Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu. Zee_agt
komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)
Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya.
Heppy Reading....
Vote, komen & share
_____
Pada malam yang sangat dinanti-nantikan, acara prom night SMA Scienze diadakan dengan megah dan mewah di sebuah rooftop restoran bintang lima. Meskipun mungkin terasa berlebihan bagi sebagian orang, terutama untuk sebuah acara perpisahan siswa SMA, namun di SMA Scienze, itu adalah norma yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi tahunan.
SMA Scienze dikenal karena memiliki siswa-siswa dengan latar belakang ekonomi yang sangat elit. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa acara ini dipandang sebagai kesempatan untuk merayakan prestasi dan kemewahan. Semua siswa yang tadi siang telah mengenakan toga wisuda diwajibkan untuk datang, tidak ada pengecualian.
Menyebalkan! Sejujurnya, Rain sangat tidak menyukai berdiri ditempat yang ramai, apalagi ini sebuah pesta. Baginya, berada di tengah kerumunan di sebuah pesta adalah hal yang jauh dari kenyamanan. Namun, tidak ada jalan keluar bagi Rain, dia harus hadir di acara ini.
Rain tampil memukau dalam dress panjang berwarna merah muda yang mengalir elegan, menciptakan kontras cantik dengan kulitnya yang cerah. Rambut panjangnya, yang tadinya sepanjang bahu, kini tampil panjang dan indah berkat bantuan hair extension. Setiap helai rambut terurai dengan begitu sempurna, berkilauan di bawah sorotan lampu-lampu gemerlap di acara tersebut.
Rain berhasil menjadi sorotan di acara ini. Penampilannya yang memesona mendapat banyak perhatian dari para tamu di acara tersebut. Padahal sebenarnya Rain tidak begitu pandai berdandan, namun dengan bantuan si kembar dan make up mahal dan super komplit yang memang sengaja dibawanya dari rumah, Rain berhasil bersinar malam ini.
"Lo bisa liat kan? Karena bakat yang diturunkan Mami ke kita, lo jadi sorotan malam ini! Jadi berhenti meragukan bakat kita." Si kembar menyeringai puas melihat hasil make up mereka yang memuaskan.
Ketiga gadis itu memilih sebuah sofa sebagai tempatnya berlabuh. Mereka tertawa kecil sambil meminum citrus squash yang baru saja disajikan. Disaat yang lain asik meminum minuman beralkohol, mereka tidak ikut-ikutan karena tidak mau ambil resiko jika sampai mabuk.
Acara malam ini seperti acara prom night pada umumnya. Alunan musik DJ diputar keras-keras bersama dengan para tamu yang ikut menari. Sampai ketika, tampak segerombolan kecil pria dengan setelan jas semi formal muncul, membuat semua gadis yang ada sontak menoleh, tak terkecuali mereka bertiga.
Aidan Savian Bagaskara dan rombongannya!
Seakan kedatangannya memang ditunggu oleh gadis-gadis itu, mereka berhasil menyita banyak mata para cewek mantan cabe-cabean sekolah.
"Wah..., mereka tampan-tampan sekali!"
"Benar-benar sulit untuk digapai!"
"Gue seketika pengen pingsan!"
"Woy! Badan gue lemes anjir!"
Pekikan kecil mulai terdengar disekitar tiga gadis yang sekarang menampakkan raut wajah malas ditempat duduknya. Banyak gadis yang mendekati untuk menawarkan diri dengan menari bersama pemuda itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untouchable Rain
Teen FictionSEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!! kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update. Blurb Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
