Chaeryeong menggeliat, sesaat kemudian menyadari ada sebuah tangan yang melingkari pinggangnya. Matanya menatap sang adik yang ternyata memeluk Chaeryeong dalam kondisi masih tertidur.
Um ... Chaeryeong juga memeluk Sunoo, sih.
Jadi mereka berdua tidur berpelukan. Uwu ngga tuh.
Yang lebih tua mematikan alarm dan melihat jam, pukul setengah lima pagi. Kemudian menepuk-nepuk pipi Sunoo. "Sean, bangun."
Tidak ada balasan.
Chaeryeong menyingkirkan tangan Sunoo dari pinggangnya setelahnya duduk. Dia menggoncang tubuh Sunoo beberapa kali. "Sean, ayo bangun. Udah jam setengah lima. Kita check out jam setengah tujuh, loh."
"Heem."
"Jangan cuma heem-heem aja! Ayo bangun!" Chaeryeong akhirnya turun dari kasur, kemudian memegang kaki Sunoo dan menyeretnya pelan turun dari kasur.
"Ihh, jangan gitu." Sunoo mengigau. "Nanti jatuh."
"Gue jatuhin beneran, mau?"
"Huum."
Bruk.
Tubuh Sunoo jatuh terduduk di lantai.
"Aduh ..." Sunoo menggerutu. Dia membuka matanya yang terasa lengket. Menatap sekeliling dan menyadari bahwa dirinya terduduk di lantai. "Kok gue bisa di sini ..." gumamnya bingung.
"Tadi minta dijatuhin, ya udah."
Sunoo mendongak, menatap sang kakak yang berkacak pinggang.
"Cepet shalat, mandi. Habis itu siap-siap check out."
***
Tepat pukul dua belas siang, Chaeryeong dan Sunoo sampai di rumah sang kakek nenek.
"ARLEEEYY! SEAAANN!"
Dan mereka disambut teriakan sang sepupu. Mereka berdua turun dari mobil, melambai pada Dita dan Lily yang duduk di teras.
Lily dengan segera menghampiri kakak beradik itu. Memeluk Chaeryeong erat. "Uuuhh! Gue kangen banget sama lo!"
Hmph ... mungkin sudah dua tahun dia tidak ke sini karena sang ayah yang selalu mudik kemari?
"Gue juga kangen." Chaeryeong membalas pelukan Lily, sebelum melepaskannya. "Yang lain mana?"
"Lagi pergi. Gue sama Mbak Fina disuruh jaga rumah. Jadi ya gitu."
"Mbak Fina sama Mbak Lila nggak kangen gue?" Sunoo bertanya dengan bibir dimajukan.
"Kangen, lah!" Dita bangkit dari duduknya dan berlari menghampiri ketiga saudaranya. Memeluk Chaeryeong dan Sunoo. "Tau nggak, sih, gue sepet liat muka ayah lo kalo mudik ke sini."
Mereka tertawa kecil.
Yap, sebenarnya keluarga besar ini kurang sreg sama ayahnya Chaeryeong dan Sunoo. Keluarga mereka memang memperbolehkan perceraian, namun melarang keras perselingkuhan.
Hm, seperti yang sudah pernah dijelaskan, alasan kedua orangtua Chaeryeong dan Sunoo bercerai karena ayah mereka berselingkuh.
Itu juga menjadikan alasan Chaeryeong benci sama Taehyun karena menjadikannya sebagai selingkuhan. Tidak tahukah jika Chaeryeong trauma dengan yang namanya perselingkuhan?
"Masuk, yuk ..." ajak Dita. "Di dalem ada Harry tuh."
"Ada Harry?" Wajah Sunoo berbinar. Setelahnya cowok itu berlari masuk ke dalam rumah. "HARRRYY! LO KANGEN GUE NGGAK?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sepupu
FanfictionCuma cerita sehari-hari Minho, Nakyung, Lia, Winter, Chaeryeong dan Sunoo sebagai sepupu. Juga tentang kehidupan asmara keenamnya. lokal!au
