Alleta duduk dimeja makan menyaksikan sang suami yang kini tengah berkutat dengan berbagai bahan untuk membuatkan sarapan mereka berdua, dengan sesekali tersenyum melihat ia begitu rupawan pagi ini.
"sayang bisa bantuin aku sebentar, aku mau cuci tangan dulu"
"oke, ini tinggal dihidang kan aja?" tanya ku saat pak Arka mulai berjalan kearah kamar mandi yang ada di dapur
"hmm" jawab Arka dengan pelan
"dih jawab cuman hmm doang, apa dua sariawan ya?" tanya ku pada diri sendiri
Setelah Arka kembali mereka pun memutuskan sarapan nasi goreng bersama sebelum berangkat kesekolah
"sayang mau berangkat bareng?" tanya Arka membuat Alleta bersemu
"a-ah e-emang b-boleh ya bi?" jawab Alleta terbata karna masih belum terbiasa
"ya boleh lah siapa yang bakal ngelarang kita? Hmm "
"gimana kalo ada yang liat kita?" tanya ku lagi mencoba meyakinkan diri agar tidak terjadi sesuatu yang tak di inginkan
"gak papa, nanti aku sendiri yang menjelaskan nya"
"huft, baiklah"
"yaudah yuk siap siap dulu"
Aku hanya menganggukan kepala saat di ajak bersiap siap dan pergi kesekolah bareng pak Arka, rasa nya canggung meski bukan pertama kalinya bersama pak Arka tapi kini beda situasi apalagi dia sekarang adalah suami ku, ahh kata suami membuat ku kembali bersemu
"ehh kamu sakit? Pipi kamu merah loh sayang"
"kamu gak usah sekolah aja ya kalo lagi sakit" pak Arka panik melihat ku mulai memerah
"e-enggak ko bi, cuma panas aja suasana nya" jawab ku asal
"syukur deh kalo kamu gak kenapa napa" ucap nya lagi sambil mengelus kepalaku
Tak lama ia membukakan pintu mobil untuk ku dan menyuruh ku duduk di samping kemudinya, setelah aku duduk ia pun masuk dan mulai menjalankan mobilnya menuju kesekolah bersama.
"kenapa gelisah gitu?" tanya nya lagi sambil mengelus tangan ku
"enggak ko bi, cuma sedikit sakit pinggang sama sakit perut aja" jawab ku jujur
"loh kenapa?"
"mungkin mau dateng tamu bulanan"
"dimana yang sakitnya, di sini?" ia mengusap perut ku dengan perlahan
"heem, tapi gak papa lah bi udah mendingan ko, makasih ya"
"kalo nanti masih sakit istirahat aja di uks, mau di temenin?"
"a-ah gak usah nanti yang lain bisa ngira yang enggak enggak lagi"jawab ku mulai ragu
"emang nya kenapa kalo ada yang ngira kita melakukan hal itu, kamu mikir kesana ya?" Arka mulai menggoda Alleta yang makin panik
"ehh siapa yang mikir gitu"
"hahaha yaudah gak papa sayang, sekarang masih sakit gak perut nya?"
"udah mending bi"
Tangan kiri nya masih terus mengelus perut ku sedangkan tangan kanan nya masih memegang setir dan mengemudi menuju sekolahan, ahh terasa geli dan banyak kupu kupu di dalam perut meski bercampur dengan rasa sakit
"udah sampe loh sayang, mau di anter ke uks dulu?" tanya pak Arka dengan nada lembut
"gak usah bi aku ke kelas aja ya"
"yaudah hati hati ya sayang, jangan makan sembarangan takut nya makin sakit perut"
Aku hanya menganggukan kepala sebagai jawaban dan tersenyum hangat, saat hendak keluar dari mobil ia menahanku sembari mengerecutkan bibir nya
'lah ko manja gini sih' ucap ku dalam hati
"kiss nya belum" ia kembali merubah ekspresi wajah nya
Aku mengecup kening dan kedua pipinya setelah nya pergi keluar sambil dengan bersemu, sesekali aku mengusap dan menepuk wajah agar tidak terlihat sebersemu itu
"ahh sial, bisa bisa nya gue baperan gini"
"lo kenapa ngoceh sendiri?" Gio berhasil membuat ku terperanjat kaget
"ngagetin aja bang" ucap ku mengelus dada
"tadi liat di parkiran keluar dari mobil nya pak Arka abis itu gue ikutin lo ehh tau tau malah ngoceh sendiri"
"jangan keras keras ngomong nya elah, nanti kalo ada yang denger gimana" aku panik saat ia mulai membicarakan masalah pak Arka
"haha takut banget ya ketauan sama yang lain?"
"jelas lah bang apalagi gue masih sekolah disini"
"iya deh iya yang udah punya suami"
"ish gak usah di perjelas" aku berlari menuju kelas sambil menutupi wajah
Setibanya di kelas aku mulai memijat pinggang sesekali mengelus perut yang masih terasa sakit, matahari semakin menunjukan cahayanya dan siswa siswi pun mulai berdatangan kedalam kelas begitu pula dengan Maudy dan Nara
"moring Leta"teriak Maudy dan Nara dari arah luar
"moring too" jawab ku seadanya
"lesu amat lo pagi pagi" Maudy kembali berucap setelah duduk di samping ku
"pms gue"
"ohh pantesan keliatan bad mood banget" Nara menganggukan kepala nya sambil berucap
"ya begitulah kira kira"
Jam pertama dimulai dengan pelajaran sastra, muka Alleta kini mulai pucat karna menahan sakit membuatnya tidak pokus dengan pelajaran hari ini
"Alleta kamu sakit?" tanya pak Arka membuat ku menjadi sorotan utamanya
"e-eh cuman pusing dikit ko pak"
"mending istirahat di uks aja, dari pada makin sakit" terlihat ia begitu khawatir kepadaku
Arka sedari tadi memperhatikan Alleta yang bergak gerlisah menahan sakit membuat nya tidak tega menyaksikan istri mungil nya terus terusan memegani perut dan terlihat begitu pucat
"baiklah pak, kalo begitu saya ijin istirahat di uks" ucap ku saat pak Arka terus menatapku dengan raut wajah khawatir
Arka hanya menganggukan kepala sebagai jawaban, setelah nya Alleta pergi ke uks dengan berjalan sedikit terhuyung melewati koridor yang sepi karna masih jam pelajaran, namun baru setengah perjalanan ia merasakan pusing yang membuat nya hampir terjatuh, Alleta merasakan tubuhnya terangkat dan di bawa berlawanan arah menuju uks
"kita pulang aja ya sayang, aku takut kamu kenapa napa kalo istirahat di uks" ucap pak Arka sambil menggendong bridal style menuju mobil nya
Aku terlalu pusing bahkan untuk menjawab nya pun terasa berat, aku hanya pasrah mengikuti langkah nya menuju mobil yang tadi kami gunakan pergi kesekolah, di perjalanan pak Arka terus melirik ku tangan kirinya pun tak henti mengusap perut rataku
"kita ke apart aja ya lebih deket soal nya, gak papa kan?" ucap nya lagi sambil terus mengusap perut ku
"iya bi gak papa, tapi nanti kamu kesekolah lagi gak?" tanyaku sembari memejamkan mata
"kayak nya iya deh, tadi aku lupa ijinin kamu ke guru piket sekalian ngambil barang yang ketinggalan disekolah"
"ohh yaudah deh"
Ketika sampai di lobi ia menuntunku masuk kedalam lift menuju kamar nya, ahh bukan bukan hanya kamar nya sekarang melainkan kamar kami, sungguh hal yang tak perpikir sebelum nya
"nanti kamu boleh ganti pin nya kalo udah gak sakit lagi perut mungil nya"
Aku terkekeh mendengarnya, setelah membuka pintu kamar ia menyuruh ku membaringkan tubuh dan ia pergi mengambilkan air hangat agar tidak terlalu sakit
"kamu istirahat ya sayang, aku gak bakal lama ko" setelah mengucapkan itu ia mengecup kening ku agak lama
"nanti aku aja yang belanja bulanan nya ya, kalo ada yang kurang nanti kita beli lagi"
Aku menganggukan kepala dan mulai memejamkan mata saat ia berdiri dari duduk nya serta mulai berjalan keluar kamar, terasa berat mataku membuat ku tertidur nyenyak
KAMU SEDANG MEMBACA
ALLETA ALVENA
Teen FictionKegabutan diwaktu libur semester "she is mine and she is my little wife" "gak masalah kamu gak mau balikan sama aku, tapi biarin aku jadi singa buat lindungin kamu" "gue gak butuh singa,karna gue bisa jadi landak tanpa bantuan lo" "he's mine bitch"
