Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu. Zee_agt
Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆
Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)
Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya. Part uwuuu wajib komentar yang banyak!!
Heppy Reading....
Vote, komen & share
_____
Saat ini Aidan sudah berada di dalam mobil, tentunya bersama Rain disampingnya. Aidan menatap gadis disampingnya sekilas—malam ini Rain terlihat lebih cantik dari biasanya.
"Tadi Opa ngomong apa aja?" tanya Rain.
"Nggak ngomong apa-apa," jawab Aidan sambil terkekeh kecil saat melihat Rain terlihat semakin penasaran.
"Nggak mungkin banget, masa gue tinggal kalian cuma diem-diem aja." Rain mendengus sebal. Masalahnya Rain takut jika Opa berbicara banyak tentang dirinya dan membuat orang-orang disekitarnya menjadi sok peduli. Seperti sekarang, Aidan terasa lebih ramah, tidak seperti biasanya.
"Lo nggak usah khawatir. Opa lo baik kok, dia cuma ingin yang terbaik untuk lo. Tapi jujur aja, bicara sama dia bisa buat gue nervous. Opa really loves you." Aidan tidak perlu menceritakan detail obrolannya dengan Richard.
Aidan hanya perlu berhati-hati terhadap ancaman Richard yang mengatakan bahwa tidak akan membiarkannya bertemu Rain lagi jika dirinya membuat Rain menangis atau sakit hati. Wajar jika keluarga gadis disampingnya sangat protektif, mengingat kehidupan Rain selama ini tidak mudah. Pasti orang-orang disekitar Rain sebisa mungkin menjauhkan hal-hal yang berpotensi melukai gadis itu lagi.
"Itu baru Opa lo, gimana kalau gue ketemu sama bokap lo?"
Rain menolehkan kepalanya dan sepenuhnya menatap Aidan yang sibuk menyetir. "Lo tenang aja, lo nggak akan pernah ketemu sama bokap gue."
"Maksudnya?"
"Papa udah meninggal tiga tahun yang lalu."
"Eh? Sorry Rain. Maaf ya...." Aidan benar-benar dibuat terkejut mendengar penuturan Rain barusan. Perlahan rasa bersalah menguasai Aidan, tidak menyangka bahwa kehidupan Rain ternyata lebih sulit dari yang ia bayangkan sebelumnya.
Gadis disampingnya sangat hebat bisa survive sejauh ini. Bahkan Aidan saja tidak bisa membayangkan jika ia ada diposisi Rain, apakah masih sanggup bertahan. Tidak—Aidan mengaku tidak sekuat itu.
"Don't worry, im good, im all good." Rain mengatakan dengan wajah tanpa ekspresi, seakan memang gadis itu sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.
Sebagian besar orang tak seperti bagaimana mereka tampaknya, dan begitu banyak orang salah dipahami, di sisi lain manusia gampang sekali menjatuhkan penilaian. Mungkin itu yang selama ini Aidan lakukan.
"Once again i'm really sorry. Untuk penilaian gue terhadap lo selama ini."
Tiba-tiba tangan kanan Rain yang berada diatas pahanya ditarik paksa dengan gerakan lembut oleh Aidan. Rain tidak bereaksi apapun, selain memandangi tangannya yang sudah berada digenggaman Aidan.
Entah apa yang laki-laki itu pikirkan sehingga menggenggam tangannya. Rain bisa merasakan desir hangat yang menjalar melalui genggaman itu. Namun tidak berselang lama, fokus Rain teralihkan. Rain menatap Aidan yang bisa menyetir hanya dengan satu tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untouchable Rain
Novela JuvenilSEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!! kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update. Blurb Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
