Setibanya di sekolah, aku memilih bergambung dengan Maudy dan yang lain nya serta ikut saling bertukar jawaban satu sama lain menanyakan hal sulit di mengerti oleh kami, Nara orang yang paling sering bertanya hal konyol membuat kami mendapatkan hiburan tersendiri jadi nya.
"kalian kenapa sih, gue tuh nanya malah di ketawain" Nara berucap seolah ia tidak salah
"iya gue tau lo nanya tapi pertanyaan lo konyol Ra, masa iya lo nanya biji semangka bisa di buat sup atau engga sih, itu pertanyaan menyimpang dari pembahasan kita" jawab Maudy kesal sendiri
"ya kan gue cuma penasaran aja"
"emang kalo semisal nya bisa, lo mau nyobain?"
Mereka terus berdebat membuat ku dan yang lain nya pusing mendengarkan hal tidak masuk akal dan sungguh unfaedah.
Hari terus berlalu dengan cepat membuat ku semakin sibuk karna ujian ku tinggal 1 mingguan lagi selesai, kali ini jam istirahat di ruangan ku lebih awal, membuat aku semakin bosan karna berbeda kelas dengan Maudy dan Nara.
"lah udah tanggal 14 aja anjir, berarti besok dong, bisa bisa nya gue lupa dan belum nyiapin apa apa dong sekarang"
Aku yang terkejut pun sontak melihat sekeliling saat ada yang memanggil nama ku entah dari arah mana membuat ku tidak berhenti mencari keberadaan nya itu
"woyy Alleta lo ngapain celingak celinguk sendirian?" tanya Maudy sambil berjalan kearah ku
"tadi gue kira ada yang manggil gue, tau nya cuma salah denger" jawab ku seadanya
"ohh gue kira ada apaan" aku hanya menggelengkan kepala saat Maudy kembali bertanya
Sepertinya hari ini setelah selesai ujian aku harus langsung pulang dan menyiapkan segalanya keperluan yang di butuhkan, aku juga harus menjemput pesanan ku minggu lalu.
Di perjalanan pulang aku melihat sebuah toko pakaian yang membuat ku berhenti sebentar untuk membeli sesuatu yang seperti nya akan aku butuhkan nanti, dengan bimbang aku memilih hingga pada akhir nya aku membeli 2 pakaian berbeda warna
"beli yang mana ya?"
"yang hitam cocok sih di kulit gue"
"tapi yang krem juga bagus lucu"
"ahh yang mana ya"
Aku frustasia sendiri memilih, membuat ku mengambil kedua nya dan langsung membayar tanpa berpikir mencari yang lain nya
"udah lah bodo amat, nanti pake yang mana aja yang pas di badan gue" aku melemparkan paper bag itu kedalam mobil yang aku kenakan
"berarti sekarang jemput kue nya dulu, baru pulang" ucap ku menuju toko kue langganan kami
Aku menyusuri jalan yang jauh dari hiruk pikuk perkantoran, jalan nya memang lumayan jauh dari rumah namun aku tetap menempuh nya saat tau jika pemilik toko sedang mengandung.
"semoga aja nanti pak Arka suka sama kue nya" monolog ku sembari terus menyusuri jalan yang lumayan sepi
Hingga tibalah di sebuah toko berwarna putih yang cukup luas, disana juga terdapat taman untuk para coustemer menunggu pesanan nya, aku di ijinkan masuk oleh para pegawai disana dan menyambut ku dengan ramah.
"maaf ya tidak bisa mengantarkan kue nya, jadi harus kamu yang kesini deh jadi nya" ucap pemilik toko yang bernama Shintia
"tidak masalah kak, lagian saya juga tidak kerepotan ko hanya untuk menjemput kue" jawab ku sambil melihat pesanan yang kini telah di siapkan oleh mereka
"terima kasih sudah membuatkan kue pesanan saya, kalo begitu saya pamit pulang ya kak"aku berpamitan setelah membayar kue itu
Aku kembali kerumah untuk menyiapkan yang lain nya, dan membuat banyak masakan untuk pak Arka makan malam serta untuk di bagikan kepada para pembantu dan juga penjanga hingga tetangga dekat rumah ku
KAMU SEDANG MEMBACA
ALLETA ALVENA
Novela JuvenilKegabutan diwaktu libur semester "she is mine and she is my little wife" "gak masalah kamu gak mau balikan sama aku, tapi biarin aku jadi singa buat lindungin kamu" "gue gak butuh singa,karna gue bisa jadi landak tanpa bantuan lo" "he's mine bitch"
