Minho berjalan dengan tenang menuju Fakultas Ilmu Budaya setelah memarkirkan mobilnya.
Dia sudah membulatkan tekad.
Langkah kakinya semakin mantap saat melihat Minju yang sedang duduk dikelilingi beberapa orang yang dikenalnya.
Hyunjin, Jaemin, Jeno dan ...
Lah, Wina? Ngapain dia di sana? Si Jerry nempel banget lagi ke dia.
"Winwin!"
Seruan Minho membuat beberapa orang melihat sekitar.
Menyadari jika dia membuat kesalahpahaman, Minho kembali berujar, "Bukan idol. Winwin maksud gue Wina, hehe."
Ealah.
Akhirnya Minho pun sampai di tempat Minju dan kawan-kawan sedang berkumpul.
"Kak Reno ..." lirih Minju. Cewek itu berdiri. "Ngapain ke sini?"
Minho mengulum bibirnya. "Bisa bicara berdua sebentar, Maura?"
Minju menelan ludahnya susah payah. Biasanya, Minho memanggilnya dengan sebutan Rara. Tapi kenapa kali ini pacarnya itu memanggilnya Maura?
"B-boleh. Ayo."
Dan begitulah ceritanya bagaimana Minho dan Minju berada di tempat yang sepi.
"Kak Reno ... mau ngomong apa?"
"Makasih, ya."
"Makasih?"
"Buat semua kenangan yang pernah kita buat."
Ucapan Minho membuat Minju menautkan kedua tangannya, meremasnya.
"Kakak mau ngapain?"
Minho tersenyum. "Gue udah coba cara buat pertahanin lo. Tapi kayaknya semua usaha gue sia-sia karena lo udah buka hati buat Fikar."
Deg.
Jadi ... Minho tahu?
"Maaf, Kak."
"It's okay." Yang lebih tua menghela napas. "Kita mengawali kisah dengan awalan yang baik, jadi kita akhiri kisah kita dengan akhir yang baik juga, ya?"
Mata Minju berair.
"Ayo putus."
***
Berita tentang putusnya Minho dan Minju tersebar luas. Banyak yang merasa iba dengan Minho, banyak juga yang merasa kesal dengan Minju karena menyia-nyiakan cowok setampan dan sebaik Minho.
"Lo gak apa-apa, Mas?" Winter bertanya, memastikan.
"Baik, kok. Gue udah lega."
"Hng?"
Minho menoleh, menatap Winter yang kini duduk bersamanya di pojok kantin. Tenang, mereka duduk doang, kok. Nggak beli makanan apapun.
"Gue lega, Win. Beban yang selama ini gue tanggung buat jagain Maura udah lepas."
Winter menepuk-nepuk pundak Minho. "Gue tau lo kuat. Jadi ya, gue gak usah kasih kata-kata penyemangat."
Mereka berdua tertawa.
"Hubungan lo sama Jerry apa, nih?" Minho mengalihkan topik. Dapat dilihatnya jika sang adik memalingkan wajah yang sudah memerah. "Tuh, wajahnya merah tiap kali gue bahas Jerry."
"Ih, apaan sih Mas!" Winter yang salting memukul lengan Minho.
Hot sauce gipi dip that, eh
"Hp lo bunyi, tuh." Yang lebih tua berujar.
Winter merogoh sakunya dan menyalakan ponsel. Minho mengintip, penasaran siapa yang menelpon sang adik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sepupu
FanfictionCuma cerita sehari-hari Minho, Nakyung, Lia, Winter, Chaeryeong dan Sunoo sebagai sepupu. Juga tentang kehidupan asmara keenamnya. lokal!au
