Saat ini Jeanna tengah merapihkan barang-barangnya, memilih apa saja yang harus ia bawa nantinya. Malam nanti Jeanna akan berangkat menuju airport, pastinya ia akan sangat merindukan rumahnya ini di Indonesia. Dan yah, sore ini mereka berempat tengah melakukan video call lewat ponsel. Memberikan salam perpisahan untuk Jeanna.
"Jangan lupa jaket Je, sweater, baju yang tebal-tebal deh pokoknya. Lo kan paling anti sama udara dingin!" ucap Sera melalui ponselnya itu.
"Iya-iyaa bawel deh lo."
"Tau nih, yang mau pindah siapa, yang repot siapa!" kali ini suara Riko.
"Lo mau ikut juga ya Ra. Kasian gak diajak..." ujar Kevin dengan nada jahilnya.
"Berisik lo berdua! Awas ya ulangan nanti gak bakal gue bantu!"
Karena Jeanna yang sudah tak ada, mau tak mau mereka berdua harus bersikap baik dengan Sera demi mendapat contekan saat ujian.
"Eh jangan gitu dong princess Sera yang cantik. Nanti cantiknya ilang kalo marah-marah begitu." Ujar Riko berusaha mengambil hati Sera.
"Lo berdua jagain tablemate gue ya selama gue gak ada."
"Iih kan gue jadi sedih lagi Je, pokoknya lo jangan kelamaan ya Je, buruan balik lagi ke sini!"
"Iyaa, udah ah gue mau lanjut packing lagi nih, bantuin gue dong apa aja yang mesti dibawa?"
Mereka pun terlarut dalam obrolan panjang sembari menemani Jeanna berkemas, hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 7 malam. Jeanna yang baru selesai mengakhiri video callnya segera turun dari kamarnya yang berada di lantai atas.
"Udah siap semua?"
"Udah Pa."
_______________
< Jeanna POV >
Saat ini aku tengah duduk di dalam pesawat, menunggu kapan pesawat ini akan lepas landas. Sambil menunggu keberangkatan, aku mengeluarkan ponselku untuk mengambil gambar.
Aku berniat untuk meng-upload gambar di Instragram, tanganku tengah menuliskan sebuah kalimat di kolom komentar untuk memberikan sebuah caption. Lalu saat telah ter-upload, aku memasukkan ponselku kembali ke dalam tas, karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.
Selama di perjalanan, aku memilih untuk tidur, berharap waktu cepat berlalu dan aku segera sampai di tempat tujuan.
Setelah kiranya 20 jam lamanya di perjalanan, akhirnya aku sampai di tempat tujuan. Aku berjalan ke arah kakakku untuk membantunya mengambil beberapa koper.
Lalu kami bertiga disambut oleh dua orang yang sepertinya sepasang kekasih, mereka tersenyum ke arahku.
"Welcome to Jerman," ucap sang wanita.
_______________
"Oh my god, No!" ucap Jeanna yang kini tengah menatap sekitar.
Ia berada tepat di depan rumah yang letaknya berada di tengah-tengah kebun. Jangan lupakan soal pohon-pohon besar yang berdiri menghiasi sekitar tempat ini.
"Jadi, selama ini kalian berdua tinggal di sini Kak?" ujarnya beralih menghadap ke arah Stefen.
"Ehmm... lebih tepatnya, kita berempat."
"Oh, oke. Kalau gitu Jeje mau keliling dulu liat-liat."
"Jangan jauh-jauh, satu lagi jangan masuk ke dalam hutan itu!" tunjuk Stefen ke arah hutan yang di penuhi pohon-pohon besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Switch Over
FantasiaJeanna yocelyn, sosok gadis manis yang sangat ceria dan tak pernah kenal takut. Saat ini Jeanna tengah menempuh pendidikannya di sekolah menengah atas. Namun Jeanna harus berhenti menempuh pendidikannya begitu saja, ketika orang tuanya harus pindah...
