wattpad aku dulu, ya kali baca doang 😭😭
Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆
Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)
Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya
Guys tiba-tiba aja aku demam dan kepala rasanya sakit banget 😭😭
Mungkin karena faktor cuaca ya... Kalian jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan dan jangan begadang.
Heppy Reading....
Vote, komen & share
_____
"Kalau ada masalah jangan pernah lakuin hal kayak tadi. Karena itu nggak bikin masalah lo kelar, tapi mungkin malah membuat masalah baru yang lebih serius."
Aidan mencoba memulai topik pembicaraan, karena sedari tadi di dalam mobil milik Rain hanya diisi sisa kesedihan milik gadis tersebut.
"Udah gue bilang, lo punya teman yang baik yang selama ini nemenin lo dalam ngelakuin banyak hal." Aidan mendengus lirih di akhir kalimatnya. "Pasti mereka juga dengan lapang dada mau dengar cerita lo."
Rain balas menatap Aidan dengan mata redup miliknya yang jarang orang lihat. Membuat Aidan mengunci tatapan mereka di udara.
Memang benar adanya bahwa si kembar pasti akan menjadi pendengar yang baik. Tapi Rain bingung untuk memulai cerita yang sudah terlanjur di sembunyikan. Bukan karena tidak mempercayai sahabatnya, hanya saja Rain enggan untuk berbagi cerita tentang masalahnya. Karena Rain tahu bagaimana kehidupan si kembar yang mungkin juga berat untuk dilalui mereka, jadi Rain tidak mau menambahkan beban pikiran untuk mereka.
"Jangan sampai karena sikap kurang terbuka lo kehilangan orang yang peduli. Mereka merasa kurang dihargai karena lo tanpa sadar memilih untuk menjauh."
"Lo kenapa tiba-tiba jadi peduli sama gue?"
Aidan terdiam cukup lama.
"Gue cuma mau temenan sama lo."
Rain berdecih. "Lo pikir gue percaya?"
"Ya memangnya gue nggak boleh gitu peduli sama sesama manusia?"
"Terserah lo. Tapi kalau lo cuma mau main-main, tolong jangan sama gue. Gue nggak sekuat yang lo kira."
"Akhirnya ngaku juga kalau masih bagian dari warga gampang mleyot, letih, lesu." Aidan mencibir dengan wajah super tengil.
"Sekarang lo mau kemana?"
Rain hanya menggelengkan kepala kecil—tidak tahu harus kemana. Tidak mungkin dirinya pulang dalam keadaan berantakan seperti ini, karena Ara pasti curiga.
"Lo ganti baju dulu, nanti setelah itu gue antar pulang."
Aidan membawa mobil merah tersebut membelah tirai hujan. Rain juga sepertinya tidak terlalu peduli dengan tujuan mereka.
"Lo gak takut kalau gue culik?" tanya Aidan melirik Rain.
Rain mendengus mendengarnya, kemudian mengangkat bahu acuh. Membuat Aidan yang kembali fokus menyetir terkekeh pelan. Mobil akhirnya berhenti di sebuah bangunan bertingkat tinggi. Apartemen mewah yang terletak tidak jauh dari sekolah—yang Rain tahu berisi para pelajar-pelajar elit.
Aidan segera turun dari mobil merah Rain dan mengacak rambut miliknya yang basah. Sementara Rain enggan turun begitu sampai di parkiran basemant. Apa-apaan Aidan membawanya ke tempat seperti ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
Untouchable Rain
Teen FictionSEBELUM BACA WAJIB FOLLOW AKUN WP AKU DULU!! kalian dapat hiburan aku juga merasa dihargai dan semangat untuk update. Blurb Raina Zanaya Ganendra, seorang gadis terkenal di SMA Scienze, bukan karena prestasi akademiknya atau keaktifannya di organisa...
