'Berasa mau diintrogasi nih gue!' batin Jeanna.
"Je..." Panggil Olivia yang kini tepat berada di sebelahnya.
"Yah? Kenapa. Apa– mimpiku sangat mengerikan? Ya, itu salah satunya, tapi apa kalian tahu? hantu-hantu di Indonesia jauh lebih mengerikan. Jadi abaikan saja soal mimpiku itu!" ujarnya mencoba mencairkan suasana.
Mereka semua, raut wajah mereka saat ini terlihat sangat serius. Cukup lama tak ada yang bersuara hingga akhirnya Victoria membuka suaranya.
"Apa kau bisa ke kamarmu sebentar? Kita ingin berbicara mengenai sesuatu." Ujarnya seraya tersenyum.
"Apa aku tidak diikutsertakan?" Tanya Jeanna polos, mereka saling menatap satu sama lain membuat Jeanna semakin kebingungan.
Akhirnya Jeanna menghela napas pasrah. "Baiklah, jika itu menyangkut hal yang penting, lagi pula aku tak akan mengerti, bukan begitu?" ia pun berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai atas.
_______________
Sedangkan di ruang tamu, tampak ke-empat orang itu tengah membicarakan sesuatu dengan serius. Mereka tengah membahas soal mimpi Jeanna yang belakangan ini sering Jeanna pikirkan.
"Bagaimana bisa," ujar Victoria berulang kali.
"Apa kau yakin yang kau lihat itu benar sosoknya?" tanya Ben memastikan.
"Aku tak mungkin salah Ben! Serigala dengan mata emerald itu, adalah serigala Alpha."
"Apa mungkin, suara longlongan semalam itu..."
"Mereka tengah mencarinya!" Ben menyela perkataan Olivia dengan cepat.
"Oh God! Apa adikku saat ini sedang dalam masalah?" Stefen terlihat begitu khawatir tentang hal tersebut, melihat akan hal itu, Olivia mencoba menenangkannya.
"Kau tahu? Sudah lama aku tak menggunakan kemampuanku," ujar Olivia ditengah pegangan tangannya pada Stefen yang semakin mengerat.
"Aku bisa merasakan aura seseorang yang begitu dominan tengah mendekat kemari!" lanjutnya.
Ben menghela napasnya, ia pun merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Olivia. "Mereka menemukan kita."
______________
"Seharusnya kau bisa melacak aromanya, Al."
"Aku pun berpikir demikian. Tapi, aromanya tak lagi dapat kurasakan saat aku kehilangan sosoknya."
Jika seorang werewolf ataupun vampir telah menemukan pasangan hidupnya, seharusnya mereka bisa menghirup aroma matenya itu, bahkan dari jarak jauh sekalipun pasti jejak aromanya akan tertinggal.
Akan tetapi hal itu tak dapat dirasakan oleh Alaric, saat tatapan keduanya terlepas, aroma itu pun ikut menghilang. Karena itulah ia kehilangan sosok gadis tersebut, Alaric sangat yakin jika gadis itu adalah matenya.
"Apa karena dia manusia..." Lirihnya.
"Manusia? Bagaimana bisa-"
"Aku juga tidak tahu!" balasnya cepat.
"Yang pasti, aku tak akan melepaskannya jika kalian tak menerimanya." Lanjutnya dengan nada tegas.
"Apa yang kau pikirkan. Tentu saja kami tak akan melakukan itu!" jawab Arthur yang tiba-tiba saja datang bersama Edward. Alaric yang melihat itu sudah lebih dulu tahu jika ada yang ingin Edward sampaikan kepadanya.
"Katakan!"
Dengan wajah teramat yakin, Edward pun membuka suaranya. "Aku berhasil menemukannya, Alpha!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Switch Over
FantasyJeanna yocelyn, sosok gadis manis yang sangat ceria dan tak pernah kenal takut. Saat ini Jeanna tengah menempuh pendidikannya di sekolah menengah atas. Namun Jeanna harus berhenti menempuh pendidikannya begitu saja, ketika orang tuanya harus pindah...
