Hyerin langsung menghempaskan tangan Taehyung, mendengar jawaban yang tak sesuai harapannya membuat hati Hyerin semakin terasa sesak. Tapi lagi-lagi Taehyung kembali menggenggam erat tangannya dan kembali memberi satu kecupan di punggung tangannya dalam durasi yang cukup lama.
"Kenapa kau berbicara sangat panjang seperti itu? Kau hanya perlu menjawab Aku berjanji itu sudah cukup untukku. Apa kau akan pergi meninggalkanku? Jika kau melakukannya, Aku tidak akan memaafkanmu, sungguh!"
"Huh, kau ini egois sekali sih. Dengar! Sebenarnya, aku harus pergi ke Kanada untuk mengurus beberapa pekerjaan di sana. Jadi kau harus kembali ke rumah Ayahmu, karena aku tidak akan membiarkanmu untuk tinggal sendirian di mansion. Aku tidak ingin kau mengalami kejadian seperti ini lagi, Hyerin."
Setelah mengatakannya, Taehyung hanya bisa berharap bahwa Hyerin benar-benar mempercayai alibi yang dibuatnya karena ia tidak akan mungkin secara terang-terangan berkata sengaja untuk pergi menjauh dan meninggalkan gadis itu. Sampai kapanpun Taehyung tak akan pernah sanggup untuk mengatakan hal yang sangat menyakitkan. Cukup ia saja yang menanggung segala rasa sakitnya, tapi tidak dengan Hyerin. Taehyung telah memulai sandiwara yang di buatnya.
"Kenapa mendadak sekali? Berapa lama kau di sana?"
Dewa keberuntungan sepertinya berada di pihak Taehyung saat ini, membantu untuk memudahkan langkahnya pergi menjauh dan meninggalkan Hyerin atau takdir yang tak memang tak pernah merestui mereka untuk bersama. Taehyung tersenyum lebih manis dari sebelumnya, kedua netranya menatap Hyerin yang kini enggan menatap balik ke arahnya. Gadis itu sengaja mengedarkan pandangannya. Taehyung mengelus lembut tangan Hyerin yang masih berada dalam genggamannya.
"Aku sendiri tidak tau, sepertinya aku akan menetap cukup lama. Karena pekerjaanku benar-benar sangat menumpuk di sana."
Hyerin benar-benar sangat kesal dengan Taehyung. Bagaimana bisa ia masih berucap sesantai itu? Padahal dirinya saat ini sudah sangat gusar. Membayangkan tak bertemu dengan Taehyung dalam kurun waktu yang lama membuat hati Hyerin semakin sesak, karena selama ini setiap hari ia selalu melihat presensi Taehyung yang selalu berada di dekatnya. Bagaimana bisa ia kembali ke kehidupan sebelumnya tanpa Taehyung? Pria itu sungguh sudah mendominasi diri juga hidupnya.
"Hanya itu? Kau tidak ingin berkata Akan ku usahakan untuk secepatnya kembali. Atau kalimat lain yang sejenisnya mungkin?"
Taehyung menyentuh dengan lembut dagu Hyerin, membawa gadis itu agar kembali menatap ke arahnya. Dan berhasil! Kali ini tatapan mereka bertemu. Taehyung bisa dengan jelas melihat manik Hyerin yang memerah dan berkaca-kaca, hati Taehyung kembali mencelos melihat Hyerin yang seakan enggan untuk melepasnya. Taehyung tentu juga sama seperti itu, namun mereka tetap tak bisa bersama sampai kapanpun. Jika dipaksakan, yang ada Taehyung malah semakin menggoreskan luka di hati Hyerin. Taehyung tidak ingin itu terjadi dan benar-benar ingin menghentikan semuanya.
Kali ini Taehyung mengenggam kedua tangan Hyerin, kembali memberikan kecupan lembut di kedua tangan itu secara bergantian serta memberikan usapan lembut di sana. Sungguh! Hyerin itu perempuan yang paling berharga selain Ibunya, bagi Taehyung. Lantas kedua netranya kembali menatap dalam kedua manik indah yang selalu membuatnya jatuh semakin dalam pada gadis itu.
"Han Hyerin. Berjanjilah padaku!! Kau akan menjaga dirimu dengan baik saat aku tak ada di sampingmu, pastikan kejadian ini tidak akan terulang lagi. Jika kau ingin pergi, kau bisa menyuruh Soobin ataupun Jungkook untuk mengantarmu, jangan lagi bersihkeras untuk berpergian sendiri. Jangan coba-coba mengendarai mobil, kalau tidak orang yang mendampingimu. Jangan lewatkan sarapanmu setiap pagi dan makanlah dengan baik setiap hari. Jangan tidur terlampau larut karena itu tidak baik untuk kesehatanmu. Matikan lampu utama dan nyalakan lampu tidur, agar kau bisa tidur dengan baik setiap malamnya. Apapun yang akan terjadi nanti hadapilah selalu dengan tersenyum, karena aku sangat suka senyuman itu. Apa kau mengerti?"
KAMU SEDANG MEMBACA
HEILER
FanfictionSebaik dan sekeras apapun usaha untuk menutup sebuah luka, pasti akan terlihat juga. Aksara dari labium mengalun bahwa semuanya baik-baik saja, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Tak ada yang tau seberapa dalam luka yang telah bersemayam dan tak a...
