Chapter 52

15 0 0
                                        

Hyerin terdiam, mencoba menerka maksud dari ucapan Taehyung. Mungkinkah pria itu sangat menyesal karena menganggap tidak bisa menjaganya dengan baik? Entahlah, ia masih tidak mengerti. Kini yang bisa ia lakukan hanya memeluk lebih erat tubuh Taehyung, seakan tak ingin lagi kehilangan kehangatan yang selalu pria itu berikan.

"Jangan berkata seperti itu, ku mohon! Aku sudah baik-baik saja sekarang. Bahkan aku akan selalu baik-baik saja, jika kau berada di dekatku. Sebentar lagi rasa sakit ini juga pasti akan hilang, karena penawar rasa sakitku ada di sini bersamaku. Berjanjilah untuk tetap berada di sisiku, Ryu Taehyung!"

Perlahan pelukan itu terlepas, ya benar!Taehyung melepaskan pelukannya sepihak. Jika terus seperti ini ia tidak akan sanggup meninggalkan Hyerin sekarang. Tangannya terangkat merapihkan surai Hyerin yang sedikit berantakan karena ulahnya, kemudian tatapannya terhenti saat secara tak sengaja melihat manik indah itu tengah menatap begitu lekat ke arahnya. Ia telah sepenuhnya terjatuh dalam pesona seorang Han Hyerin.

"Kenapa kau melepaskan pelukanmu? Aku masih ingin memelukmu, kau tau?"

Taehyung tersenyum lalu mengelus lembut pucuk kepala Hyerin untuk menyalurkan sebuah rasa sayang yang tak pernah ia duga akan sepenuhnya ia berikan pada gadis yang ada di hadapannya. Sungguh! Ia benar-benar sangat mencintainya!

"Hyerin-ah. Jangan seperti ini! Aku tidak ingin pelukanku menjadi candumu. Kau akan merindukannya jika aku tidak ada di sisimu. Dan aku tidak ingin hal itu terjadi, cukup bibirmu saja yang menjadi canduku. Mengerti?"

"Yak! Kau ini kenapa byuntae sekali!"

Melihat Hyerin yang tengah mengerucutkan birainya seperti itu membuat Taehyung tertawa kecil. "Aku tau kau sengaja mengerucutkan bibirmu seperti itu agar aku menciummu, bukan begitu? Kau ini memang benar-benar byuntae, Han Hyerin. Tidak, aku tidak akan melakukannya! Kau ini sedang sakit sekarang," ucap Taehyung begitu saja.

"Yak!! apa yang kau katakan? aku kan tidak punya penyakit yang menular. Aku berada di sini terpaksa karena keadaan yang seperti ini. Aku tidak akan—"

Perkataan Hyerin terhenti saat mendapati partikel lembut milik Taehyung yang mendarat tepat di atas birainya. Memberikan lumatan yang benar-benar sangat lembut terkesan sama sekali tidak menuntut, tapi apa yang dilakukan Taehyung berhasil membuat Hyerin tak kuasa untuk tidak membalas lumatan yang sangat memabukkan itu.

Tangan Hyerin menyentuh kedua tangan Taehyung yang masih berada di sisi kanan dan kiri tubuhnya, membawanya agar tangan itu memeluk pinggangnya. Kemudian setelahnya Hyerin membawa tangannya sendiri untuk mengalung di ceruk leher milik Taehyung.

Taehyung terus melumat, mengecap, dan memberikan gigitan kecil pada bibir Cherry yang selalu menjadi candunya. Taehyung terus memperdalam ciumannya. Namun di sela pejaman netranya, bayang-bayang itu kembali menghantui. Dan berhasil membuat likuid bening itu kembali mengalir dari pelupuk matanya. Pertahanannya sudah benar-benar hancur saat ini, ia telah sepenuhnya menjadi pria lemah jika di hadapan Hyerin.

Sedangkan Hyerin yang menyadari Taehyung kembali menangis, melepas tautan bibirnya dengan pria itu. Dahi mereka menyatu, hidung mereka saling bersentuhan, dan keduanya bisa merasakan deru nafas yang sama-sama memburu. Hyerin dan Taehyung sama-sama tenggelam dalam tatapan yang mereka berikan.

Hyerin sangat yakin ada sesuatu yang terjadi pada Taehyung saat melihat likuid bening itu terus mengalir membasahi kedua pipinya. Hati Hyerin seakan ikut merasakan apa yang tengah Taehyung rasakan. Melihat Taehyung yang sangat berbeda seperti ini sangat menyesakkan bagi Hyerin. Ditambah Hyerin sama sekali tidak mengetahui apa penyebab pria itu menangis. Tangan Hyerin beralih menyentuh wajah tampan Taehyung, ibu jarinya bergerak menghapus jejak air mata itu agar berhenti membasahi kedua pipi prianya. Bolehkah Hyerin berkata seperti itu? Memberikan klaim bahwa Taehyung adalah prianya. Miliknya.

HEILERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang