Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu:)
ya kali baca doang 😭😭
Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆
Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)
Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya
Ini bab awalnya nggak sampai 2k kata, tapi pas aku revisi jadi lebih wkwk
Heppy Reading....
Vote, komen & share
_______
Setelah mengantarkan Rain dan adiknya, Aidan memutuskan untuk pergi ke basecamp dan mengambil motornya. Sebenarnya rencana awalnya akan menyuruh Rain mengantarkan dirinya ke basecamp saat pulang dari membeli hadiah untuk adiknya tapi mana mungkin Aidan membiarkan Rain mengendarai mobil dengan kondisi yang menurutnya kurang baik karena kejadian di mall tadi.
Aidan menyisir rambutnya menggunakan jari ke belakang, karena kejadian di mall tadi pikirannya sekarang dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan tentang Rain si gadis biang onar. Aidan merasa kalau Rain tidak seburuk yang ia kira selama ini.
Tanpa terasa taxi yang Aidan tumpangi dari kediaman Rain sudah berhenti beberapa meter dari gedung tempat perkumpulan teman-temannya. Aidan mencari uang di saku seragamnya dan menyerahkan pada bapak sopir di depan.
"Makasih mas," Aidan hanya menjawab dengan menganggukkan kepala singkat dan segera keluar.
Seperti biasanya basecamp selalu ramai oleh pemuda-pemuda seumurannya. "Selamat sore bos," sapa cowok dengan tato memenuhi pergelangan tangannya yang kemudian dibalas senyuman tipis dari Aidan.
"Gue abis masak mie goreng, lo mau nggak bos?" tawar laki-laki itu sambil memperlihatkan makanannya.
"Lo makan aja," tolak Aidan.
"Kayaknya ada sedikit masalah deh bos, lo udah tau belum?" tanya cowok lain dengan rambut hijau mentereng.
"Masalah apa?" Aidan mengerutkan keningnya— ponselnya kehabisan baterai saat tadi di mall.
"Lo mending ke lantai atas aja deh, biar dikasih tau mereka."
"Oke, thanks infonya. Kalian kalau ada apa-apa jangan sungkan cerita sama yang lainnya." Aidan, laki-laki itu tidak pernah lupa mengingatkan untuk saling berbagi diantara perkumpulan remaja mereka.
Laki-laki yang bertato itu dulu adalah anggota anak punk jalanan yang suka malak di pasar, namun pertemuannya dengan Zero membawanya masuk kedalam lingkup pertemanannya sekarang— yang tentunya lebih baik.
Sementara yang berambut hijau mentereng, ia dulunya pernah terlibat kasus karena menggebuki seorang gadis dan harus putus sekolah karena di drop out, ternyata gadis yang ia gebuki karena membobol ATM miliknya adalah anak kepala sekolah. Gila memang. Tapi sekarang hidupnya telah lebih baik, karena pertolongan Aidan yang memperkerjakannya di sebuah ruko fotocopy.
Aidan sampai di lantai dua tempat anggota inti berkumpul, Aidan langsung melihat Zero. Lalu mengernyit begitu melihat Reno yang tertidur di karpet dengan muka penuh lebam biru, sementara Erfan bermain game di balkon sambil menghisap rokok. Aidan menaruh paper bag berisi kado dan baju seragam dari Rain tadi di atas meja, kemudian Aidan memilih untuk menghampiri Erfan.
"Reno kenapa mukanya bonyok kayak gitu?" tanya Aidan tanpa basa-basi membuat Erfan sedikit terhenyak karena terkejut.
"Udah pulang bos? Habis jalan kemana sama lucifer?" tanya Erfan dengan nada menggoda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untouchable Rain
Fiksi RemajaSEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!! kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update. Blurb Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
