Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu. Zee_agt
Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆
Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)
Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya
Heppy Reading....
Vote, komen & share
_____
Dengan muka pucat Rain berjalan di lorong kelas menuju UKS. Saat ini Rain sedang datang bulan membuat perutnya terasa nyeri. Memang sudah menjadi langganan setiap bulan bagi Rain harus menahan sakit perut dan pinggang karena hari pertama haid.
Namun sepertinya keberuntungan sedang tidak berpihak kepada Rain kali ini, karena hari ini adalah hari senin yang diharuskan seluruh siswa ikut upacara bendera. Dengan tangan meremas perut dibalik kantong hoodie yang dipakainya, Rain memasuki UKS yang sudah ramai murid yang sakit dan tidak bisa mengikuti upacara seperti dirinya.
"Sakit apa Kak?" tanya salah satu adik kelas yang menjaga disana.
"My period is day one."
Tanpa banyak tanya siswi tersebut menganggukkan kepala dan kemudian berlalu pergi. Karena bangkar disana semuanya terisi, Rain memilih menarik kursi dan duduk di dekat meja jaga lalu menelungkupkan wajahnya di atas lipatan tangannya.
"Kakak mau minum obat pereda nyeri?"
Melihat Rain yang sepertinya sangat kesakitan adik kelas tadi memberanikan diri menepuk pundak Rain pelan dan menawarkan obat pereda nyeri. Rain mendongakkan kepalanya dan menggelengkan kepala kecil.
"Gue mau ke kamar mandi dulu," pamit Rain lalu berdiri dari duduknya.
Namun sebelum Rain mengambil langkah untuk meninggalkan UKS, kehadiran dua orang berbeda gender yang ia kenali membuat Rain mengurungkan langkahnya. Sania dan Aidan memasuki UKS bersamaan dengan Aidan memapah Sania yang wajahnya terlihat pucat.
Menyadari keberadaan Rain, entah mengapa Aidan secara spontan menyingkirkan tangan Sania dari pundaknya. Membuat Sania kaget dan hampir terjatuh, tapi untung saja ada seorang siswi sigap membantunya.
"Yang PMR tolong semua murid yang sakit dan nggak ikut upacara di data." Aidan memberikan titah yang langsung diangguki oleh siswa yang bertugas di hari ini.
Rain menatap Sania yang sudah duduk di sofa berbentuk L yang tersedia disana, membuat tatapan mereka bertemu sekilas. Dan Rain menyadari ada yang berbeda dari tatapan gadis tersebut, terpancar kemarahan di dalam bola mata gadis yang tampak berwajah polos tersebut.
Tidak ambil pusing, Rain kembali melangkah keluar dari UKS dengan santai. Aidan yang melihat gadis berambut pendek itu pergi keluar segera mengikuti dari belakang.
"Lo sakit?" tanya Aidan setelah berhasil berjalan sejajar dengan Rain.
"Pertanyaan lo perlu jawaban?" tanya balik Rain dengan nada sinis.
"Bisa aja kan lo pura-pura sakit karena malas upacara," cibir Aidan membuat Rain mendengus sebal.
"Bukan urusan lo. Sana cepetan lo balik ke lapangan!"
Aidan yang melihat cewek di depannya kesal, entah mengapa dirinya suka. Bagi Aidan ini adalah sebuah kemajuan, karena dirinya sudah melihat beberapa hal langka dari gadis di sampingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untouchable Rain
Teen FictionSEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!! kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update. Blurb Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
