Kamar 17: Bukan Tongkrongan Pecundang

30 2 0
                                        

Hari-hari Shopee habiskan dengan membucin. Sejak mendeklarasikan diri mencintai kaum adam bernama Vrano De Bastian, rasanya kayak ada manisnya gitu setiap Shopee melihat si lelaki dengan iris sayu. Setiap di asrama, Shopee selalu mencari peluang agar bisa dekat dengan Vrano, entah kebetulan bertemu di minimarket atau bahkan mengajak mengerjakan soal bersama. Shopee sangat yakin kelakuannya ini tak akan membuat Vrano curiga.

"Lu nguntit gini tepat di belakangnya ege, lu harapin apa?" sengit Yuyun yang berdiri di belakang Shopee sambil ikut memperhatikan Vrano di ujung lorong, lelaki itu bersandar di dinding sambil memainkan ponselnya.

"Orang ini menyamping," celetuk Shopee tanpa dosa.

"Ege sumpah, napa juga gue ikut lu."

"Ssstt, berisik ya lu."

"Lagian hari-hari cuman lo pake buat kagumin Vrano. Di kelas motret diem-diem, di jalan ngehalu nabrak dia lagi, sekarang? Lo nguntit juga?!"

"Eh coba diem dulu Yun."

"Kenapa lu?" tanya Yuyun jadi panik saat melihat raut Shopee berubah serius dengan iris melebar kaget.

"Gue baru sadar." Shopee menyentuh ke dua bahu Yuyun. "Vrano emang ganteng banget pake poni belah gitu!"

"Bajingan," umpat Yuyun seraya mengusap wajah Shopee, "udahlah Pe, simpan halu lu itu."

"Gue prefer hallo Bandung."

"Pe, serius ya, kelakuan lo ini prik banget."

"Lo tuh bisa engga sih dukung kebahagiaan gue aja? Vrano tuh, sumber vitamin gue," ujar Shopee penuh penekanan sampai jemarinya menusuk-nusuk bahu Yuyun.

"Lu kata Vrano imboost anjir? Lu kalau cinta jangan bego bangetlah."

"Lu tuh engga pernah jatuh cinta ya? Pantes engga paham," ejek Shopee dengan mencebik bibir.

Di balas cebikan songong dari Yuyun, menepuk dada angkuh seraya menaikan dagu. "Sorry nih, gue mau tunangan."

"Orang gila!" Bola mata Shopee membola tak percaya. "Baru masuk kuliah loh, Yun?!"

Namun Yuyun terlihat tak ragu, mengibas rambutnya semakin songong bahkan menaik-turunkan alisnya. Shopee mengerutkan kening kesal, merasa diejek balik oleh Yuyun. Ia berkaca pinggang, menatap gadis itu sebal.

"Awas lu, kawin muda takut engga siap mental."

"Tunangan ya nyet, buka kawin kocak!"

Shopee melongo seketika, otaknya mendadak sulit diajak berpikir letak perbedaannya. Maklum, Shopee ini punya kapasitas otak yang cukup lama memproses kalimat orang.

"Bedanya apa?"

"Kawin mah ninanu, tunangan ikat janji," sengit Yuyun yang memicing pada Shopee.

"Alah palingan lu udah ninaninu—"

Yuyun lebih dulu membungkam Shopee dengan menggasak bibirnya. "Diem lu, gue mah masih suci."

"Muka lu vibe Neraka banget padahal."

"Njing Pe."

Kembali Shopee memandangi Vrano dengan raut terpukau. Hari ini Vrano memakai poni, meski vibe lelaki itu masih sangat manly tetapi berkat poninya itu dia sedikit terlihat menggemaskan. Namun Vrano tetap terlihat sangat mempesona sampai mata Shopee terpaku, sudut bibirnya terangkat penuh.

Sektor 3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang