"Lo gak takut gemuk Je makan sebanyak ini?"
"Bener tuh Je kata Kevin, cewek itu gak baik kalo makan banyak-banyak, nanti cantiknya ilang loh."
Jeanna yang akan memakan crofflenya itu menaruhnya kembali ke piring, saat dua teman lelakinya itu tak henti-hentinya mengomel.
"Lo berdua bisa diem gak! Kalau lo keberatan, gue bisa bayar sendiri kok!"
"E-eh jangan dong Je..." Kevin langsung panik dibuatnya, bisa-bisa ia kehilangan sumber contekannya.
"Gue ikhlas lahir batin kok. Nih makan lagi," sambil menyodorkan sepiring roti isi. "Lo makin cantik kok kalo makannya banyak, jangan dengerin omongan Riko."
"Iyaa, tanpa lo suruh kita juga bakal makan ini semua kok, iya kan Ra?"
"Gue udah kenyang duluan lihat makanan sebanyak ini," jawab Sera sambil menggelengkan kepala, lalu ia kembali meminum caffe latte miliknya.
"Eh btw, soal kejadian di sekolah tadi, gue jadi takut buat balik sendirian. Lo temenin gue pulang ya Je!" pinta Sera, berharap Jeanna mau mengabulkan permintaannya.
"Yailah takut apaan sih Ra. Vampir? Mana ada yang begituan di sini, di amerika noh banyak, ada Edward Cullen, terus siapa lagi ya lupa gue."
"Stop It Je!" Sera yang mendengar celotehan temannya itu hanya mendengus kesal.
"Kita itu gak pernah tau tentang ada atau enggaknya keberadaan mereka, dan gak tau kenapa, gue ngerasa yang di sekolah tadi..."
Kevin dan Riko yang hanya menyimak pembicaraan mereka akhirnya membuka suara.
"Lo berdua ngomongin apa sih?" ujar Riko
"Ooh gue tau, pasti soal essay tadi ya? Gue juga gak ngerti mau jawab apaan, lagian Mr. Farhan ngasih soal ada-ada aja, pake acara bikin karangan tentang makhluk mitologi yang gue sendiri gak tau itu apaan. Makannya gue copas aja jawaban lo Je." Jelasnya panjang lebar.
"Lo berdua gak tau soal cewek yang pingsan di depan gudang olahraga itu?"
Kevin dan Riko kompak menggelengkan kepalanya ke arah Sera. "Emang ada apaan?" ujar Riko penasaran.
"Itu loh tadi itu ada ce-"
"Gak ada apa-apa. Lo berdua gak tau juga kan? Baiknya gausah tau sekalian deh," dengan cepat, Sera memotong ucapan Jeanna. Sedangkan dua lelaki itu menatap kesal ke arah Sera.
"Kita pulang yu Je! Udah mulai gelap nih, gue gak mau ya kalau sampai kita pulang malam!"
"Yaudah iyaa. Nih gue abisin dulu ya makanannya nanggung soalnya," balasnya yang langsung di hadiahi tatapan sinis Sera.
"Abis ini kita pulang kok gue janji, hehe..."
_____________
"Ya ampun gue lupa Je!" ujar Sera setengah berteriak, lalu ia menepikan kendaraan roda duanya itu. Yah mereka berdua kini tengah berada di jalan. Namun niat untuk segera sampai rumah harus tertunda ketika Sera menghentikan motornya dengan tiba-tiba.
"Apaan sih Ra, kenapa berenti mendadak?" tanya Jeanna dengan kesal.
"Hari ini kan gue niatnya mau pinjam buku di perpus, sekalian balikin buku."
"Ya ampun gue kira apaan. Besok aja deh Ra, kita pulang aja yu! Buru gue capek nih pengen cepet nemplok di kasur."
"Gak bisa Je, gue harus ngerangkum banyak materi dan waktunya mepet banget. Lagian lo juga sih pake ngajak gue ikut nongkrong di café segala." Ujar Sera dengan nada kesal, Jeanna pun ikut kesal mendengar pernyataan temannya itu.
Tak lama setelah mereka saling adu mulut, akhirnya Jeanna mengalah. Ia mengikuti kemauan temannya itu untuk mengantarnya menuju gedung perpustakaan di samping sekolahnya.
Setibanya di tempat, teman Jeanna itu langsung mencari beberapa buku. Sedangkan Jeanna, ia memilih untuk duduk di dekat jendela, menunggu temannya selesai mencari buku yang diperlukannya. Tak lama tepukan di pundaknya menyadarkan Jeanna yang sedari tadi tengah melamun ke arah luar kaca.
"Yuk balik! Gue udah selesai nih," ucap Sera sambil menaruh beberapa buku di meja. Jeanna yang iseng melihat beberapa buku yang diambil temannya itu tiba-tiba matanya terpaku pada satu buku,
About those who don't know where, seperti itulah tulisan di cover depannya.
"Buku apaan nih?" tangannya meraih buku yang dimaksud lalu mengangkatnya. "Ini buku pelajaran? Judulnya aneh banget," lanjutnya.
"Ehm, lebih tepatnya itu novel sih. Gue mau balikin yang itu." Ucap Sera sambil menunjuk ke arah buku yang tengah dipegang Jeanna.
"Cerita apaan nih, gue baru tau ternyata lo suka baca novel juga ya?" ucapnya sambil membuka beberapa halaman buku tersebut.
"Ooh, ternyata gara-gara ini, lo jadi takut pulang sendirian Ra?" dengan nada jahilnya, Jeanna berniat menggoda temannya itu.
"Udah ah gue mau balik nih, udah mulai gelap juga tuh," ucap Sera mencoba mengalihkan pembicaraannya dengan Jeanna, ia pun berjalan meninggalkan Jeanna begitu saja.
Jeanna yang sedari tadi menahan tawanya langsung berdiri dan menyusul temannya itu. "Gue mau pinjam buku yang ini deh Ra!"
"Terserah," balas Sera singkat, mereka berdua berjalan ke arah penjaga perpus untuk mendata buku terlebih dahulu, baru setelahnya mereka pulang.
______________
"Lo lama banget dah jalanin motornya, mana sepi banget lagi nih jalanan."
"Gue takut tiba-tiba ada yang nongol Je!" ujar Sera dengan suara agak keras agar didengar Jeanna.
"Eh sembarangan ya lo kalau ngomong. Sekarang malam apa nih, malam jumat bukan?" Jeanna yang berada di boncengan semakin kencang memeluk temannya itu.
"Gas keun Ra! Terabas aja kalo ada yang nongol!"
"Lo enak ngomong begitu, gue yang nyetir berasa uji nyali Je!"
"Aduuh, gue cuma takut ada yang lewat pake baju putih rambut panjang."
"Lo mending diem deh! Jangan bikin gue makin takut."
"Emang lo doang yang takut apa."
Selama di perjalanan, mereka berdua tak henti-hentinya mengoceh. Hingga saat Sera menaikkan kecepatan motornya, tiba-tiba sesuatu membuatnya harus mengerem secara mendadak hingga tubuh keduanya terdorong kedepan.
"HUAAAA SERA ITU APAAN!"
> Hayo, mereka nemu apaan ya kira kira???
»Jangan lupa kasih Vote & Komennya ya biar author makin mangat nulisnya, thx u
{ 23-06-22 }
KAMU SEDANG MEMBACA
Switch Over
FantasyJeanna yocelyn, sosok gadis manis yang sangat ceria dan tak pernah kenal takut. Saat ini Jeanna tengah menempuh pendidikannya di sekolah menengah atas. Namun Jeanna harus berhenti menempuh pendidikannya begitu saja, ketika orang tuanya harus pindah...
