Tandain kalau ada typo ya guys :)
Jeanna tengah menatap bulan yang hampir membulat sempurna, malam ini langit terlihat terang dengan beberapa bintang yang menghiasinya. Saat ini ia berada di balkon kamarnya, tengah berdiri menghadap halaman rumahnya, sambil menikmati dinginnya angin malam yang terasa menusuk kulit.
Seketika pikirannya kembali mengingat Alaric, padahal baru saja ia bertemu dengan pria itu siang tadi. Tapi Jeanna seakan menginginkan Alaric berada di sini menemaninya. Ia menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan Alaric dalam pikirannya.
Jeanna melihat ke arah ponselnya yang sejak tadi berada di tangannya, membuka aplilasi chatting-nya. Ia melihat banyaknya pesan masuk yang belum dibuka. Tiba-tiba sebuah vidio call tertera pada layar ponselnya.
"Jadi jam berapa nih?" tanya Riko membuat Jeanna mengerutkan dahinya bingung.
"Apanya yang jam berapa?"
"Heh kemana aja lo gak buka grup?" tanya Sera.
Jeanna berdecak. "Iya sorry gue lagi nyantai nih!" Jeanna memperlihatkan dirinya yang kini tengah berada di balkon kamarnya.
"Hari sabtu kita mau liat tanding basket Je, lo mau ikut gak?" tanya Kevin.
"Di mana? Siapa yang tanding? Lo tau dari mana?" tanya Jeanna penuh antusias.
"Zeyn gam ngasih tau Je? Dia ikut pertandingan basket, kalau gak salah jadwalnya pagi."
Jeanna terdiam sesaat. "Ooh, kayaknya dia ke sini mau bilang soal itu ke Stefen." Gumamnya.
"Lo dianter dia Je? Ekhem, kayaknya gak lama lagi temen gue bakal ubah status nih."
"Tadi dia bilang mau ketemu sama Stefen, jadi ya sekalian aja gue nebeng!" jelas Jeanna. Temannya itu malah mencibir, tak mempercayai ucapannya.
"Pokoknya lo harus ikut ya Je, jangan sampe Zeyn kecewa karena lo gak dateng!"
"Iyaa gue dateng," tapi kenapa Zeyn tak mengabarinya secara langsung, lewat chat misalnya. Biasanya pria itu akan mengiriminya pesan chat jika ada sesuatu, ah mungkin sepertinya ia lupa.
______________
Lusa pun tiba, Jeanna tak lupa dengan janjinya untuk menonton pertandingan bersama teman-temannya. Soal Alaric, entahlah mungkin pria itu sedang sibuk dengan urusannya.
Kini Jeanna sudah berada di depan stadion bersama dengan Sera, sebentar lagi pertandingan basket akan segera dimulai. Mereka pun bergegas masuk ke dalam, namun seseuatu membuat Jeanna mengentikan langkahnya.
"Kenapa Je?"
"Ni HP gue bunyi," Jeanna mengambil ponselnya yang ia taruh di dalam sling bag nya.
"Nomer siapa dah? Kagak ada namanya!" haruskah Jeanna angkat? Atau lebih baik abaikan saja.
"Udah angkat aja siapa tau undian berhadiah!" ujar Sera asal.
"Sorry ya gue gak pernah ikutan kayak begitu!"
Sera memutar bola matanya malas. "Ah ribet lo! Udah gak usah diangkat deh, kita masuk yu nanti makin rame!"
"Hmm, yaudah deh." Jeanna memasukkan ponselnya kembali, ia pun melanjutkan langkahnya. Mencari keberadaan Riko dan Kevin yang lebih dulu datang ke tempat ini.
Jeanna kini tengah duduk bersama ketiga temannya menunggu pertandingan yang sebentar lagi akan dimulai. Beberapa penggemar dari tim Galaxy-tim basket Zeyn itu terus bersorak membuat ruangan ini semakin ramai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Switch Over
FantasiJeanna yocelyn, sosok gadis manis yang sangat ceria dan tak pernah kenal takut. Saat ini Jeanna tengah menempuh pendidikannya di sekolah menengah atas. Namun Jeanna harus berhenti menempuh pendidikannya begitu saja, ketika orang tuanya harus pindah...
