52 || PASUTRI

1.1K 81 13
                                        

"Dari sekian banyaknya orang yang datang pada Aisya, hanya Agam yang jadi pemenangnya. Gue lega, meskipun bukan gue pilihannya."

-ZAYN-

🍁🍁🍁

***

~HAPPY READING~

Hari ini ialah hari yang dinanti oleh Agam. Dokter mengatakan bahwa Agam sudah diperbolehkan untuk pulang. Kini semuanya berbondong-bondong menjemput Agam, ada juga yang menunggu di rumah Aqeela untuk menyambut Agam.

Mereka ingin Agam bahagia.

"Udah semuanya?" Tanya Aqeela pada Aisya.

"Harusnya sih udah, Ma. Udah Aisya kulitin semuanya, handuk rumah sakit juga Aisya bawa tadi." Jawab Aisya.

Aqeela tercengang, "Pinter, lanjutkan."

Podo ae.

Setelah beres, semua langsung berjalan keluar termasuk Agam juga yang digandeng Aisya. Agam tak menyangka, mereka rela datang ramai-ramai begini hanya untuk menjemputnya.

Karena Agam baru saja sembuh, mereka memutuskan untuk menaiki lift daripada tangga. Cukup berdesak-desakan, mereka juga gak mau ngalah satu sama lain. Gak mikirin berat mereka tuh berapa, ini lift muat berapa kg.

Aisya dan Agam yang tadi duluan masuk lift, pada akhirnya terhimpit-himpit ke tembok lift. TAPI, kali ini posisi mereka membuat jantung Aisya tak aman. Ya gimana lagi, ia berada di kungkungan Agam.

Eh, maksudnya, tangan Agam kanan kiri, itu mengunci posisi Aisya yang ada di depannya. Tau kan?

"Diandra! Lo keluar dulu sono ah! Keberatan, rusak, kita disuruh ganti rugi nanti!" Omel Aqeela pada Diandra.

"Ngapa gue, lu aja sono. Gue mau jagain Agam juga." Sewot Diandra.

"Heh! Agam itu menantu gue, anak gue, napa lo yang jagain. Sok iye lo!"

Oke, terus.. Terusin, Qeel, Ndra. Dua orang tua ini, gak mikir umur apa. Ribut mulu. Ya seperti Aisya dengan Zayn dan Alzam.

Karena benar-benar full, dorongan terus saja dilakukan. Membuat Agam semakin maju dengan sedikit brutal dan hampir menubruk istrinya. Hingga lah..

Cup!

Hehe, gak sengaja.

Aisya membulatkan matanya saat merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibir Agam. Begitupun dengan Agam yang juga membeku kala merasakan bibir mungil istrinya menyentuh bibirnya.

Orang-orang yang ada di sekitar mereka pun tau, mereka berekspresi sulit diartikan. Apalagi Aqeela yang kini tersenyum tengil.

Agam melepas tautan mereka dengan perlahan, lalu menatap wajah Aisya yang memerah. Pun Aisya segera menatap Agam terkejut dengan tangan menyentuh bibirnya sendiri. Mereka berdua jadi gugup sendiri.

"Maaf, saya nggak sengaja." Ucap Agam takut Aisya marah.

Aisya hendak menjawab, "Sengaja juga gak papa kali, udah halal." Malah Aqeela yang menjawab.

"Iya, lebih juga gak papa. Udah waktunya juga." Celetuk Keysha membuat Agam & Aisya semakin malu sendiri.

Aqeela tertawa lalu memencet tombol dan pintu tertutup, "LOH, WOY, QEELA! LO BENER-BENER KURANG ASEM YA?!" Pekik Diandra yang ditinggalkan.

Sabar ya, Ndra.

🍁🍁🍁

Setelah Agam pulang dari rumah sakit, dua hari kemudian, keduanya melakukan resepsi. Menandatangani buku nikah, menyebar undangan, dll. Jadi kini, mereka sah bukan hanya dimata agama, tapi juga di mata hukum.

A G A MTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang