Sudah hampir satu bulan lamanya, Taehyung menghindari Hyerin. Bahkan Taehyung sampai mengosongkan mansionnya dan tinggal di sebuah apartemen agar Hyerin tak menemukan keberadaannya. Bukan hanya itu ia juga memblokir segala akses yang memungkinkan Hyerin untuk menghubunginya. Sungguh Taehyung sudah benar-benar ingin pergi menjauh dan menghindar dari segala hal tentang Hyerin.
Taehyung menyandarkan tubuhnya yang terasa sangat pegal di sofa ruang tengah apartemen, karena seharian penuh ia terus berkutat dengan pekerjaannya. Taehyung mencoba untuk memejamkan netranya, tapi lagi-lagi bayang-bayang Hyerin terus muncul dalam benaknya. Setiap kali Taehyung terpejam, maka itu ah yang akan terjadi.
Dan hal itu pula yang membuat Taehyung kehilangan banyak waktu tidurnya akhir-akhir ini. Hyerin selalu memenuhi pikirannya dan selalu muncul di dalam benaknya. Sebenarnya Taehyung sangat merindukan Hyerin, dan itu sama sekali tidak di ragukan lagi. Tapi ia harus bertahan dengan keputusan bodoh yang diambilnya, ya Taehyung menyesalinya. Tapi semuanya sudah terlanjur terjadi dan tak ada jalan untuk kembali.
"Akhh!!! Sial!! Han Hyerin, kenapa kau terus mengacaukan pikiranku?!" Taehyung menarik kasar surainya. Selalu seperti ini, terlebih saat ia sendirian. Seorang Ceo terkemuka itu selalu terlihat sangat kacau berantakan jika ia sedang dalam kesendiriannya. Taehyung kembali menenggak soju yang ada di hadapannya.
Atensinya teralihkan saat rungunya menangkap suara bel dari pintu apartemennya. Taehyung menghembuskan nafas kasar, lalu beranjak menuju pintu dan langsung membukanya tanpa melihat siapa yang datang lewat layar intercom yang ada di sana.
"Kenapa kau menggang—"
"Taehyung-ssi."
Taehyung kembali tersadar dan mengerjapkan kedua netranya. Meskipun Taehyung sudah menghabiskan dua botol soju, tapi ia masih sepenuhnya sadar dan tak mungkin salah melihat siapa wanita yang kini berdiri di hadapannya. Song Areum, wanita yang tiba-tiba mengajukan surat pengunduran diri dari Perusahaannya. Kini wanita itu kembali.
"Maafkan aku, Taehyung-ssi."
Mengalihkan pandangan sambil memijat kuat kepalanya yang terasa semakin berdenyut. Taehyung sebenarnya sangat kesal saat melihat wanita itu datang dalam keadaan yang sama sekali tak terpikirkan olehnya. Areum pasti tak mendengar ucapannya kala itu, jika wanita itu mendengarkannya mungkin semua ini tidak akan terjadi. Taehyung benar-benar merutuki segala kebodohannya.
*****
Hari demi hari Hyerin lewati sejak hari dimana Taehyung pergi meninggalkannya, sampai hari ini pria itu tak kunjung memberi kabar padanya. Setiap detik Hyerin selalu melihat ponselnya karena barangkali Taehyung akan menghubunginya, tapi nyatanya sudah hampir dua bulan lamanya pria itu tak jua memberi kabar. Segala macam cara sudah Hyerin lakukan termasuk mendatangi beberapa teman terdekat Taehyung, dan salah satunya adalah Namjoon. Tapi lagi-lagi pria itu mengatakan hal yang sama, bahwa ia juga belum kunjung mendapat kabar dari Taehyung yang berada di Kanada. Ya, hanya itu yang Hyerin ketahui.
Bukan hal yang mudah menjalani hidup seperti sebelum ia bertemu pria bernama Ryu Taehyung. Hyerin baru menyadari betapa berartinya kehadiran pria itu di hidupnya. Pria yang selalu membuatnya menangis, merasakan sakit, tersenyum, hingga merasakan bagaimana jutaan kupu-kupu yang berterbangan di perutnya kala itu.
Semua hal yang Hyerin lakukan berhasil membuatnya kembali teringat pada Taehyung. Termasuk saat ini. Hyerin tak kuasa menahan sesak di dadanya saat mengingat bagaimana aroma tubuh Taehyung yang menguar saat pria itu memeluk tubuhnya dari belakang ketika ia memasak. Setiap pulang kerja pria itu pasti melakukan hal yang sama, mengganggu kegiatan memasaknya dengan memeluk juga menenggelamkan seluruh wajahnya di ceruk lehernya.
Semuanya masih terekam begitu baik dalam memori ingatannya. Tangan Hyerin bergetar manakala rasa sakit itu semakin menyeruak hingga ke permukaan hatinya. Dengan liquid bening yang entah sejak kapan sudah mengalir, Hyerin memasrahkan tubuhnya pada dinding dapur dan menangis sejadi-jadinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEILER
FanfictionSebaik dan sekeras apapun usaha untuk menutup sebuah luka, pasti akan terlihat juga. Aksara dari labium mengalun bahwa semuanya baik-baik saja, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Tak ada yang tau seberapa dalam luka yang telah bersemayam dan tak a...
