SEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!!
kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update.
Blurb
Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu. Zee_agt
komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)
Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya.
Heppy Reading....
Vote, komen & share
_____
Akhirnya, setelah kemarin pengumuman kelulusan sudah dibacakan, hari ini Rain akan resmi lulus dari Sma Scienze setelah di wisuda bersama murid-murid lain.
Rain dengan balutan kebaya berwarna pastel lembut, dan rambut yang di sanggul modern, membuat penampilan gadis itu terlihat anggun dan elegan. Tanpa meninggalkan kesan classy yang sudah melekat pada dirinya, Rain juga menambahkan sebuah kalung berlian yang menggantung di lehernya putihnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Selamat untuk Raina Zanaya Ganendra. Siswa peraih nilai ujian terbaik ketiga." Suara gemuruh tepuk tangan menggema di gedung tempat acara berlangsung. Rain tersenyum tipis, kemudian berdiri dari duduknya. Secara otomatis matanya menjelajahi ruangan untuk menemukan orang yang ia sayangi sedang menatapnya dengan bangga.
Oma dan Opa selaku wali murid yang mendampinginya terlihat bertepuk tangan dan tersenyum ke arahnya. Dilain tempat, bisa Rain lihat mamanya juga menatap bangga dengan mata yang berkaca-kaca dari tempat duduknya—sebagai wali murid Sania.
Satu-persatu Rain menaiki tangga untuk naik ke atas panggung yang disediakan. dari atas, Rain dengan jelas melihat teman-temannya bahagia, lega, bangga, disertai kesedihan melepaskan teman-teman dan kekhawatiran akan masa depan.
Benar-benar tidak mudah untuk Rain bisa berdiri di posisinya sekarang. Tiga tahun masa SMA-nya dilewati dengan penuh rintangan yang tidak mudah untuk dilaluinya. Mungkin, alasan itu pula yang membuat Rain menandai hari ini sebagai hari yang spesial sebagai bentuk apresiasi dari diri sendiri, sebagai yang paling tahu tiap apa yang dikerjakan dalam perjalanannya.
"You look great today," bisik seseorang dengan suaranya yang berat.
Rain menengok ke samping untuk menemukan wajah orang yang sudah berani memujinya sebegitu dekat. Tersenyum tipis, tidak sampai memperlihatkan giginya. "Thank you, Aidan."
Aidan akui gadis disampingnya berkali-kali lipat cantik saat dilihat dari jarak sedekat ini. Aidan tiba-tiba mengernyitkan keningnya, karena melihat pipi gadis itu basah karena air mata. Aidan spontan menaikkan satu tangan besarnya hendak mengusap air mata tersebut.
'Tuhan tuh baik banget ya, Pa. Rain bisa bersinar dengan cara lain, Tuhan bantu nutupin luka-luka Rain dengan cara ini. Papa adalah cinta pertama yang paling berkesan, nggak akan pernah Rain lupain. Walaupun, mungkin akan ada cinta lain dikemudian hari, Papa akan selamanya punya tempat spesial di hati Rain.'