16. perhatian kecil, Adriel

46.2K 1.5K 4
                                        

Halo halo

⚠️TYPO BERTEBARAN ⚠️

⚠️KALAU ADA KESAMAAN TOKOH, NAMA, MAUPUN TEMPAT, ITU SAMA SEKALI NGGAK DISENGAJA. CERITA INI MURNI PIKIRAN SAYA. KALA NGGAK SUKA SILAHKAN DI SKIP⚠️

⚠️PLAGIAT SILAHKAN MENJAUH!⚠️

Jangan lupa Vote dan juga komen💘

Jangan lupa Vote dan juga komen💘

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

☆☆☆

Adriel melempar kantong plastik itu ke pangkuan Valen. Sehingga sang empunya tersentak kaget.

Valen membuka bungkusan plastik itu lalu mengeluarkan kiranti dan meminumnya hingga tandas.

"Nggak mau lagi gue beli gituan! Di ledek ibu ibu gue" ujar Adriel lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa.

Valen menyengir tidak jelas, "hehe makasih" ucap Valen.

Adriel tidak menjawab, ia mengubah posisi tidurnya berbantalan paha Valen. Valen tidak memperdulikan apa yang Adriel lakukan. Ia tetap fokus ke tv.

Adriel mengusap perut rata Valen lembut. "Perut Lo masih sakit?" Tanya Adriel.

Valen tersentak dengan perlakuan tiba tiba dari Adriel. Ia menetralkan detak jantung nya lalu mengangguk pelan. "Iya, masih sakit banget."

Adriel membuka handphone nya lalu mengetikkan sesuatu.

Adriel bangun beranjak dari tidurnya lalu berjalan ke arah Dapur, ia mengambil air hangat lalu menaruhnya di wadah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Adriel bangun beranjak dari tidurnya lalu berjalan ke arah Dapur, ia mengambil air hangat lalu menaruhnya di wadah.

Ia duduk di samping Valen lalu menyingkap baju Valen hingga di bawah dada.

Valen terkejut sontak menghempaskan tangan Adriel, "m-mau ngapain Lo?" Tanya Valen.

"Gue nggak bakal ngapa ngapain" jawab Adriel kemudian memeras kain yang sudah terendam di air hangat lalu menempelkannya di perut Valen.

ADRIEL | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang