Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu. Zee_agt
Spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya.
Heppy Reading....
Vote, komen & share
_____
Setelah menghabiskan waktu liburan dengan teman-temannya, sekarang Rain berencana menghabiskan waktu liburannya dengan Ara untuk pergi ke rumah neneknya yang berada di Korea. Setidaknya satu minggu berada disana sepertinya cukup untuk merefresh otak sebelum di sibukkan dengan urusan memilih kampus dan juga pendaftarannya.
"Liburan tahun ini, gimana kalau kita liburannya ke rumah Opa dan Oma, Ara mau?”
“Mau, mau. Ara mau ke Lotte World!”
Saat ini mereka berdua sedang bersantai dikamar Ara. Gadis kecil itu sekarang sudah lebih ceria dari hari-hari sebelumnya. Hubungannya dengan Lisa yang mulai membaik berdampak positif terhadap Ara, dan tentunya Rain juga senang melihatnya.
“Nanti Kakak atur jadwalnya dulu,” ucap Rain sambil membelai lembut rambut adiknya yang sedang menonton kartun Frozen dan bermain boneka Barbie.
Tok! Tok! Tok!
“Masuk! Pintunya tidak saya kunci.”
“Maaf sudah mengganggu waktu bermain Mbak Rain sama Nona Ara. Saya cuma mau kasih ini, tadi waktu nyuci saya tidak sengaja nemuin ini dikantong jas yang kemarin malam Mbak Rain pakai.”
Salah satu pegawai di rumah besar Rain mengulurkan sebuah kotak kecil berwarna hitam kepada Rain. Sejenak Rain memandangi kontak tersebut, benda ini pastilah milik Aidan.
“Bentuk kotaknya seperti kotak perhiasan, ya Mbak. Untung saja tadi saat mau dicuci saya cek kantong-kantongnya dan menemukan itu.”
Rain juga menduganya. Sedetik kemudian Rain jadi teringat setiap perhatian-perhatian Aidan, bahkan ciuman laki-laki itu yang masih sangat jelas ia ingat. Ada apa denganmu Rain? Secepatnya Rain menggelengkan kepalanya kecil, menepis semua kemungkinan liar yang terus mengganggunya akhir-akhir ini.
“Makasih ya, sudah kasih ini ke saya,” ucap Rain dengan senyum tipis.
Semakin hari sikap Rain semakin baik, tidak secuek dulu. Dan tentu hal tersebut membuat orang-orang dirumahnya bersyukur dan ikut merasakan bahagia.
“Sama-sama Mbak. Saya cuma mau kasih itu saja, saya permisi kembali ke belakang dulu,” pamit wanita tersebut teramat sopan.
“Itu apa Kak Rain?” tanya Ara yang juga merasa ingin tahu.
“Kakak juga nggak tau isinya apa, ini punya Kak Aidan.”
Gadis kecil itu terlihat sudah kelelahan setelah menonton satu episode Frozen, kemudian Ara dengan lunglai berpindah dari karpet keatas tempat tidur dan berbaring disana. Rain juga ikut berbaring disana dengan posisi memeluk Ara dan tangan sibuk mengusap kepala adiknya pelan.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Ara tertidur, gadis kecil itu memang seharian ini sibuk bermain. Rain meremas kotak yang masih setia ditangannya karena rasa ingin tahu yang membuncah. Ditambah lagi otaknya memberikan asumsi, jika sepertinya tidak masalah jika ia mengintip isinya sebentar.
Dengan pelan Rain turun dari ranjang Ara dan keluar dari kamar adiknya itu—tujuan Rain adalah kamarnya sendiri. Setelah masuk area pribadinya itu, Rain mengunci pintu dan duduk diatas kasurnya dengan posisi bersila.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untouchable Rain
Novela JuvenilSEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!! kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update. Blurb Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
