Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu. Zee_agt
Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆
Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)
Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya
Heppy Reading....
Vote, komen & share
_____
"Aidan duluan, Bu! Dia nonjok saya."
Aidan mengepalkan tangannya, emosinya kembali meluap mendengar tuduhan dari Reksa.
"—karena Dia adalah pelaku yang menyebarkan video kenakalan saya."
"Jangan asal nuduh gue, lo memangnya punya bukti?" tanya Reksa dengan marah.
"Tunggu Edgar—penjaga teknis saat acara berlangsung." Aidan kemudian duduk di kursi yang ada di ruangan BK.
Reksa langsung terdiam. Sial. Sepertinya Aidan tidak main-main.
"Baiklah, kita tunggu Edgar kesini. Kita bahas hukuman setelah semuanya jelas," ucap guru BK tersebut.
Tidak berapa lama, seorang laki-laki yang ditunggu akhirnya datang dengan Axel. Semua yang berada di dalam ruangan langsung menatap lekat kepada Edgar.
"Edgar silahkan duduk," titah guru BK itu.
Edgar menatap Reksa dengan tatapan mata yang sulit diartikan dan Aidan menyadari hal tersebut. Aidan tahu mereka adalah teman dekat di organisasi Osis.
"Edgar, apa betul kamu yang memutar video kenakalan Aidan di proyektor?" tanya guru BK itu dengan tatapan mata serius untuk melihat setiap gestur tubuh Edgar setelah mendengar pertanyaannya.
Edgar terdiam, dengan wajah menunduk. Lalu ia menatap sekilas Reksa. "Benar Bu, saya pelakunya."
Guru BK tersebut terdiam dengan tatapan penuh kepada tiga murid laki-laki di ruangan itu. "Tanpa kamu beritahu saya tahu kamu melakukan itu dibawah Reksa."
"Bu! Bagaimana mungkin bisa berspekulasi seperti itu?" protes Reksa dengan tangan mengepal dan urat leher menonjol—menandakan ia benar-benar emosi.
"Saya tahu, sedari tadi Edgar terus menatap mata kamu dengan gugup."
Aidan mendengus sebal, namun perlahan emosinya mulai mereda.
"Kalian bertiga sama-sama bersalah. kita bahas hukuman kalian setelah orang tua kalian datang. Saya sudah menghubungi mereka."
"Ngapain pakai manggil orang tua sih Bu. Kasih tau aja hukumannya apa." Reksa berdiri dari duduknya dan menatap guru BK itu.
Aidan menoleh, berusaha melihat raut wajah Reksa, walaupun hanya dari samping. Entah mengapa, Aidan merasakan sosoknya didalam diri Reksa. Laki-laki itu sama takutnya sepertinya. Takut jika orang tuanya marah karena mereka melakukan sebuah kesalahan.
Namun tidak lama Aidan menggelengkan kepalanya pelan, berusaha mengabaikan Reksa. Aidan enggan merasa sok tahu, apalagi merasa iba dengan cowok yang sudah berbuat buruk kepadanya. Toh, mungkin perasaan itu timbul oleh pikirannya yang saat ini cemas.
***
Pagi ini tidak ada wajah cerah yang biasanya terpasang di muka mungil Sania, gadis itu dari tadi murung dan lebih pendiam dari biasanya. Sarah yang melihat hal tersebut sontak menyenggol lengan Shinta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untouchable Rain
Novela JuvenilSEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!! kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update. Blurb Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
