Bojong Indah

3 0 0
                                        

Cerita ini adalah pengalaman dari seseorang yang memang keturunan spiritual, dan ia kita samarkan menjadi Si Jonson.

Perkenalkan namanya Jonson pria berumur 25 tahunan yang sedang bekerja paruh waktu.
Pekerjaannya yang hanya Sabtu dan Minggu, si Jonson dari kecil emang kelihatan aneh sebab ia memang freak.
Terkadang cengengesan sendiri atau ngomong sendiri,tegas orang-orang sekitar yang mengenal dirinya. (Anggap saja dia indihome....begitulah)

Suatu waktu Si Jonson baru keluar dari mobil pickup, ia pun berpamitan dengan teman - teman kerjanya sambil membawa peralatan kerjanya  yaitu seperti kostum karakter Game.

Oke.....lanjut, lalu ia menaruh sebentar tas yang berisi peralatannya itu dan hendak melihat jam dari ponselnya "waduh.....jam 11 malem nih, hufttt....sampai Depoknya bisa -bisa jam 1 malam nih" sambil bergegas menuju stasiun terdekat yaitu stasiun Bojong Indah.

Karena letak stasiun Bojong Indah dengan tempat ia turun tadi agak jauh dan melewati ruko-ruko sepi yang di sampingnya parkiran motor kosong, juga terlihat jalan setapak kecil dengan pagar. Ia pun melangkah agak cepat untuk sampai stasiun, "yaelah....kaki ku lama sekali sih?!" gumamnya kesal.

Tiba-tiba "meong!" seekor kucing hitam mengikutinya, "hus....huss sana sana pergi!!! Aku tak suka kucing lagi"  ucapnya.
Dan seketika tubuh Jonson merasa berat sampai ia mengeluarkan keringat jagung, lalu angin dingin sepoi sepoi melewatinya.
Ia mau tak mau melewati jalan setapak yang dekat parkiran motor kosong itu, ia berjalan cepat seperti orang ngambil gaji.

Entah darimana seorang wanita melewatinya, dia masih acuh.
Tetapi kejanggalan terjadi setelah ia dilewati wanita itu, bulu kudunya merinding dan pernapasannya mulai berat dengan pandangan mulai samar. Ia masih melihat punggung wanita yang melewatinya itu, wanita yang ia anggap seperti orang pulang kerja itu.

Detailnya : mengenakan atasan Sabrina lengan panjang berwarna merah dan terlihat membawa koper.
Wanita dengan rambut terurai dan posturnya lebih mungil itu tiba - tiba berhenti melangkah tepat saat Jonson ingin melangkah maju.

Kemudian Jonson yang tertatih karena ia merasakan pusing di kepalanya serta kecapean juga, ia pun meletakan tas nya dan memegang pagar sambil memejamkan matanya.

Lalu saat ia membuka matanya, kepala wanita itu berputar 180 derajat dan memandangnya dengan tatapan kosong. Wajah yang penuh koreng dan lebam terlihat, serta mulut yang kehilangan rahang bawahnya.

Berbisik " tolong sebentar saja"

#Seketika Jonson ambruk
Lalu samar -samar Jonson mendengar suara tangisan wanita yang duduk di tengah malam, ia tersadar sudah di bangku peron menuju arah tanah abang.

Ia pun bangkit dan menoleh ke arah kirinya "eh....itu siapa dan, dan kenapa aku udah disini?" gumamnya.

Lalu wanita itu menoleh kearahnya dan terlihat wajah penuh frustasi, wanita yang berpakaian seragam Sekolah menengah atas itu pun beranjak dari tempat ia duduk.

"Kereta jurusan Tanah Abang tersedia di peron 1" suara dari speaker stasiun.

Jonson clingak clinguk dan ia baru sadar barang bawaanya gak ada, lalu ia juga sadar bahwa ia sudah masuk ke dalam stasiun "wait a minute, siapa orang yang udah masukin aku ke dalam stasiun ya?" gumamnya sambil menatap papan yang memperlihatkan Stasiun Bojong Indah dan dengan keadaan yang belum di renovasi
"Hah? Kok bangkunya masih besi bgini?" gumamnya.

Gadis itu mendekati ku "sedang apa kamu?" ucapnya

Aku terdiam.

#lalu

"Kyaaaa.....ada mayat!!" dari ujung peron seseorang teriak.
Aku pun beranjak dari bangku, tetapi gadis itu menahan ku.

Seketika gadis itu mengeluarkan air mata darah dan "hehehe ketahuan ya?" senyumnya yang menyeringai sampai kuping.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 15, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Total HororTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang