ini akan sangat redup. Mengandalkan Eugenia saja tak akan cukup, setidaknya ada Zalwa dengan dominan sang Momi dalam dirinya.
Pun gadis itu yang memahami dengan baik maksud dari perkataan Zalxa beberapa tempo lalu. Kepekaannya sangat membantu menjabarkan apa yang ingin disampaikan sang Abang, tak ayal menyadari itu menumbuhkan perasaan sesak tersendiri. Entah pada takdir ke duanya yang sangat menyakitkan, entah karena posisi mereka yang berada di tepi jurang berbeda sehingga kalau dilihat kembali.
Baik Zalxa maupun Zalwa memang berada di jalan yang berbeda. Dan berkat ucapan Zalxa, gadis itu paham betul apa yang tengah Zalxa berusaha lakukan. Entah caranya memang tidak cukup manusiawi, karena gimanapun Zalxa itu tangan kanan Zalka.
Namun Zalwa tidak bodoh untuk memahami bahwa lelaki itu juga mencoba melakukan sesuatu dari jarak pandang Zalka. Berbeda dengan dirinya yang jelas menentang sehingga menjadikan posisinya berada di tempat yang tidak aman. Zalxa dengan rencananya selagi menunjukan ikut mengatur tingkahnya, pun berusaha menangkal serangan Zalka agar tidak mengenai Zalwa sepenuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sektor 3
Teen FictionMereka hanya sekumpulan mahasiswa biasa yang tinggal di asrama suatu universitas, sektor 3. Wilayah asrama mereka berada di sektor 3. Asrama yang terdiri dari 3 gedung yang didesain berbentuk U. Serba tiga jadi yah, ish, ish. Tenang, isinya makhluk...
