SEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!!
kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update.
Blurb
Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu :) ya kali baca doang 😭😭
Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆
Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)
Spam 😈😈 untuk lanjut part selanjutnya
Raina Zanaya Ganendra
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Heppy Reading....
Vote, komen & share
______
Jam istirahat telah tiba. Seperti murid lain Rain dan si kembar juga ke kantin untuk makan siang. Seperti biasa ketiganya akan menyita perhatian banyak murid. Menyandang julukan queen bullying di Scienze cukup untuk membuat mereka menjadi bahan omongan di waktu senggang para murid.
Mereka memutuskan untuk duduk di meja paling pojok ruangan, memang sedikit jauh untuk membeli makanan, tapi Rain menyukainya karena meja itu lebih tenang dari kebisingan.
"Lo tunggu disini biar gue aja yang beli makan. Mau gue pesen apa?" Rain hanya mengangkat bahu sebagai jawaban.
Setelah Mesha pergi, Rain merebahkan kepalanya di atas lipatan tangan di meja. Tanpa orang di sekitarnya sadari Rain meremas perutnya yang perih dan sakit. Sesekali mulutnya mengeluarkan ringisan kecil.
"Masih ada yang sakit Rain?" tanya Nesha mendekatkan kursinya dan tangannya terulur mengusap rambut panjang Rain.
Rain dengan cepat mengangkat kepalanya dari meja dan menengok ke arah Nesha. "Sakitnya dikit doang kok," Jawab Rain sambil merapikan rambutnya.
"Makanan datang bestie!" teriak Mesha membawa nampan makanan dan diikuti salah satu ibu kantin yang ikut membantunya.
Setelah menurunkan semua makanan dimeja Mesha ikut duduk bergabung. "Gue beliin lo nasi goreng tapi gak pedas dan teh hangat juga susu vanilla." Mesha berujar dengan mendorong seporsi nasi goreng dan teh juga susu kedepan Rain.
"Makasih," balas Rain dan segera memakan makanannya, karena memang dirinya butuh untuk menghilangkan rasa perih di perutnya.
"Gue dengar nih si lampir kemarin kena bola basket sama ketos," celetuk Nesha tiba-tiba, sebagai pembuka obrolan.
"Jadi kangen main sama dia. Lo tau dari mana Nesh?" tanya Mesha kepada kembarannya dengan menyuapkan kentang goreng kedalam mulutnya.
"Gue di kasih tau sama Naila, teman kelas dia yg kayaknya juga ada masalah sama si lampir," jawab Nesha dengan tatapan yakin atas penduganya.
"Kalian bisa stop dulu buat bahas cewek sialan itu. Gue lagi gak mood," ujar Rain tajam dengan tangan mencengkeram sendok erat.
"Maaf Rain gue gak maksud bikin lo kesal." Memang si kembar sangat tahu bagaimana besarnya Rain membenci gadis itu.