3 || 11 SENDOK SAMBEL

3.8K 253 10
                                        

"Ntahlah, mungkin yang terjadi ialah: dia menjagaku dari nafsunya, sedangkan aku menjaganya dari fitnahku."

-AISYA-

🍁🍁🍁

***

~HAPPY READING~

"EH BRO BRO!! SYAA!!"

BUGH!

"Gausah teriak. Gue cekek lo lama-lama." Ujar Aidhan datar.

"Iya, Bos. Sorry." Ucap Alve sambil mengelus pipinya yang ditonjok Aidhan.

"Mampus lo." Celetuk Aisya sambil tertawa membuat Alve mendengus, sedetik kemudian ia berwajah heboh.

"Eh eh, lu semua tau nggak, tadi gue ketemu siapa?" Tanya Alve heboh.

"Malaikat Izrail?" Tebak Aisya asal.

"HEH! SEMBARANGAN LU!"

"Gue suka gaya lo, Sya hahaha." Tawa Alzam pecah.

"Bisa ga si, sehariiii aja Sya. Lu nggak savage ama gue." Keluh Alve.

"Lo sendiri yang mulai, malah nyalahin gw." Alve mendengus lalu wajahnya berubah serius tapi heboh kembali.

"Eh eh, gue tadi ketemu Faza ama Iqbal. Lu tau nggak apa yang mereka bicarain? Mereka ngomongin tentang hubungan Agam ama Aisya."

"Trus?" Tanya Alzam serius.

"Ternyata nih ye, Faza tuh sebenarnya suka nya sama Agam trus udah lama cinta sama Aidhan. Dia sengaja nyium Iqbal karena mau balas dendam sama Aisya, trus si Iqbal juga mau balas dendam karena Aisya deket sama Agam. Dia cemburu."

"Ntar deh, gw ngeleg. Itu maksudnya sukanya sama Agam, napa cintanya ama Kak Ai? Yang bener dia sukanya sama Agam apa Kak Ai? Lu typo ngomong apa gimana nih?" Tanya Aisya bingung.

"DIA SUKA SAMA DUA-DUA NYA." Semua melotot kaget.

"Serius lo?"

"Iya, Sya. Masa gue boong ama lu. Dia emang blantek, suka sama dua orang sekaligus. Dia dendam ama lu karena lu yang selalu deket ama mereka berdua, giliran ama Faza aja ni dua orang kek triplek, kagak ada lembut-lembut nya." Jelas Alve.

"Wih, seru nih kalo dipermainin." Ujar Agam tersenyum miring pada Aidhan.

Aidhan pun juga membalas senyuman miring dari Agam, kemudian mereka tiba-tiba melengos dengan Aidhan menggandeng Aisya yang masih cengo. Hal itu membuat Alzam dan Alve yang masih tertinggal itupun saling pandang.

"Lo punya pikiran yang sama kek gue kan, Zam?" Tanya Alve.

"Hm." Jawab Alzam menganguk mantap.

"Apaan yang lo pikirin?"

"Yang gue pikirin, kenapa kita saling natap kek begini? Lo nggak ada niat buat belok atau suka sama gue kan, Al?"

"JINGAN LO, ZAM!!"

Alzam pun langsung kabur saat itu juga sebelum mendapatkan jitakan kasih sayang dari Alve.

***

Agam dan Aidhan mengajak Aisya ke kantin, diikuti ALECXO Geng yang lain. Mereka tau Aisya butuh asupan dijam segini, jika mereka tidak membawa Aisya ke kantin sekarang, dipastikan Aisya memalak para sahabat-sahabatnya.

"Mau makan siang apa?" Tanya Aidhan.

"Bakso aja deh, minumnya es teh. Es batunya yang banyak." Jawab Aisya mengacungkan jempol sambil tersenyum manis.

A G A MTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang