BAB 47 // Holiday

298 13 0
                                        

Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu. Zee_agt

Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya.

Heppy Reading....

Vote, komen & share

_____


Rain dengan perasaan setengah hati memasukkan beberapa pakaian kedalam backpack. Aidan, laki-laki itu benar-benar menyebalkan. Bagaimana mungkin pemuda itu mengajaknya untuk sunmori padahal dua hari yang lalu baru saja terluka karena tragedi penyerangan yang sempat mereka alami. Rain sempat menolak, dan juga melarang Aidan untuk ikut, namun tentunya gagal. Aidan beralasan kalau acara ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, sehingga tidak mau membuat kecewa teman-temannya.

"Loh? Rain mau kemana?" tanya Oma Aeri saat melihat Rain turun dari lantai atas sambil membawa tas.

"Rain mau holiday ke puncak dua hari, bolehkan Oma?" jawab Rain lirih, karena takut tidak mendapatkan izin.

"Sama siapa, sayang?"

"Pergi sama Aidan?" tanya Opa Richard yang baru saja datang.

"Kok Opa tau sih?" Rain menatap Richard dengan pandangan penuh tanya, curiga.

"Waktu Aidan nganterin kamu malam-malam itu dia udah bilang sama Opa, sekaligus minta izin." 

Rain mengangguk kecil. Ternyata udah izin jauh-jauh hari, pantas percaya diri banget. Hebat! Aidan dengan mudah bisa yakinin Opa yang super protective.

"Setelah memastikan dia bisa jagain kamu, pasti Opa akan izinkan. Anggap saja ini salah satu reward untuk kamu, enjoy holiday-nya ya."

"Thank you udah izinin Rain liburan." Rain memeluk mereka berdua secara bergantian.

"You guys both deserve a break. Rain jangan jauh-jauh dari Aidan ya, better kemana-mana minta temani dia." Nasehat Oma Aeri.

Rain menganggukkan kepalanya. "Ya udah, Rain berangkat dulu, bye..."

Rain berjalan keluar rumah dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya, jarang sekali—bahkan Rain sendiri lupa kapan terakhir kalinya ia merasa sehidup ini. Oke, apakah Rain harus mengakui bahwa Aidan selama ini sudah banyak memberikan energi positif kepadanya? Sepertinya iya.

"Kok udah disini? Kenapa nggak masuk?" Rain terkejut begitu melihat Aidan yang sudah berada diluar gerbang rumahnya.

"Kebetulan lo keburu keluar rumah. Udah siap semuanya? Udah pamitan sama Opa dan Oma kan?" tanya Aidan memastikan.

Rain menganggukkan kepalanya. "Kok bisa sih gampang banget dapet izin dari Opa?"

Aidan terkekeh kecil. Sangat lucu melihat wajah Rain yang terlihat masih tidak percaya, sekaligus bertanya-tanya.

"And you know that, gue hanya perlu selalu memastikan lo aman. Tapi kenapa baju lo kayak gini?"

"Emangnya kenapa? Nggak cocok?" tanya Rain sambil melihat dirinya sendiri dari bawah.

Aidan mengangguk, namun sedetik kemudian menggelengkan kepalanya. You look so good, always. "Nanti nggak dingin?"

"Gue bawa sweeter panjang juga kok, no problem," ucap Rain enteng. Merasa tidak ada yang bermasalah lagi, Rain kemudian segera naik keatas boncengan motor dengan bantuan Aidan.

***

"Ternyata ada yang bawa mobil juga? Kenapa nggak bawa mobil aja sih." Rain berteriak agar suaranya bisa didengar oleh Aidan yang sedang menyetir motornya.

Untouchable RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang