BAB 13 // Teman

481 62 13
                                        

Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu, ya kali baca doang 😭😭

Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆

Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)

Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya

Heppy Reading....

Vote, komen & share
 
______

Hari ini kelas terasa ramai dan sangat bising, tapi itu hal biasa dan sangat wajar terjadi saat jam pelajaran kosong berlangsung, Rain kira sekolah lain juga sama. Jadwal pelajaran Fisika hari ini tidak berlangsung karena gurunya yang sedang rapat. 

Semua siswa dan siswi sibuk dengan kegiatan masing-masing, ada yang bernyanyi bersama, tidur dengan menggabungkan beberapa kursi, atau yang perempuan melakukan sesi rumpi di pojok kelas dengan sesekali bergaya di depan kamera HP yang ditaruh pada kusen jendela. 

Contohnya seperti si kembar, mereka sibuk membuat konten video pada aplikasi yang banyak digemari remaja. Si kembar memang memiliki pengikut yang bisa di bilang lumayan diperhitungkan pada setiap akun media sosial miliknya. Sementara Rain memilih menelungkupkan wajah pada lipatan tangan di atas meja— dengan hoodie abu-abu melapisi seragamnya. 

"Bolos yuk, dari kemarin kalem-kalem aja," celetuk Nesha saat bosan mulai melanda. 

"Ayolah. Ikut nggak Rain?" tanya Mesha yang tidak lupa untuk mengajak Rain. 

Rain mendongak melihat si kembar lalu mengangguk, karena Rain merasa kalau kelasnya semakin bising dan Rain tidak menyukai hal tersebut. Dengan gaya angkuh yang mendominasi, mereka bertiga beranjak dari kursi masing-masing dan melangkah angkuh keluar dari kelas. 

"Akhirnya bisa bolos lagi, setelah dua minggu kita jadi anak baik," ujar Nesha dengan bahagia. 

"Lo doang, gue sih enggak," ejek Rain dengan sudut bibir terangkat satu. Mesha yang berada di tengah antara keduanya tertawa melihat kembarannya cemberut. 

"Mau bolos kemana nih?" tanya Nesha kepada kedua temannya.

"Rooftop aja, jarang ada patroli BK." Nesha mengusulkan yang kemudian mendapat anggukan setuju. Akhirnya mereka berjalan menuju rooftop

Brakkk

Dengan tingkah bar-bar miliknya Nesha menendang pintu rooftop membuat suara dobrakan yang cukup memekakkan telinga.

"Anginnya lumayan kencang, nggak pernah mengecewakan pokoknya kalau bolos di sini," ujar Mesha sambil merentangkan tangannya lebar membiarkan rambut panjangnya berterbangan. 

Rain memilih untuk segera mengambil posisi duduk pada kursi usang yang ada di sana— namun masih sangat layak pakai, hanya cat kayunya saja yang pudar. 

"Gue punya coklat banyak nih, pada mau nggak?" Nesha menawarkan tiga batang coklat yang terdapat pita pink di tengahnya. Super alay banget. 

"Tumben lo mau bagi-bagi," Rain terkekeh pelan dengan tangan menerima uluran coklat dari Nesha. 

"Sebenarnya ini dari adek kelas, gue cuma menyampaikan amanah aja sih," ujar Nesha dengan cengir kudanya. Membuat gadis random itu mendapatkan hadiah tabokan pelan di kepalanya dari Mesha. 

"Sakit anjir," Nesha meringis.

Saat dirasa matahari sudah terasa menyengat kulit, si kembar mengikuti Rain untuk duduk. Mesha yang merasa gerah memutuskan mengenakan kuncir rambut yang sedari tadi sudah berada di pergelangan tangannya, dirinya menyatukan rambut panjang miliknya menjadi satu— seperti ekor kuda lalu mengikatnya. 

Untouchable RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang