Jeanna yocelyn, sosok gadis manis yang sangat ceria dan tak pernah kenal takut. Saat ini Jeanna tengah menempuh pendidikannya di sekolah menengah atas. Namun Jeanna harus berhenti menempuh pendidikannya begitu saja, ketika orang tuanya harus pindah...
"Sakit hati gue liat beginian. Mana udah ngayal bakal dilamar pas lulus sekolah, ini malah diberi kejutan yang tak terduga. Huaaa Sera!" sejak tadi, Jeanna terus mengoceh kepada temannya itu.
Sera yang mendengar rengekan Jeanna menjadi kesal. "Udah napa Je, cowok lain masih banyak, ntar gue cariin deh. Makannya lo buruan pulang!"
"Gak bisa Ra, hatiku secara keseluruhan sudah terpaut olehnya. Saat pertama kali gue liat senyumnya, aduh gak bisa! Gue gak bisa ke lain hati Ra!" ujarnya dengan nada yang terkesan dibuat-buat.
"Ya mau gimana lagi, secara mereka berdua sama-sama anak populer di sekolah, jadi ya gue sih ikhlas aja."
"Iya juga sih. Tapi hati gue sakit Ra!"
"Aduuh gue juga bingung, kalau lo di sini kan seenggaknya gue bisa hibur lo Je. Mending lo ngonten aja deh biar ada kerjaan!" ujar Sera asal, namun ide temannya itu ada benarnya juga.
Selama dirinya tinggal di sini, Jeanna belum pernah mengabadikan momentnya.
"Iya juga ya," ia pun segera mengakhiri panggilannya itu, dan memilih untuk mengambil beberaba gambar dan video. Itung-itung bisa jadi kenangan ketika dirinya balik ke Indonesia.
"Oke Jeanna, lupain urusan Zeyn, kita ngonten aja. Jeje Vlog, wih boleh juga tuh, nanti gue bikin chanel yutub 'A day in my life'. Kenapa gak dari awal kepikiran Jeanna! Agak lemot juga nih otak."
Ia pun memulai aksinya, tengannya yang kini memegang ponsel begitu lihai untuk mengambil video pemandangan sekitar tempat ini. Sampai matanya tertuju pada sebuah jalan yang mengarahkan ke sebuah hutan.
"Gak papa kali ya, asal jangan kejauhan aja," tanpa ragu Jeanna berjalan masuk ke dalam hutan, ia melangkahkan kakinya mengikuti jalanan setapak. Tangan kanannya masih setia memegang ponselnya sambil mengarahkan ke samping kanan kiri.
"Jadi guys, kali ini gue mulai masuk ke dalam hutan," ujarnya, kali ini ia mencoba memperlihatkan wajahnya di balik kamera. "Yah, so far hutan ini masih asri banget sih, kayaknya jarang ada orang yang main ke sini. Lagian siapa juga yang mau main ke hutan ya? Aneh banget gue."
Karena asik dengan ponselnya, Jeanna tak menyadari jika ia sudah masuk ke dalam hutan terlalu jauh.
"Sampai mana kita tadi guys, yah! Baterai gue low lagi...," ringisnya. Tersadar akan kakinya yang terus melangkah masuk ke dalam, Jeanna panik, ia lupa jalan mana saja yang tadi ia lewati.
"Waduh, mampus nih gue! Baliknya lewat mana ya?" tampak berpikir sejenak, Jeanna mencoba menenangkan diri.
"Kayaknya ke sana deh," ucapnya asal. Ia pun berjalan mengikuti nalurinya, berharap feelingnya itu benar.
Namun sepertinya dugaannya salah, Jeanna semakin dibuat bingung dengan keadaan sekitar. Hutan ini seperti membawanya masuk semakin jauh. Karena kakinya yang terasa pegal, ia pun memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.
Di saat dirinya tengah duduk di bawah pohon, ia melihat sesuatu dari arah kejauhan. Seperti, seorang lelaki tengah berjalan ke arahnya. Tapi sepertinya ada yang aneh, Jeanna melihat seseorang tersebut tengah berlari ke arahnya. Bukan berlari, itu terlihat seperti melesat karena gerakannya begitu cepat.
Jeanna panik setengah mati, otaknya tak bisa mencerna mengenai sesuatu di hadapannya, bagaimana bisa seseorang belari secepat itu. Seketika tubuhnya kaku tidak bisa digerakkan, saat lelaki itu semakin mendekatinya, sesuatu membuat Jeanna berteriak cukup nyaring.
Seekor serigala yang entah datang dari mana tiba-tiba saja melompat ke arah lelaki tersebut. Yah, serigala itu menerkamnya, namun lelaki itu berusaha melawan.
Jeanna tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia memilih berlari. Jeanna terus berlari, berharap menemukan jalan keluar dari hutan ini. Walaupun ia tak tahu apakah ada kawanan serigala lain yang mengejarnya atau tidak, Jeanna tetap melangkahkan kakinya untuk mencari jalan keluar dari hutan ini.
Saat ini ia hanya bisa berdoa agar dirinya keluar dari hutan ini dengan selamat. Lama Jeanna berlari mengitari hutan, akhirnya ia melihat sebuah rumah dari kejauhan.
Yah, sepertinya itu jalan keluarnya, ia pun semakin memacu kecepatan kakinya untuk segera sampai rumah tersebut. Setelah berhasil keluar dari hutan, Jeanna segera masuk ke dalam rumah, keadaanya yang berantakan, membuat Olivia yang melihat akan hal itu merasa heran.
"Kau habis dari mana berantakan seperti itu?" tanya Olivia, Jeanna bingung harus menjawab apa, sebelumnya ia pernah diingatkan oleh sang kakak untuk tidak masuk ke dalam hutan.
"Hah? Aku– olahraga hehee...," ujarnya berbohong, ia memilih untuk menyembunyikannya saja. Takut jika dirinya kena marah Stefen.
"Olahraga di siang hari? Seharusnya kau bangun lebih pagi untuk olahraga Je."
"Yah kau benar, seharusnya pagi-pagi," ujarnya sambil berjalan menaiki tangga, berniat untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Hey, kau mau kemana?"
"Aku ingin mencharge ponselku, daah..."
"Aneh sekali dia."
______________
Sejak kejadian tadi siang, Jeanna hanya mengurung diri di kamar. Ia masih tak menyangka akan kejadian itu, Jeanna terus berpikir bagaimana bisa manusia berlari secepat itu.
Bahkan ia yakin jika atlit lari dunia pun tak secepat itu, Jeanna kembali memikirkan sosok serigala yang datang tiba-tiba entah dari mana. Ia merasa tak asing akan serigala tersebut, tapi apa iya Jeanna pernah melihat serigala sebelumnya?
"Je, dari tadi kamu di kamar gak lapar?" suara Stefen memecah lamunannya.
"Enggak Kak, gue gak laper kok."
"Bener?" tanyanya sekali lagi.
"Iya Kak, gue ngantuk mau tidur aja," balas Jeanna. Ia pun memilih untuk memejamkan matanya, mencoba menghiraukan kejadian siang tadi yang membuat kepalanya pusing memikirkan akan hal itu.
Jeanna yang sempat tertidur pulas, tiba-tiba saja terbangun karena sesuatu yang mengusiknya. Suara-suara itu, entahlah Jeanna tak tahu persis suara apa itu, namun yang pasti suara itu mengganggu tidurnya.
Karena rasa kantuknya yang sangat berat, Jeanna kembali melanjutkan tidurnya. Ia mencoba menutup telinganya, mencoba untuk tak menghiraukan suara itu.
Soal foto abang Zeyn, yaa beginilah kiranya :
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.