31. Sebuah Perjanjian

31.9K 992 6
                                        

Halo halo

⚠️TYPO BERTEBARAN ⚠️

⚠️KALAU ADA KESAMAAN TOKOH, NAMA, MAUPUN TEMPAT, ITU SAMA SEKALI NGGAK DISENGAJA. CERITA INI MURNI PIKIRAN SAYA. KALA NGGAK SUKA SILAHKAN DI SKIP⚠️

⚠️PLAGIAT SILAHKAN MENJAUH!⚠️

Jangan lupa Vote dan juga komen💘

Jangan lupa Vote dan juga komen💘

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

☆☆☆

Minggu sore ini jalanan cukup padat, banyak pasangan muda mudi yang saling berboncengan dengan pasangan mereka masing-masing, termasuk Adriel dan Valen.

Motor Adriel melaju dengan sedang dengan senyuman yang tidak pernah luntur di wajahnya kedua pasutri itu. Mereka saling melempar candaan random dan juga memperhatikan orang orang lain yang sama seperti dirinya.

Adriel memberhentikan motor nya di sebuah taman yang cukup jauh dari rumah nya, Mereka turun dari motor lalu melangkah memasuki taman. Tapi bukan itu tujuan Adriel, ia menarik tangan Valen saat ia ingin duduk di bangku taman.

"mau kemana sih?" tanya Valen sedikit kesal, setelah beberapa menit melewati taman begitu saja, Valen melebarkan matanya saat melihat pemandangan yang sangat uwow..

"Gila! CAKEP BANGET!" seru Valen. Ternyata Adriel membawa nya ke sebuah sungai yang kelihatan begitu indah.

Adriel tersenyum tipis lalu menggenggam tangan Valen, mereka duduk di bebatuan pinggir sungai sembari menikmati angin sepoi sepoi. "Lo suka?" tanya Adriel mengelus pelan punggung tangan Valen.

Gadis itu mengangguk semangat "suka banget! Lo kok tau ada sungai di sini?" balas Valen.

Adriel lagi lagi tersenyum melihat ke antusias an Valen. "dulu kalau gue banyak pikiran, gue suka ke sini. Di sini itu tenang banget, cocok buat fresh in pikiran kita." ujar Adriel menatap lurus ke depan.

Tatapan itu terlihat seperti merasa dejavu, mata indah dan tatapan tajam itu seperti merindukan seseorang. Adriel sedikit tersentak kala Valen mengejutkan nya.

"el? Lagi mikirin apa sih?" tanya Valen heran.

Adriel jadi gelagapan sendiri, ia menggeleng pelan lalu menatap Valen dengan tatapan yang sulit di artikan. "mau berjanji nggak?" ujar Adriel tiba tiba. Valen mengerutkan keningnya heran.

"maksud Lo?"

Cowok itu mengelus pelan punggung tangan sang gadis, "mau berjanji buat selalu sama Gue? Dalam keadaan apapun?" tanya Adriel pelan tetapi itu bisa terdengar jelas di telinga Valen.

Valen semakin bingung dengan pertanyaan Adriel, ia terdiam sesaat lalu berbicara. "Gue nggak bisa janji, tapi bakal Gue usahain buat selalu sama Lo dalam keadaan apapun itu." jawab Valen di ikuti senyum tipis nya, Adriel juga ikut tersenyum tipis.

ADRIEL | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang