Bag 8. Malam yang menakutkan

41.5K 2.7K 21
                                        


“KAK, KENAPA GELAP BANGET DI SINI?!” dua minggu berlalu Jeanna tinggal bersama Stefen dan keluarganya itu, ia sudah mulai terbiasa akan suasana baru di tempat ini.

Dan saat ini, di saat ia sedang asik membaca buku, tiba-tiba lampu kamarnya mendadak mati. Suasana malam diiringi hujan lebat tentunya menambah kesan horor saat ini, apalagi di sekitar rumah ini dipenuhi pepohonan lebat.

Apa kalian bisa membayangkan bagaimana suasana saat ini? Tidak jauh berbeda seperti suasana di film horror.

“WOY STEFEN! Budeg kali ya tuh orang. Masa suara gue sekeras ini gak kedengeran sih!” ujarnya dengan kesal, sedari tadi dirinya meneriaki kakaknya itu tapi tak ada jawaban.

Ia pun mengampil ponselnya, dan menyalakan senter. Lalu berjalan ke arah pintu hendak turun mencari keberadaan orang-orang di rumah ini.

“HUAAAAA... KUNTILANAK PIRANG!” teriaknya ketika mendapati seseorang tengah berdiri tepat di depan kamarnya.

Hey Je. it’s me, Olivia” Jeanna yang tersadar langsung tersenyum kikuk.

“Listriknya tiba-tiba padam, aku juga tak tahu kenapa. Untuk malam ini sepertinya kau akan tidur dalam keadaan gelap. Kau, tidak takut kan? Atau perlu kutemani?”

“Oh, soal itu tidak masalah, aku sudah terbiasa tidur dalam keadaan gelap. Tapi ngomong-ngomong di mana Stefen?”

“Dia sudah tidur, sepertinya ia kelelahan menemaniku pergi membeli beberapa stok makanan.” Jeanna yang mendengar hanya mengangguk paham.

“Kau kenapa tadi berteriak? Sepertinya aku memang harus menemanimu tidur malam ini,” ucap Olivia sambil tertawa kecil.

“Tidak perlu. Tadi itu, aku hanya terkejut karena lampunya mendadak mati,” balasnya cepat.

“Yasudah, kalau begitu aku akan ke kamarku. Kalau ada apa-apa, kau bisa memanggilku atau yang lain oke?”

“Apa aku harus berteriak seperti tadi?”

“Ya, lakukan seperti tadi,” ujar Olivia sambil terkekeh.

“Baiklah, aku akan tidur. Selamat malam,” setelah Olivia pergi, Jeanna kembali menutup pintu kamarnya.

Ia pun berjalan ke arah tempat tidurnya, ia melihat ke arah jendela kamarnya. Dilihatnya air hujan yang turun begitu deras, sepertinya malam ini tidurnya akan ditemani oleh hujan hingga pagi hari.

_____________

“Jeanna, wake up!” suara ketukan dan teriakan itu membuat Jeanna mau tak mau membuka matanya secara paksa.

Wait a second, please!” ia pun berjalan gontai ke arah pintu kamarnya.

Come on Je. Lihat! Langit sudah tampak terang, lalu kau masih saja terbaring di atas kasur?” ucap Victoria sambil menggelengkan kepala.

Ayolah! Jeanna masih menginginkan waktu tidurnya kembali, semalam ia tidak bisa tidur. Karena susah tidur, Jeanna pun memutuskan untuk menonton film di ponselnya. Betapa bodohnya, ia malah menonton film horror berjudul ‘Tuyul the movie’. Karena rasa penasarannya itu, akhirnya Jeanna menontonnya sampai selesai.

Jeanna memang bukan tipe orang yang mudah takut dengan suasana gelap atau pun mencekam. Akan tetapi, lain hal nya jika ia sudah tahu terlebih dahulu bagaimana sosok menyeramkan itu, ia akan terus membayangkannya.

Dan yah, itulah yang Jeanna alami malam tadi. Ia terus membayangkan bagaimaa jika sosok anak kecil botak itu tiba-tiba menampakkan dirinya di jendela kamarnya.

“Waktu tidurku belum cukup, aku ingin kembali melanjutkannya. Kumohon, hari ini saja!” ucapnya sambil memasang puppy eyes.

NO! Kalau dibiarkan nanti jadi kebiasaan,” ujar Victoria tegas. “Kau harus lihat, di luar sana bunga-bunga terlihat sangat cantik. Ayolah Je!”

Jeanna mengerang. “Ya baiklah, aku ingin mandi dulu. Setidaknya itu bisa membuat tubuhku kembali segar.”

“Oke, kalau begitu aku akan pergi dengan Ben. Kau di sini bersama Olivia.”

“Di mana Stefen?”

“Dia sedang berada di rumah temannya. Yah kau tau, urusan pekerjaannya,” jelasnya.

Jeanna hanya mengangguk sambil membulatkan mulutnya. Tak lama setelahnya Victoria dan Ben pergi, meninggalkan dirinya bersama Olivia di rumah ini.

Saat ini Jeanna tengah berada di bawah pohon, tepatnya tengah duduk di ayunan. Akhir-akhir ini ia sering menghabiskan waktu untuk sekedar duduk di sebuah ayunan, menikmati setiap hembusan angin yang sejuk serta mangamati pemandangan sekitar yang  indah.

Karena ini hari minggu, Jeanna punya kesempatan untuk menghubungi teman sekolahnya itu, tentunya lewat vidio call.

“Yah setelah kira-kira dua minggu atau mungkin lebih, gue mulai bosen sih di sini. Mau pulang guys, huaaa!”

Jeanna tak bohong, ia begitu merindukan semuanya. Teman-temannya, suasana sekolah, makanan Indonesia, dan tentunya rumahnya di sana.

“Gue juga kangen sama lo Je, Bokap lo kapan kelar kerjaannya?” suara Sera.

“Gue juga gak tau Ra.”

“Je, cariin cewek dong buat gue. Pasti di sana ceweknya bening-bening ye kan,” kali ini Riko yang bersuara.

“Cari cewek gimana, rumah aja deket hutan. Lagian lo kan udah ada Riri, ntar dia marah, gue lagi yang kena!”

“Wah siapa itu, aku tak mengenalnya. Eh guys kita samperin Jeje yu ke Jerman.”

“Mana ada duitnya zeyeng,” jawab Sera.

“Tenang guys, selama ada Kevin semua aman terkendali.”

“Diem lo sialan! Gara-gara lo uang jajan gue dipotong!” akhirnya Kevin membuka suara.

“Santai bro, kalo gitu gak jadi deh Je.”

“Minta dong Vin, Bokap lo kan tajir melintir masa iya gak dikasih.” 

“Yang tajir juga Bokap gue bukan gue. Tapi kalau lo nikah sama gue, nanti warisannya buat kita Je, gimana mau gak?”

“Ih males banget gue.”

“Mohon maaf gue harus left guys ada panggilan alam.”

“Gue juga mau pergi. Bye...” Mereka berdua mengakhiri panggilan video, kini tersisa dirinya dan juga Sera

“Oh iya Je, gue mau ngasih tau soal ini. Semoga lo gak pingsan ya, lo harus liat instagram Zeyn sekarang juga!”

“Oh iya, ya ampun gebetan gue apa kabar ya Ra, pasti makin guanteng parah.”

“Udah lo liat dulu, nanti kalo udah liat kabarin gue oke? Udah ah gue mau ke perpus untuk mencari ilmu,” ucapnya penuh percaya diri.

“Iya dah terserah lo Ra.”

“Byee Je...” Karena penasaran akan ucapan temannya itu, Jeanna mulai membuka akun sosmednya dan mencari akun milik Zeyn.

“Udah kayak stalker handal nih gue, hehe,” seketika raut wajahnya berubah masam setelah melihat foto unggahan kaka kelas kesayangannya itu.

WHAT THE...














»Jangan lupa kasih Vote & Komennya ya, thx u

{ 05-07-22 }

Switch OverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang