Jeanna yang saat ini berada di depan gudang olahraga bersama Riko dan juga Sera, tengah menatap ke arah tiga orang cewek yang saat ini tengah membully teman sekelasnya.
"Udah yang keberapa kali mereka kayak gini," ucap Riko yang ikut kesal melihatnya.
"Gak ada kapoknya ya heran!" Sera sama kesalnya seperti Riko.
Ketiga cewek itu adalah trouble maker di sekolah ini. Mereka sudah sangat sering melakukan hal semena-mena. Jeanna salah satunya, ia pernah bermasalah juga dengan ketiga setan itu hanya karena hal sepele, namun ia memilih untuk tak meladeninya.
Namun untuk kali ini, sepertinya ia tak bisa menahan kekesalannya lagi. Tanpa ragu, Jeanna langsung mendekat ke arah mereka.
Menyadari kedatangan Jeanna yang tiba-tiba, membuat ketiga orang itu– Riri, Lena dan Marsya mendelik sinis ke arahnya.
"Ngapain lo, mau ikut campur lagi? Gak cukup gue peringatin waktu itu?" ujar Lena yang kini sudah berada tepat di depan Jeanna.
"Harusnya gue sih yang ngomong gitu. Lo semua gak ada kapoknya ya bikin masalah!"
"Jaga ucapan lo ya, kita ini senior, lo harusnya sopan dong!" kali ini Marsya yang membuka suara.
"HAH? Gue gak salah denger nih. Gue mesti bersikap sopan sama kalian yang sama sekali gak punya sopan santun, lebih tepatnya gak punya OTAK!" balas Jeanna dengan suara meninggi, membuat seseorang di hadapannya itu mulai geram.
"Anjing lo ya!" ucapnya seraya melayangkan tangannya berniat untuk menampar Jeanna, namun gerakan tangannya itu berhasil dihentikan oleh Jeanna.
Melihat temannya yang akan ditampar, Sera langsung maju dan berdiri tepat di sampingnya.
"Kenapa, mau mukul gue? Lo gak akan bisa!" ucap Jeanna dengan nada meremehkan, ia pun menghempaskan tangan Lena dengan kasar.
"Gue peringatin sekali lagi sama lo, gak usah ikut campur urusan kita. Atau lo bakal-"
"Bakal apa HAH? masuk BK? di keluarin dari sekolah? Ancaman lo itu basi tau gak! Jangan lo pikir karena lo itu anak salah satu guru di sini, lo bisa seenaknya ngelakuin hal semau lo ya Lena!" balas Jeanna tak mau kalah.
"Satu lagi, lo itu cuma numpang nama lewat orang tua lo. Sedangkan otak lo itu gak ada gunanya sama sekali, lo itu cuma sampah di sekolah ini!" akhirnya unek-unek yang selama ini Jeanna tahan bisa ia keluarkan juga.
"Brengsek lo ya! Bener-bener bikin gue emosi tau gak!" Lena yang kembali akan menyerangnya lagi langsung Jeanna siram dengan es teh yang ia ambil dari tangan Sera.
Teman-teman Lena yang melihat akan hal itu terkejut, mereka tak menyangka akan tindakan Jeanna. Begitupun dengan Riko yang kini tengah melihatnya dari kejauhan, ia pun sama terkejutnya.
Jeanna kemudian berjalan ke arah teman sekelasnya yang sempat dibully oleh ketiga cewek laknat itu.
"Minggir lo! Atau mau gue siram kayak temen lo itu?!" ujarnya dengan nada sinis.
"Kalau gue gak mau gimana hah? Mulai berani ya lo sama kita!" Marsya hendak menjambak rambut Jeanna namun tangannya itu berhasil ia tangkap, dikilirnya tangan Marsya hingga sang pemilik berteriak kesakitan.
Untung saja Jeanna ikut exkul bela diri secara privat, setidaknya hal itu bisa menjaga dirinya di saat ia merasa terancam, yah seperti saat ini.
"SELAMA INI GUE TAHAN TAHAN EMOSI GUE!" ujarnya dengan penuh emosi, ia pun semakin kuat melintir tangan Marsya hingga membuatnya meminta ampun.
"BANGSAT LO SEMUA! GUE BENER-BENER MUAK LIAT KELAKUAN LO PADA. GUE MINTA PERGI LO SEMUA!" ucapnya seraya menghempaskan tangan Marsya yang sedari tadi ia pelintir, mungkin tulangnya sedikit tergeser.
"PERGI LO SIALAN!" melihat Jeanna yang baru kali ini manampilkan amarahnya, mereka semua berlari meninggalkan tempat dengan wajah paniknya.
"Guys, ayo kita pergi aja! Kayaknya dia kesambet deh," ujar Riri dengan raut ketakutan.
Jeanna berjalan ke arah Andin, temannya yang sempat jadi bahan bullyan. Ia melihat keadaan temannya itu, bajunya sobek seperti di tarik paksa. Jeanna menghela napas, ia benar-benar muak akan kelakuan ketiga cewek tadi.
"Aku gak apa-apa kok Je," yang benar saja, setelah apa yang terjadi padanya tadi ia malah tersenyum santai.
Andin ini salah satu teman sekelas Jeanna yang sama sekali tak terlihat. Maksudnya, ia tak seperti yang lain. Temannya ini sangat pendiam jika di kelas. Karena itu juga dirinya tak pernah bergaul dengan siapapun.
"Kita ke toilet dulu yu," ucapnya kearah Andin, lalu Jeanna merangkul Andin dan berjalan ke arah toilet wanita.
______________
Sera yang kini tengah duduk di kantin menatap ke arah temannya itu. Saat ini Jeanna mengenakan kaos putih dengan tulisan cool girl, juga rok sekolahnya yang berwarna abu abu.
"Enteng banget lo ngasih seragam ke Andin."
"Ya mau gimana lagi, dari pada dia pakai baju sobek kayak gitu. Lagian juga gue kan bakal jadi ex," ujarnya dengan alis naik turun.
"Iya deh, temen gue ni emang baik banget dah. Tapi Je, btw gue baru pertama kali liat lo marah kayak gitu, serem juga ya."
"Oh. Yang tadi itu bukan gue, tapi setan," balasnya dengan sebuah cengiran.
"Iya sih, orang kalo lagi marah itu kan setan ikut berperan ya? Gak salah si lo."
Saat sedang asik makan dan berbincang, tiba-tiba seorang siswi kelas 10 datang menghampiri Jeanna.
"Kak Jeanna kan?" tanyanya ke arah Jeanna.
"Iya, kenapa?"
"Dipanggil guru BK Kak, katanya sekarang juga harus ke ruang BK."
"Pasti mereka bertiga ngadu Je," ucap Sera dengan nada khawatir.
"Tenang aja. Selama ada gue, aman!" ucap Riko yang kini berada di samping Jeanna sambil tersenyum misterius.
______________
Jeanna dan juga yang lain tak henti-hentinya tertawa karena ulah salah seorang temannya itu.
"Sejak kapan lo jadian sama tu cewek hah?"
"Ya awalnya saya hanya coba-coba, eh malah keterusan," Jeanna yang mendengar ucapan Riko kembali tertawa lepas, sampai sudut matanya mengeluarkan air mata.
"Aduuh capek banget gue denger cerita lo. Aduh bangsath HAHAHA..."
Ternyata Riko, temannya itu rela menjalin hubungan dengan Riri demi membongkar kedok mereka bertiga. Dari aksinya itu, Riko berhasil memberikan bukti kepada guru BK atas kelakuannya itu.
Rupanya Riko selalu membuntuti Riri saat sedang bersama teman-temannya, dari situlah Riko mulai tahu bagaimana kelakuan Lena dan teman-temannya di luar sekolah. Kalian tahu? Ya, mereka sangat mirip seperti para jalang yang berkeliaran di malam hari.
Kurang puas dengan buktinya, ia merekam saat di mana Lena menyerang Jeanna. Karena itulah saat Jeanna bertengkar tadi, Riko hanya melihat dari kejauhan, ternyata diam-diam ia tengah merekam aksi cewek laknat itu.
"Terus lo udah ngapain aja sama tuh cewek cuy?" tanya Kevin penasaran.
"Sembarangan lo! Gue anak baik-baik ya. Ya... paling minta pap doang sih," jawabnya dengan sebuah cengiran. "Oh iya, emang lo beneran mau pindah Je? Pindah kemana?"
lanjutnya bertanya kepada Jeanna
"Gue juga gak tahu, kemana ya kira-kira?"
>Waduh, Jeje bakal kemana ya kira kira? 😐 ayo tebak guys
»Jangan lupa kasih Vote & Komennya ya, thx u
{ 30-06-22 }
KAMU SEDANG MEMBACA
Switch Over
FantasiaJeanna yocelyn, sosok gadis manis yang sangat ceria dan tak pernah kenal takut. Saat ini Jeanna tengah menempuh pendidikannya di sekolah menengah atas. Namun Jeanna harus berhenti menempuh pendidikannya begitu saja, ketika orang tuanya harus pindah...
