BAB 35 // Plot Twist

401 37 9
                                        

Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu. Zee_agt

Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆

Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)

Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya

Heppy Reading....

Vote, komen & share

_____

Begitu Aidan memasuki rumah Rain, Bi Tuti yang sedari tadi menyaksikan perdebatan antara Nona Muda dan mantan nyonya di rumah itu dari balik tembok, segera menghampiri Aidan. Bi Tuti segera mengambil tubuh Ara yang masih memejamkan matanya.

Aidan perhatikan dengan seksama raut wajah Bi Tuti yang biasanya terlihat bersemangat dan selalu tersenyum ramah kini terlihat murung dengan mata memerah—jelas sehabis menangis. Hal itu meyakinkan Aidan bahwa setelah kepergian dirinya dan Ara tadi, telah terjadi sesuatu yang serius di rumah ini.

"Apakah Rain baik-baik saja Bi?" tanya Aidan kepada Bi Tuti secara spontan.

Di lantai yang tadinya bersih, terdapat bercak darah yang membentuk jejak telapak kaki dan serpihan dari gelas yang sebelumnya sempat disajikan untuknya, dengan nampan yang juga teronggok di lantai marmer rumah tersebut.

"Mbak Rain kelihatan berantakan banget tadi. Sekarang dia lagi di kamarnya, dan nggak ada yang berani nyamperin."

Bi Tuti turut merasakan sakit melihat kondisi Rain tadi. Setelah Mamanya ditarik paksa oleh suaminya keluar, Rain barulah melepaskan diri dari segala karakter angkuh dan tidak tersentuh yang orang sematkan untuk dirinya. Gadis itu meraung keras-keras di ruang keluarga rumahnya dan melemparkan barang-barang yang ada di atas meja sebagai pelampiasan emosi.

Dengan langkah tertatih dan dibantu sebuah tongkat, Rain menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya lalu menguncinya rapat dari dalam. Bahkan Rain mengabaikan Oma dan Opa yang baru saja datang. 

Pegawai di rumah Rain memang tinggal di rumah yang sama, namun nyatanya selama ini tidak ada yang benar-benar tahu dan mencoba mengetahui kegiatan Rain di dalam kamarnya yang terkunci rapat. Karena terakhir kali ada seorang pegawai yang mencoba untuk memasuki kamar Rain untuk mengajaknya makan, Rain berujung memecat pegawai tersebut.

Bi Tuti menaiki tangga menuju lantai atas untuk menidurkan Ara di kamarnya. Meninggalkan Aidan termenung di ruang keluarga rumah Rain yang masih terasa menegangkan, berasal dari sisa-sisa dari konflik yang barusan terjadi.

"Kamu siapa? Pacarnya Rain?" tanya Aeri sambil menuruni tangga. Aeri tadi sudah berusaha membujuk Rain, namun hasilnya sia-sia.

"Saya Aidan, teman sekolah Rain. Saya sebelumnya diminta Rain untuk mengajak Ara jalan-jalan, karena Rain ingin berbicara serius dengan Mamanya. Tapi, sepertinya ada hal buruk yang terjadi setelah saya dan Ara pergi."

Aeri tersenyum tipis mendengar penjelasan Aidan. "Panggil saya Oma."

"Kalau saya boleh tahu, sebenarnya apa yang terjadi?" Aidan berharap bisa tahu masalah yang dialami Rain dengan detail.

"Oma kira kamu sudah tahu. Tapi, ternyata Rain tidak pernah cerita tentang masalahnya pada temannya," jawab Aeri dengan tatapan sendu. "Oma tidak berhak menceritakannya, kamu tunggu Rain cerita aja ya."

Untouchable RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang