Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu:)
ya kali baca doang 😭😭
Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆
Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)
Jangan lupa untuk spam 😈😈😈 yang banyak
Heppy Reading....
Vote, komen & share
Setelah bel pulang berkumandang sepuluh menit yang lalu, saat ini Rain sedang berdiri sendirian dengan tangan bersedekap dada, menunggu seseorang di koridor penghubung antara parkiran dan deretan ruang kelas.
Tidak lama dari arah koridor segerombolan murid laki-laki berjalan beriringan dengan orang yang ia tunggu. "Lagi nunggu siapa Rain?" tanya Zero basa-basi.
Diantara teman-taman Aidan memang Zero yang paling ramah dan tidak jaim untuk menyapa. "Gue ada urusan sama ketua lo," jawab Rain seadanya.
Aidan yang mendengar pernyataan Rain menaikkan satu alisnya. "Gue mau ngomong sama dia dulu, kalian bisa tunggu di motor," ujar Aidan yang langsung disambut sorakan dari sahabatnya.
"Selera Aidan modelan queen bullying ternyata." Faza berkomentar dengan terkekeh pelan.
"Ngeri," Reno bergidik ngeri saat kembali membayangkan kejadian minggu lalu. Saat dirinya dipermalukan di kantin sekolah yang disaksikan banyak siswa.
"Diluar sikap jelek dia, gue akui dia cantiknya nggak ngotak. Mungkin itu juga yang bikin dia jadi seenaknya melakukan bullying." Zero ikut menambah pendapat yang kemudian diangguki teman-temannya.
Aidan mengikuti langkah lebar Rain yang lebih dulu berjalan di depannya. Sesampainya Rain di dekat mobil merahnya ia memencet tombol pada remot untuk membuka kuncinya, lalu kemudian Rain membuka bagasi belakang mobilnya dan mengambil sebuah paperbag dari sana.
"Nih baju seragam lo," ujar Rain sambil mengulurkan paperbag tersebut di depan Aidan.
"Baju bokap lo masih dirumah gue." Bukannya menerima uluran benda di depannya Aidan malah menggapai gagang pintu kemudi mobil Rain untuk di pegang.
"Terserah mau lo kembalikan atau nggak yang terpenting gue gak ada urusan lagi sama lo," ujar Rain kesal karena cowok di depannya banyak tingkah dan bisa menyebabkan dirinya telat menjemput Ara di sekolahnya.
"Siapa bilang gue ngantar lo kemarin gratis?" tanya Aidan kepada Rain dengan satu tangan masih memegang gagang pintu mobil gadis itu sementara satu tangannya lagi masuk kedalam celana sekolahnya. Kalimat laki-laki itu terdengar sangat menyebalkan sedunia.
"Terus mau lo apa sialan? Gue nggak ada waktu buat ladeni tingkah lo yang nggak jelas kayak gini." Bahkan tatapan Rain sekarang sudah menajam sempurna dan nada suaranya berubah dingin. Gadis dengan kesabaran setipis tissue yang dibagi dua itu mulai marah.
Bukannya menjawab Aidan malah mengangkat bahu acuh dan masuk kedalam ruang kemudi mobil Rain dengan santai— entah mempunyai maksud apa. Tapi yang pasti, tindakan tersebut benar-benar menyulut emosi Rain sepenuhnya. "Lo masuk dulu, nanti gue jelasin."
Aidan membuka jendela mobil dan menatap Rain dengan senyum miring. Sementara Rain yang sadar bahwa dirinya telat untuk menjemput Adiknya menurunkan ego-nya dan masuk kedalam mobilnya. Jika kalian berpikir Rain akan duduk di samping Enzo maka kalian salah besar, Rain tidak sudi duduk disamping cowok itu dan memilih duduk di kursi belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untouchable Rain
Novela JuvenilSEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!! kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update. Blurb Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
