"Jangan beri tau aku tentang siapapun yang membenciku, biarkan aku menganggap bahwa satu dunia benar-benar mencintaiku."
-Agam-
🍁🍁🍁
***
~HAPPY READING~
Malam ini, seperti kata Aisya, ia akan pergi bersama keluarga nya ke pesta yang diadakan di hotel milik Kakeknya Agam.
Agam tengah menunggu Aisya di halaman depan. Ia tak berangkat bersama orang tuanya. Sejak datang tadi, ia hanya menunggu di depan, menunggu istrinya. Padahal sudah ada ALEXCO GENG di dalam, tapi tetap saja Agam tidak mau masuk jika Aisya belum datang.
"Kamu nggak mau masuk, nak?" Tanya Sherly yang melihat anaknya terdiam di depan sedaritadi.
"Buat apa Agam masuk? Buat dihina?" Tanya Agam datar membuat Sherly terdiam.
"Kamu nungguin siapa di sini?" Tanya Sherly lembut.
"Istri Agam, Ma."
"Aisya bakalan ke sini juga?" Tanya Sherly sumringah dianguki Agam.
"Sama keluarganya."
"MasyaAllah, alhamdulillah deh kalo kaya gitu. Mama ikut nungguin mereka ya." Agam menganguk tanpa ekspresi.
Setelah beberapa menit, mobil besar milik Anjas datang ke halaman hotel itu dan memarkirkannya. Pak Imam, Bu Novi, Bu Elsa, Anjas, Aqeela, Aidhan dan yang terakhir adalah Aisya keluar dari mobil mereka. Bisa Agam rasakan bahwa keluarga besar Aisya begitu bahagia, seakan tak ada cacat maupun pertengkaran sedikitpun.
"Agam!" Panggil Aisya membuyarkan lamunan Agam. Ia pun menghampiri keluarga Aisya.
"Assalamu'alaikum, Kakek, Nenek Novi, Nenek Elsa, Mama Papa, Aidhan, Aisya." Ucap Agam menyalimi mereka semua. Bahkan Aisya mencium tangan Agam, ntah apa yang merasukinya hingga mau mencium tangan Agam.
"Waalaikumsalam."
"Bunda Sherly?"
"Aisya sayangg." Sapa Sherly memeluk Aisya. "Cantik banget sih kamu, Nak."
"Bisa aja, Bunda mah."
"Kok cuma si bocil doang? Aqeela nggak disapa gitu?" Cibir Aqeela menatap sinis mereka berdua. Sherly tertawa renyah dan langsung memeluk adiknya itu.
"Sayangnya Kakak, istrinya Anjas mah selalu sempurna. Ya nggak, Njas?" Ujar Sherly, Anjas hanya tersenyum ramah.
"Udah tua masih bisa cemburu juga ternyata." Gumam Aisya yang masih bisa didengar Aisya.
"Diem aja kamu, cebongnya Anjas! Mama belum setua itu ya!" Sewot Aqeela melotot dibalas peletan lidah oleh Aisya.
"Mulai." Gumam Bu Elsa menatap mereka datar membuat semua tertawa.
"Ayo masuk semuanya, acaranya udah mau mulai."
Semua menganguk, mereka pun berjalan untuk masuk ke dalam. Kecuali Agam yang mencekal tangan Aisya. Hal itu membuat Aisya berhenti dan menatap Agam bingung.
"Lo yakin gapapa kalo gue masuk? Gue gak akan bikin masalah di sana kan, Sya?" Tanya Agam cemas. Aisya menghela nafas.
"Gam, gw nggak tau apa yang akan terjadi nanti di dalem. Tapi bisa gw pastikan, kalo gw nggak akan pernah ninggalin lo. Gw akan ada bersama lo dan ada di sisi lo. Lo percaya sama gw?" Ucap Aisya lembut membuat Agam terdiam sampai akhirnya ia menganguk pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
A G A M
Ficção AdolescenteSEQUEL TO SUAMIABLE. ON GOING! JADILAH PEMBACA YANG BIJAK, JANGAN PLAGIAT! AGAM NICHOLAS ALFAHREZA terkenal dengan julukannya yaitu ice prince. Cowok dingin yang diidam-idamkan para murid kaum hawa di SMA Galaxy. Aisyaqeela Rayendrah Al-Fairuz a...
