SEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!!
kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update.
Blurb
Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu:) ya kali baca doang 😭😭
Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆
Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)
Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya
Heppy Reading....
Vote, komen & share
_____
Aidan memencet tombol lantai tiga belas pada lift—dimana unit apartemen miliknya berada. Apartemen yang baru ditempati kurang lebih tujuh bulan—namun sudah menjadi rumah ternyaman untuknya pulang.
Aidan memasukkan password untuk membuka pintu apartemennya. Apartemen yang hanya sebesar kamarnya di rumah orangtuanya dengan konsep mezzanine menjadi pilihannya waktu itu, karena Aidan tidak mau tinggal ditempat yang terlalu besar untuk dihuni sendirian.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Apartemen Aidan memiliki tema yang sangat unik—tidak ada tembok pembatas antara ruang satu dan lainnya. Kamar tidur laki-laki itu berada dilantai dua yang hanya dibatasi oleh pembatas kaca sebatas pinggang. Sementara lantai bawah; ada ruang tamu, mini bar yang menyatu dengan dapur, meja belajar dan kamar mandi. Desainnya pun di dominasi oleh kayu membuat suasana menjadi lebih cozy.
Aidan melepas jaket yang tadi ia gunakan dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa dengan kaki menjuntai ke bawah karena tubuhnya yang terlalu tinggi. Menatap lampu gantung minimalis yang membuat langit-langit apartemennya tidak kosong.
Jika dipikir-pikir—memang benar. Life balance.
Dulu orang tuanya bekerja sangat keras untuk bisa sampai diposisi ini. Orang tuanya punya ambisi untuk bisa seperti sekarang dan pastinya disamping itu ada harga yang harus dibayar. Dan harga itu adalah kebahagiaannya saat kecil harus dikesampingkan.
And what do you get now? Aidan bisa sangat terpenuhi kebutuhan hidupnya. Bisa banyak memilih sesuatu. Seperti, mau sekolah dimana? Mau ke sekolah naik apa? Jika dengan kondisi ekonominya dulu, Sma Scienze hanya sebuah angan-angan dan motor yang ia miliki sekarang hanya sebuah mimpi.
The world works fairly and in balance. Aidan tidak mungkin mengecewakan orang tuanya dengan menghancurkan apa yang dulu mereka perjuangkan.
Ting .... tong .....
Aidan dengan langkah malas-malasan segera membuka pintu. Tidak perlu ditebak—teman-temannya pasti mencarinya yang tumben sekali malam minggu tidak datang ke basecamp atau Exodus seperti biasanya.
"Ngapain kalian kesini?" tanya Aidan dengan nada sebal.