Genderuwo dan si Penjudi

3 0 0
                                        

Nama ku Reza, disini aku plesetin semua yaa....nama nama dengan tokoh dari kejadian aslinya. Sebab privasi, juga aku menjaga kisahnya tetap ada.
25 Januari di tahun 2025, aku sedang bersiap siap untuk menuju acara event cosplay yang di adakan dekat stasiun Daru.
Yaaa.....di pukul 14:00 aku yang di kereta mengechat dua teman ku, sebut saja Dapoy dan satu lagi Rezel.
Di pukul 15:00 waktu mepet sekali, aku pun bertemu Rezel di depan stasiun Daru. Beberapa crew dari acara itu mengajak ku untuk naik carter gratis yang di sediakan oleh even organizernya agar mengantarkan ke lokasi acara.

Bagian acaranya saya potong saja ya.
Setelah aku tampil menggunakan Kostum Robot ku, disitulah aku mendapatkan gambaran ke depan setelah melihat teman ku Dapoy.
Dan kemudian saatnya pengumuman pemenang, dan aku pun mendapatkan salah satu dari katagorinya. "Zaa, nginep rumah gue aja yuk?" ajak Dapoy, "rumah lu jauh gak dari stasiun? Dan lu liatkan bawaan gue banyak" ucapku.
"Gak apa apa, sekalian mau buat sesuatu dirumah" jawab Dapoy.

Aku pun mengiyakannya, lalu setelah perjalanan panjang menuju rumah Dapoy di wilayah dekatn Tenjo.
Aku sedikit kelelahan, "nanti lu tidur di kamar depan ya za" Dapoy sambil memotong bagian bagian eva foam untuk ia jadikan topeng karakter tokusatsu favoritnya.
Waktu menunjukan pukul 00:00, aku dan Dapoy pun masih berbincang mengenai kostum untuk plaining kedepannya.
Mata ku sudah 5 watt dan Dapoy pun sama, "zaa tidur yuk udah malem juga" ucapnya. Aku pun keluar dari kamar Dapoy dan menuju kamar depan yang sudah ia sediakan untuk ku.
Tiba - tiba kepalaku pusing, aku pun hendak meminta obat peredah kepada Dapoy.
Ia pun mencarinya, saat ku kedapurnya tiba - tiba "ttttkkktktk....Toke Toke Toke" suara nyaring dari hewan melata yang ku lihat besar sekali di dinding dapur. Sontak aku berlari dan segera memberi tahu Dapoy "ada Tokek gede amat....?!!" ucap ku. "Sudah biasa kok, tidur udah malem juga" Dapoy yang malas beranjak dari ranjangnya.
Lalu aku pun segera masuk ke kamar depan untuk bersiap siap beristirahat.

Saat ku ingin memejam kan mata ku, lampu kamar yang mulai redup. Dan seketika aku membuka mata tetapi tubuhku tak bisa digerakan, lampu kamar pun redup dan tak ada cahaya.
Muncul sosok besar hitam di depan ku, dengan geramannya.
Aku terus membaca ayat suci di dalam hati, makhluk itu menatap ku tajam dengan mata lebarnya.
Sosok itu mirip Gorila, tiba - tiba saja aku mengantuk.
Dan..... Makhluk itu mulai mendekati ku, "jleb" tubuhku seperti melayang.

"Uhuk uhuk" aku tersadar dan melihat sekitar, " di...dimana ini, hah bukannya ini di depan rumah Dapoy" aku menoleh kekanan dan kekiri.
Langit yang di selimuti lembayung dan di belakang ku adalah pohon rambutan depan rumah Dapoy.
Aku pun mulai berdiri dan melihat keadaan sekitar sepi bagaikan kondisi setelah hujan.
Disitu aku mulai bingung dan bergumam " jalan rayanya kok menghilang?" menatap kedepan yang terlihat hanya kebun kosong.
Aku menoleh ke samping, rumah Dapoy pun juga ikut menghilang.
Hanya terlihat lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar.
"Snif snif....bau apa ini?" gumam ku sambil mengendus aroma sekitar, aku pun melangkah. "Apa itu kan kemeyan?" aku melihat sesajen di bawah pohon rambutan. "Srek srek" suara langkah kaki seseorang mendekat, aku pun bersembunyi di semak semak.
Lelaki paruh baya muncul sambil merapal mantra "Kuloo....(maaf tidak bisa di teruskan, takut ada ucapan yang terlarang)" lelaki itu mendekati sesajen.
Dan seketika asap tebal menyelimuti sekitar, aku pun memejamkan mata karena mata ku perih terkena asap.

Seketika tanganku mengusap mata, dan aku pun mulai berdiri.
Saat aku membuka mata, "grao!!" makhluk besar itu di depan ku.
"Arggghh!!" aku berteriak dan terjatuh diantara semak semak.
Tak lama kemudian aku pun tersadar dan membuka mataku, "orang gila....orang gila" suara anak-anak kecil yang menyoraki seorang wanita yang berpenampilan lusuh.
Anak-anak itu melewati ku, "hei...." aku memanggil anak-anak itu tetapi mereka mengabaikan ku.
"Pergi!!!!" wanita itu mengamuk dan mengusir anak-anak itu. Lalu iya mengambil kerikil untuk mengusir anak-anak itu.
"Mbok Hanum ngamuk, ayo kita pergi!!" ujar salah satu anak.
Mereka pun bubar, setelah itu aku mengikuti wanita lusuh yang bernama mbok Hanum.
Ia seperti tak melihat ku, ia melangkah ke sebuah batang pohon dengan gundukan tanah.
Mbok Hanum sambil menangis "kang...mengapa kau pergi meninggalkan ku dan Darsih anak kita" sambil ia bersujud di atas gundukan tanah itu.
Lalu muncul makhluk besar yang membuat ku tak sadar kan diri tadi, aku pun kaget tetapi tubuh ku kaku tak mau bergerak.
"Kamuu....kamuu, Genderuwo... Milik siapa??!!! Cukup!!! Kamu meneror keluarga ku, sampai suami ku meninggal. Pergi kau bedebah!!" mbok Hanum sambil melemparkan tanah ke arah Genderuwo itu.
Seketika Genderuwo itu menghilang, dan isak tangis mbok Hanum semakin menjadi.
Tubuhku perlahan bergerak, aku pun ingin melangkah tetapi pundak ku tertahan sesuatu.
Saat aku menoleh kebelakang "graooo!" Genderuwo itu berada tepat di belakang ku. Aku pun seketika ambruk.

Aku kembali tak sadarkan diri tubuhku seperti melayang.
Sebuah gambaran seperti adegan terlintas di alam bawah sadar ku.
"Aku...muak dengan mu kang Sarman!! Tiap hari mabuk mabukan dan berjudi. Aku istri mu, kang!!" ucap wanita yang mirip mbok Hanum tetapi sedikit lebih muda.
"Halah!! Kau bisanya mengeluh saja, apakah kau tau hutang hutang ku dengan juragan Tarno!!'' lelaki yang bernama Sarman itu mengamuk sambil menunjuk ke wajah istrinya itu.
" Kau memang manusia biadab Kang, bertobatlah....sebelum Tuhan mengazab mu. Kau juga sudah lupa....hiks hiks aku sedang mengandung 8 bulan calon darah daging mu.....!!" ucap Wanita itu.
"Itu bukan anak ku....Hanum!!! Kau sudah bersetubuh dengan Genderuwo itu.....dan kau bukan istri ku lagi, aku kesini hanya untuk mengambil sertifikat tanah rumah ini agar dapat membayar hutang ku dengan Juragan Tarno" ucap Sarman dengan wajah penuh amarah.
"Apa!!! Kau benar benar kejam...kang, kau tak sadar. Ini semua karena ulah mu yang memanggil makhluk itu agar dapat membantu mu dalam perjudian....kau binatang, kau korbankan keperawanan ku demi kepuasan mu saja" Wanita itu dengan wajah penuh air mata.

"Plak!!" Sarman menamparnya sampai wanita itu pun tersungkur.
"Huuuu huuu...biadab kau SARMAN!!!" Wanita yang merintih sambil mengelus perutnya, sedangkan Sarman pergi meninggalkannya dengan membawa sebuah sertifikat di tangannya.
Dan wanita itu dengan tertatih bangkit, saat ia ingin berdiri.
Ia mengeluarkan darah dari selangkangannya "Tuhan....tolong azab dia!!" wanita berteriak dan seketika suara bayi pun terdengar.
Sesuatu keluar dari selangkangannya, "owe owe..." lalu wanita itu terjatuh kembali.

Lanjut Part 2 nya nanti

Total HororTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang