BAB 32 // Izin Sakit

373 43 24
                                        

Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu. Zee_agt

Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆

Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)

Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya

Heppy Reading....

Vote, komen & share

_____

"Gimana tadi Ai?" Wanda bertanya kepada putranya yang sedang menonton televisi.

Aidan memang disuruh oleh Ayahnya untuk pulang ke rumah dan menginap. Setelah masalah yang yang terjadi di sekolah tadi pagi, Aidan belum bertemu dengan Ayahnya membuat ia tidak tahu reaksi apa yang akan ia dapatkan.

"Ha? Apanya Bun?" Aidan mengernyit bingung karena pertanyaan ambigu tersebut.

"Komentar Rain mengenai pastry yang Bunda kasih. Kamu kasihkan dia kan?" Wanda kini duduk disamping Aidan. Membawakan makanan ringan untuk putranya.

Wanda samasekali tidak mempermasalahkan apa yang Aidan lakukan di sekolah sampai membuatnya dipanggil untuk datang. Selama Aidan tidak melewati batasan dan bertanggung jawab atas setiap yang ia perbuat maka Wanda tidak akan marah.

"Rain nggak bilang apa-apa, dia cuma titip sampaikan terimakasih untuk Bunda."

Wanda spontan menggeplak lengan putranya, membuat Aidan bingung. "Kamu nggak tanya pendapat Rain tentang rasanya?" tanya Wanda yang dijawab Aidan dengan gelengan kepala.

"Kamu itu gimana sih Bang. Terus kamu sama Rain gimana? Udah pacaran?"

Aidan menolehkan kepalanya, bingung. Bundanya seketika menjadi heboh.

"Aidan sama Rain cuma temenan," ucap Aidan.

"Mana ada cewek sama cowok temenan. Kamu tuh dekat cewek baik, cantik harusnya pacari dong," gerutu Wanda dengan bibir cemberut. "Besok Bunda mau bikin bamboloni, kamu bawakan untuk Rain lagi ya?"

"Percuma, besok Rain nggak masuk sekolah," ucap Aidan malas.

"Eh, kenapa?"

Aidan menatap Bundanya, ia lalu menggerutu dalam hati karena harus berbohong. Tidak mungkin Aidan berbicara jujur kalau Rain habis di bully di sekolah.

"Sakit Bun, kecapekan." Aidan mengusap wajahnya, entah kenapa Bundanya sangat antusias kepada Rain.

"Ya udah besok Bunda akan masak makanan sehat. Sehabis pulang sekolah kamu antar ke rumahnya aja."

Bingung harus menanggapi apa, Aidan akhirnya hanya mengangguk saja.

***

Ruang BK Sma Scienze pagi ini terasa mencekam dipenuhi perdebatan antara guru BK dan dua siswi perempuan juga dua murid laki-laki yang memiliki tampilan urakan. Dua gadis yang jelas terekam bersalah dalam rekaman cctv sekolah karena kasus bullying itu masih tidak terima dengan keputusan hukuman yang ditetapkan.

"Nggak bisa gitu dong Bu. Kemarin aja Rain bully Sania cuma dapat hukuman ringan, masa sekarang kita di skorsing," ujar Sarah tidak terima.

Aidan yang melihat para pelaku tersebut tidak merasa bersalah menatap tajam mereka. Dirinya ikut dipanggil ke ruang tersebut bukan tanpa alasan, Aidan dijadikan saksi atas kejadian bully yang mengakibatkan queen bullying Sma Scienze harus izin sakit tiga hari kedepan.

Untouchable RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang