Aku duduk menghadap pak Arka yang kini masih terus merasakan mual, membuat ku merasa kasihan karna ia di ajak pergi kerumah sakit pun menolak dengan alasan jika ia hanya masuk angin, dan banyak alasan lain nya agar ia tidak pergi kesana.
"kamu beneran gak papa bi? Mending kerumah sakit aja ya takut nya nanti makin parah loh" ajak ku untuk kesekian kali nya
"iya aku gak papa ko sayang, lagian ngapain kerumah sakit kalo obat nya masih kamu" ucap nya membuat ku bersemu antara kesal dan malu
Ahh sudah lah rasanya sia-sia jika harus terus memaksa nya agar pergi kerumah sakit, hari mulai malam dan kami belum makan apa pun sejak tadi sore sehingga membuat ku merasa lapar, bahkan meski sudah memakan banyak cemilan namun tetap saja lapar, akhir nya aku memilih membeli makanan melalui aplikasi dari pada memasak karna pak Arka yang memang tidak mengijinkan ku memasak.
"apa mereka sudah pulang bi?" tanya ku pada pak Arka yang hanya menggelengkan kepala nya
"yaudah kita turun aja sekalian makan malam bersama bareng mereka, kapan lagi kan kita makan bersama seperti ini" ajak ku dan di angguki oleh nya
Setibanya di ruang keluarga aku melihat mereka sedang bermain dan sesekali bercanda, mereka sudah berganti pakaian mungkin membeli atau memang mereka membawa baju ganti sebelum nya.
'semoga pirasat ku tidak salah kali ini, aku mau jika memang benar ada ijinkan aku merewat nya dengan baik agar aku menyempurnakan dan memenuhi keinginan nya kali ini' ucap ku dalam hati
"mereka anteng banget ya sayang" pak Arka berjalan di samping sembari menggenggam tangan ku
Kami duduk di sofa dan menyaksikan mereka yang sedang bermain ular tangga, banyak permainan yang mereka lakukan hingga tidak menyadari kedatangan kami.
"ahh sayang aku kalah lagi hiks" adu Maudy kepada Brian
"hahaha Maudy lemah" Kinara tertawa lepas melihat Maudy yang terus kalah
"udah bunny kasian Maudy nya kalo kamu ledekin terus" ucap Gio kepada kinara
"ahh udah panggilan sayang nya ya" kini giliran Maudy yang meledek Kinara
"tuh kan kamu liat Maudy tuh nyebelin banget aslinya" kini Kinara yang merajuk kepada Gio
"utututu bunny nya Gio" Maudy semakin meledek Kinara
Brian yang menyaksikan itu pun gemas sendiri dengan tingkah sang istri yang terus mengerjai teman nya, ia menarik Maudy dan mendekap nya dengan erat sesekali mengecupi seluruh wajah nya membuat Maudy geli dan tertawa terbahak-bahak, sedangkan Kinara masih terus di rayu Gio supaya tidak marah kembali. Arthure yang menyaksikan semua kebucinan itu memilih pergi dan duduk di samping Alleta dan Arka.
Pak Arka yang menidurkan kepalanya dan menjadikan paha ku untuk ia tidur pun mengusap perut rata ku, ia sesekali berbisik entah pada siapa namun terdengar sangat lucu nada bicaranya, seperti sedang merayu anak kecil agar ia tidak rewel.
"nyesel sebenernya gue ikut kesini, tapi gimana lagi masa lo berdua disini gue sendirian di kantor polisi dengerin mereka di introgasi" ucap pak Arthure
Saat hendak menjawab terdengar bunyi bel berbunyi, pak Arka dengan tidak berperasaan menyuruh pak Arthure melihat siapa yang datang
"Thure dari pada lo curhat disini mending lo liat siapa yang dateng"
"sialan lo, makin lama makin seenak nya aja sama gue"
"buruan Arthure" teriak pak Arka sambil melempar bantalan kursi kearah pak Arthure yang sedang berjalan
"sabar ya allah, lo nyuruh gue udah ke ngusir anak tetangga"
Ketika tiba di depan pintu Arthure terkejut seorang wanita cantik kini tengah memegang plastik makanan.
"ehh siapa ya?"
"saya mau mengantar makanan, apa benar ini rumah keluarga Alhanan?" tanya wanita itu dengan suara lembut
"iya benar, tapi saya liat anda tidak seperti tukang go food pada biasanya"
"ahh sebenarnya saya sekalian saja lewat karna dan para pekerja saya sedang sibuk jadi saya yang mengantar nya"
"ohh baiklah, boleh saya bertanya lagi?"
"iya mau nanya apa?"
"udah punya suami?"
"belum sih kalo suami"
'asik dapet jodoh juga gue' batin Arthure
"tapi kalo tunangan udah punya"
Arthure langsung berbalik dan pergi tanpa berucap lagi, sudah lah mungkin jodoh nya pak Arthure itu salah satu pembaca kesayangan author soalnya sama, sama-sama cari jodoh hhe.
"makan tuh makanan" ucap Arthure menyimpan semuanya dimeja
"yaudah kita makan dulu" ajak ku pada yang lain nya
Pak Arka duduk di sampingku sambil memakan chiken dengan lahap membuat ku tersenyum, setidak nya ia tidak merasakan mual ketika makan kesukaan nya kali ini
"makan yang banyak ya bi, biar nanti gak sakit perut nya" ucap ku sembari mengelus tangan nya
"hmm" jawab nya dengan mulut penuh
Kami semua makan dengan lahap, hingga lagi-lagi pak Arthure terilihat sangat menyedihkan karna semua orang saling menyuapi kecuali dia yang selalu sendiri.
"ini jodoh ku tinggal dimana ya allah, mau di susul aja deh gak kuat lama-lama gini mulu" pak Arthure berucap dengan nada yang sangat menyedihkan
"sabar pak, sini duduk aku suapin" ucap ku sambil menyuruh nya duduk di samping ku
"sayang kenapa nyuruh dia sama kita" rengek pak Arka
"gak papa latihan jadi ibu yang baik buat anak kita nanti bi"
"tapi jangan dia juga sayang"
"tapi aku mau nya dia loh ish" rayu ku yang tiba-tiba ingin memanjakan pak Arthure
"baiklah tapi hanya kali ini saja ya"
"aku tidak bisa janji" ucap ku dengan jurus aigo andalan ku
"baiklah aku mengalah"
"yeayy"
"sini pak kita makan"
Sekarang aku seperti seorang ibu yang memiliki dua anak kembar karna mereka sangat manja dan saling bertengkar hal sepele.
"ish Arka kan sekarang giliran aku yang makan kenapa kamu ambil lagi"
"Arthure menyebalkan sayang ish"
Mereka sama-sama merengek membuat ku heran sendiri, Maudy, Kinara, Gio dan Brian pun hanya diam menyaksikan perdebatan mereka yang seperti anak kecil, Brian sungguh tidak menyangka kedua teman nya itu akan sangat menjijikan sekarang, bagaimana tidak mereka sangat manja tidak menyadari jika tubub mereka itu sangat kekar.
"sudah-sudah jangan berantem lagi ya, Arka juga jangan ambil bagian Arthure ya sayang" ucap ku mengelus rambut nya
"ish baiklah"
Akhirnya kami melanjutkan makan meski dengan sedikit drama yang terus bermunculan baik dari kami maupun dari yang lain nya, membuat ku merasa sangat senang karna kehadiran mereka yang menghilangkan beberapa pikiran yang mengganggu ku akhir-akhir ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALLETA ALVENA
Fiksi RemajaKegabutan diwaktu libur semester "she is mine and she is my little wife" "gak masalah kamu gak mau balikan sama aku, tapi biarin aku jadi singa buat lindungin kamu" "gue gak butuh singa,karna gue bisa jadi landak tanpa bantuan lo" "he's mine bitch"
