10 || NIKAHAN MANTAN

2.2K 187 4
                                        

"Ketika pena yang kau genggam telah hilang, maka sastramu pun tak akan berlanjut namun tulisannya masih bisa asik kau nikmati. Hanya saja, semua itu percuma, karena pena yang kau genggam telah hilang, kalaupun kau membeli lagi, tulisan dan rasa itu tak akan sama."

-AUBUL-

🍁🍁🍁

***

~HAPPY READING~

"WAAAAAAAAAAAA!!! SAKIT!! SAKIT BANGET GILAK!!"

Semua orang yang tertidur di ruang inap Alzam itupun menjingkat kaget kala mendengar pekikan Alzam. Mereka pun dengan cepat menghampiri brankar inap Alzam dan segera membangunkannya.

"Alzam! Bangun, nak! Kamu kenapa?" Ucap Reyhan menepuk-nepuk pipi anaknya.

"Alzam, bangun Alzam!" Pekik Arinda.

"WAAAAAA!!! Huft..Huft.." Alzam pun terbangun membuat mereka bernafas lega.

"Zam, lo gapapa?" Tanya Aisya cemas dibalas gelengan oleh Alzam.

"Gue mimpi buruk, Sya." Jawab Alzam terengah-engah.

"Mimpi apaan?" Tanya Aidhan.

"Aarrgghhh gue mimpi jadi cilok anjirrrr." Ucap Alzam dramatis membuat semua mengernyit.

"Cilok?" Tanya Aisya ngeleg.

"Iya, Sya. Ditoel-toel, ditusuk lagi, sakit banget jingan. Udah gitu dimasukin ke dandang, panas banget kek neraka Jahannam gilak. Trus dikasih bumbu, mata gue pedes ya Gustiii." Kata Alzam histeris.

Perkataan Alzam membuat semua menghela nafas kasar. Mereka mikir luka Alzam belum sembuh atau semakin parah, ternyata mimpi jadi cilok.

"Ngagetin aja lo! Gw kira lo kena sakaratul maut!" Sewot Aisya membuat Alzam melotot.

"Heh! Mulut lo kek nggak pernah baca ayat-ayat suci Al-Quran, Sya!" Panik Alzam.

"Idih sembarangan, gw ngaji tiap hari kalo nggak halangan ya! Kayak lo pernah aja." Cibir Aisya.

"Eettt, jangan salah. Gini-gini gue udah khatam Iqra' tiga kali. Trus kalo Al-Quran mah juga gue jagonya."

"Jago megang maksud lo?" Datar Aisya.

"Iye bener, kok lo tau?" Gumam Alzam. "Eh tapi gini-gini tiap malem Jumat gue selalu ikut yasinan bapak-bapak oy, idaman banget kan gue?" Imbuhnya sambil menaik-turunkan alisnya.

"Idimin bingit kin giwi? Hilih! Modelan playboy gadungan kek lo paling ikut yasinan cuma numpang makan sama tuker sendal jepit doang, yekan?"

"Iya bener, kok lo bisa tau semuanya sih?" Heran Alzam.

"Untung lo lagi sakit, kalo nggak udah gw geplak lo!"

"Jangan galak-galak dong, Sya. Alzam minta minum." Pinta Alzam, Arinda pun memberikan sebotol air mineral yang berisikan air setengah botol.

Kemudian semua pun kembali ke sofa, kecuali sahabat-sahabat Alzam. Mereka duduk di kursi dekat brankar Alzam, ada juga yang duduk di brankar Alzam.

"Zam, yang nembak lo itu bener-bener Fanis kan?" Tanya Agam to the point.

"Bener, Gam." Jawab Alzam.

"Bener-bener kurang ajar tu anak, nggak ada rasa bersalahnya sama sekali. Mau dihukum malah minta pembelaan, nggak tau malu banget. Mana dia cewek lagi." Sahut Aisya.

A G A MTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang