Kisah ini benar-benar terjadi, ketika sedang mengetik atau pun menulis cerita Horror. Maka akan ada seperti yang sedang mengawasi dari tempat tertentu. Seperti sudut kamar, atas lemari, Ruang tamu, pintu kamar, bahkan atas kasur ku. Itu ketika berada di dalam kamar.
Ketika sedang menulis di ruang tamu, maka akan terasa ada yang memperhatikan atau pun mengawasi di beberapa titik. Seperti sudut ruangan, di belakang Kulkas, di belakang televisi, di atas loteng, di balik pintu dan jendela ruang tamu.
Bahkan beberapa kali, kaget luar biasa ketika terbangun dari tidur dan hari masih gelap. Ketika membuka mata dan setengah sadar. Maka akan terlihat sekelibat wanita yang memakai gaun berwarna merah, dengan mata merahnya berdiri di samping tempat tidur.
Entah benar atau tidak itu akan terjadi ketika hanya menulis cerita Horror. Apalagi cerita yang diangkat terinfirasi dari kisah nyata. Seakan beberapa dari mereka tau apa yang kita pikirkan dan yang akan kita tulis.
Walaupun suka menulis cerita bergenre Horor, seram, dan mistis. Terkadang rasa takut muncul diwaktu sedang menulis ceritanya. Hawa di sekitar terkadang terasa panas, padahal malam itu dingin disertai hujan.
Ada juga kejadian yang bikin merinding, yaitu tiba-tiba tengah malam tercium bau bunga yang sangat wangi dan menusuk hidung. Padahal di sekitar rumah tidak ada tanaman bunga yang bau wangi seperti itu.
Terkadang bau kabel terbakar tercium dari belakang rumah. Padahal di belakang rumah tidak ada tempat sampah. Yang ada hanya pemandangan Danau yang luas dan beberapa kebun warga setempat.
Anehnya ketika saya mencari tau di pagi harinya tidak ada apa pun yang terjadi di sekitar rumah. Bau-bau aneh tersebut hanya ada ketika menulis cerita Horror. Jika sedang tidak menulis cerita Horor atau hanya menulis cerita biasa. Maka tidak ada kejadian aneh yang terjadi.
Ada kejadian pada suatu malam, saya sedang asyik mengetik cerita Horror, tanpa terasa hari sudah semakin larut.
Awalnya terdengar samar-samar, kemudian semakin lama terdengar suara wanita yang sedang menangis. Saya berusaha untuk tidak menghiraukan suara tersebut.
Tapi, tetap saja terdengar. Rasa takut mulai muncul, jantung pun berdetak sangat cepat. Sampai susah untuk bernfas karena sesak di dada. Saya berusaha untuk melawan rasa takut dan membaca beberapa ayat yang hafal. Tapi kadang bisa lupa ayat yang dibaca dalam hati.
Dengan sekuat hati dan keyakinan, saya berusaha mengingatkan kebesaran kuasa sang pencipta semesta alam. Bahwa semua makluk akan takut dan akan tunduk dengan kekuatan dan kekuasaan sang Pencipta.
Saya minta perlindungan dengan keyakinan sepenuh hati, tanpa ada rasa ragu. Bahwa pertolongan Allah swt pasti akan datang.
Dengan keyakinan penuh dan kuatnya ayat-ayat suci Al-Quran. Saya terus berusaha membacanya, walau badan gemetar.
Ada juga waktu itu kaca jendela kamar tiba-tiba terdengar ada yang mengetuk. Reflek saya melihat ke arah jendela, ada bayangan hitam sedang berdiri di luar jendela.
"Astaghfirullah al aziim."
Ketika itu kaget luar biasa, saya langsung menutupi seluruh badan dengan selimut tebal dan berusaha melawan rasa takut. Lalu membaca beberapa ayat suci Al-quran.
Setiap harinya aku pun di ikuti wanita itu. Di event, tempat kerja maupun sedang aktivitas lainnya.
Tersenyum dengan mulut sampai ke belakang telinga. Aku pun terus menerus mengkonsumsi obat - obatan itu setiap harinya untuk menahan aura sekeliling yang membuat tubuh ku lemas. "Aku capek Tuhan, kenapa aku. Orang lain aja, sihh?!" gumam dalam hati.
Skizo ya kata yang enggak percaya hal ini, aku di anggap skizo.
Atau gangguan jiwa lainnya, biarkan saja. Aku tutupi dengan tingkah Childish ku yang seperti anak-anak dan tak mau jadi dewasa, agar kalian tahu aku adalah orang yang ceria tak mempunyai masalah.
Di balik itu aku sakit, lalu aku belokan ke mood ku yang terlihat sebagai orang galau yang putus cinta.
Sebenernya bukan itu, karena mereka terus mengawasi ku dan meminta bantuan ku.
Terus mengeluh karena garis keturunan, "ini salah ayah ku yang supranatural, menjadikan anaknya sebagai penerusnya" dalam hati dan batin ku selalu menolak sebab aku hanya ingin normal.
Gara - gara ini masa kecil ku terbully, dan ku rusak sendiri masa depan ku untuk mendapatkan pengakuan orang lain. Jika aku bisa nakal seperti mereka dan di segani, tetapi aku salah.
Sehari aja jadi diriku, aku sudah lelah.
Huffftttt hidup tenang itu sulit.
Sebenarnya masih ada beberapa kejadian aneh ketika menulis cerita Horror. Tapi saya merasa merinding ketika ingin menuliskan tentang mereka yang tak terlihat.
Beberapa penulis cerita bergenre Horor dan seram, mungkin pernah mengalami kejadian aneh yang tidak masuk akal. Entah mitos atau Fakta, ketika sedang menulis atau mengarang cerita Horror akan ada beberapa ganguan. Misal cerita yang pernah ditulis berubah sendiri alur ceritanya atau mungkin bisa sulit untuk melanjutkan cerita berikutnya.
Terimakasih
KAMU SEDANG MEMBACA
Total Horor
Terrorcerita seram atau cerita dari pengalaman si penulis yang ia dengar dari mulut ke mulut dan yang pernah ia alami langsung.
