Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu. Zee_agt
Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya.
Heppy Reading....
Vote, komen & share
_____
Setelah kejadian tak terlupakan diparkiran tadi, di dalam mobil hanya ada suara radio yang mengalun menyanyikan lagu bad liar. Rain benar-benar dibuat canggung karena kejadian tadi, sementara Aidan masih betah diam entah memikirkan apa, Rain tentunya tidak bisa menebak.
Aidan saat ini tiba-tiba merasa cemas, entah mengapa. Dan sepertinya memang insting Aidan tidak meleset kali ini. Teman-teman brandal Vero kini sudah menunggu mobilnya lewat di sebuah pertigaan jalan dengan motornya.
"Bro! Bukannya itu mobil yang dibilang bos? Porsche hitam itu!"
"Iya! Ayo kita kepung dan giring mobil dia kejalan yang sepi, jangan lupa telfon dan tunggu sampai Vero datang. Baru kita eksekusi!"
Instruksi yang diberikan oleh salah satu dari mereka membuat ketujuh cowok tersebut segera menancap gas untuk mengejar mobil Aidan. Tidak sulit untuk mereka yang menggunakan motor bisa mendekati mobil Aidan yang sedang melaju dengan kecepatan rata-rata.
Aidan benar-benar tidak tahu jika saat ini mobilnya diikuti oleh motor-motor yang melaju seperti peluru, mengejar dibelakang mobilnya.
Gruuung gruuung gruuung
Suara bising yang terdengar dari radius puluhan meter dibelakangnya membuat Aidan seketika sadar akan bahaya yang mengintainya. Aidan mengecek kedua kaca spionnya untuk mengetahui berapa jumlah orang yang mengejarnya.
"Sial!" Umpat Aidan pelan, tapi Rain masih bisa mendengarnya dengan jelas.
Rain langsung melihat ke belakang untuk mengetahui penyebab cowok disampingnya tadi mengumpat. Sontak hal tersebut dengan mudah membangkitkan rasa cemas dalam diri Rain, gadis itu menatap Aidan dengan tatapan seakan bertanya apakah mereka bisa selamat dari kejaran geng motor sialan dibelakangnya.
"Lo duduk yang tenang, gue bisa atasi kok!" Aidan berusaha meyakinkan gadis disampingnya.
Laki-laki itu segera menguasai diri untuk melakukan yang terbaik agar bisa bebas dari mereka yang ternyata membawa senjata. Aidan menambah kecepatan mobilnya dengan gila-gilaan seperti layaknya seorang pembalap profesional yang tidak takut mati.
"Telfon temen lo, dan suruh bilang Zero untuk kirim bantuan!" Instruksi Aidan ditengah fokusnya melakukan manuver disebut tikungan.
Rain tidak menjawab dan hanya menuruti saja, walaupun sebenarnya ia ingin usul agar menelfon polisi saja.
"Halo Nesha! Tolongin gue sama Aidan, kita dikejar geng motor. Gue share lokasinya sekarang!" Rain berteriak ditengah-tengah ketakutannya saat motor-motor itu sudah mengelilingi mobil Aidan yang sedang melaju gila-gilaan.
Prakkk!
Salah satu dari mereka bahkan berhasil menghantam kaca mobil Aidan dengan batu sampai retak, walaupun tidak parah. Rain benar-benar ketakutan sekarang, badan gadis itu bergetar dengan menghadap Aidan dan tangan meremas bahu laki-laki itu, takut-takut kaca mobilnya pecah.
Aidan sangat berusaha keras untuk menyenggol orang-orang yang mengejarnya dengan melakukan manuver gila, dua orang sudah berhasil disingkirkannya. Tapi tentunya hal itu tidak banyak membantu dan membuat orang-orang itu semakin murka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untouchable Rain
Teen FictionSEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!! kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update. Blurb Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
