"Cintanya yang abadi, bukan perasaan cinta pada orang yang sama. Karena terkadang harus melepaskan agar kisahnya menjadi sempurna."
-AGAM-
"Terima kasih telah ada dan membuatku lebih bersyukur dengan hidup ini."
-AISYA-
🍁🍁🍁
***
~HAPPY READING~
Mereka telah sampai di tempat yang mereka tuju, dan mendapatkan izin dari penjaga untuk menemui seseorang. Dan mereka bersama pun akhirnya menemani Aisya untuk menemui seseorang itu.
"Tahanan nomor 202, ada yang ingin menemui anda. Silahkan!"
Seseorang yang dipanggil itu pun menoleh, kemudian beranjak dari duduk dan keluar dari sel tahanannya. Beralih ke ruang jenguk, sejenak ia tercekat dengan siapa yang menemuinya itu.
"Wajah si kembar," ALECXO GENG menatap arah suara itu, "Mengingatkan ku pada seseorang. Mau menemuiku?" Aisya tersenyum miring mendengar itu.
Seseorang itu juga tersenyum smirk, "Ingin membunuhku?"
Aisya berdecih pelan, "Tangan gw terlalu suci buat nglakuin kelakuan lo itu."
Ya, mereka berada di penjara dan Aisya lah yang menginginkannya. Menemui seseorang yang hampir membuat nyawa adik-adiknya yang masih berada dalam kandungan sang Mama tidak terselamatkan.
"Nah. Sekotor-kotor nya tangan Aisya, dikejam-kejamnya tangan Aisya nampol gue, dia ga akan nglakuin hal yang rendah kek kelakuan lo." Sahut Zayn membuat Aisya menatap nya tak terima.
"Akh! Sakit setan!" Rintih Zayn pelan kala kakinya diinjak dengan sadisnya oleh Aisya.
"Ngomong aneh-aneh lagi gw sumpel congor lo!" Ancam Aisya pelan membuat Zayn langsung tutup mulut.
"Bagaimana keadaan Aqeela? Dan bagaimana si kembar dalam kandungannya? Udah mati?" Tanya Azizah smirk.
Aisya tertawa berdecih pelan, "Lo terlalu serakah, Azizah."
"Aku bisa serakah untuk cintaku, nak." Sahut Azizah enteng. "Sebaik apapun, sepolos apapun diriku, jika menyangkut tentang cinta, diriku bisa serakah dan egois. Lagipula, hidup juga bukan tentang balasan, Aisya."
Wajah dan mata Aisya memerah. Ia tau betul, bagaimana sang Mama begitu mempercayai wanita satu ini. Aqeela mendoakannya setiap saat, begitu percaya akan ketulusan di mata Azizah.
Tapi nyatanya? Azizah tidak pernah berubah, betapa hancurnya hati Aqeela kala ia mengetahui hal ini beberapa minggu yang lalu.
"Hidup memang bukan tentang balasan ataupun minta balasan, tapi setidaknya perlakuin orang-orang yang sayang sama lo, sama seperti lo pengen diperlakukan itu juga. Jangan sampe egois dan serakah pengen dijadikan ratu, sedangkan lo nggak pernah meratukan seseorang yang sayang dan percaya sama lo."
Deg!
"Tapi terserah lo juga sih mau ngapain. Lagian, Mama gw ga akan rugi kalo kehilangan seorang pembohong dan manipulatif kek lo."
Deg!
"Perbuatan lo, udah menembus batas toleransi kejijikan gw."
Jedar!!
Ntah mengapa, ntah angin darimana, hati Azizah seakan tercubit dengan segala ucapan Aisya. Ia seakan tertampar dan termenung atas segala yang ia perbuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
A G A M
Fiksi RemajaSEQUEL TO SUAMIABLE. ON GOING! JADILAH PEMBACA YANG BIJAK, JANGAN PLAGIAT! AGAM NICHOLAS ALFAHREZA terkenal dengan julukannya yaitu ice prince. Cowok dingin yang diidam-idamkan para murid kaum hawa di SMA Galaxy. Aisyaqeela Rayendrah Al-Fairuz a...
