BAB 24 // Cabut

376 55 13
                                        

Sebelum baca jangan lupa follow akun wattpad aku dulu, ya kali baca doang 😭😭

Vote juga dong, tinggal pencet bintang kan gak susah👆

Selain vote kasih komen juga ya, terserah mau ngetik apa aja. Yang penting masih wajar dan bukan hate speech :-)

Jangan lupa spam 😈😈😈 untuk lanjut bab selanjutnya


Heppy Reading....

Vote, komen & share

_____

"Mau cabut?" tanya Aidan spontan.

"Ha?" Rain menatap wajah Aidan dengan bingung.

"Buruan, mau nggak?" Tanya Aidan lagi.

"Lo gila? Lo ketua Osis goblok! Apa kata siswa-siswi kalau tau lo bolos?" Rain heran dan akhirnya menyuarakan protesnya.

"Gue nggak tau, tapi rasanya gue pengen mencoba hal baru. Lagipula masa jabatan gue juga tinggal dua mingguan lagi."

Rain terdiam. Dirinya memang sedang dalam mood yang buruk untuk belajar. Meski awalnya ragu, kenapa sosok seperti Aidan ngajak cabut, akhirnya Rain menyetujui.

Mereka mendekati tepian pagar yang mengelilingi sekolah. Pagar itu cukup tinggi. Rain mengambil langkah mundur karena melihat tembok yang menurutnya tidak bisa ia gapai dengan mudah.

"Buruan," ucap Aidan sambil merendahkan diri dihadapan Rain dan menepuk salah satu pundaknya—menyuruh gadis itu berpijak padanya.

"Beneran gak apa-apa?" Tanya Rain memastikan. Aidan mengangguk.

"Cepetan kakinya naik ke pagar," perintah Aidan merasakan Rain tidak segera bergerak naik keatas.

"Lo tutup mata dulu, nggak usah sok polos." Rain mendengus sebal. Aidan terkekeh kecil, namun tetap menuruti keinginan gadis itu.

Rain akhirnya lebih dulu keluar dari area sekolah. Nasib baik sedang memihak kepada mereka; tidak ada guru BK yang berkeliling dan satpam di gerbang utama sibuk menonton tv, tidak menyadari bahwa ada murid nakal yang kabur dari sekolah.

"Kita mau kemana?"

"Lo ikut aja." Aidan berjalan lebih dulu didepan, diikuti Rain.

Mereka berjalan beberapa meter meninggalkan kawasan sekolah, berbelok pada sebuah gang kecil dan berhenti di sebuah warung. Tempat tongkrongan yang didominasi oleh murid laki-laki yang juga cabut dari sekolah.

"Tunggu disini bentar," ujar Aidan.

"Janu, gue pinjem motor lo bentar ya, nanti lo bisa pakai motor gue dulu."

"Mau kemana bos? Tumben juga lo bawa cewek, gebetan?" 

"Bukan. Jangan cepu ke siapa-siapa ya?" Aidan menepuk pundak temannya.

"Siapp, ati-ati bos jangan sampai kebablasan."

Aidan mengangkat satu jempol tangannya. "Thanks bro." Sebelumnya Aidan juga memberikan kunci motornya kepada temannya itu.

Rain yang sedari tadi hanya memperhatikan hampir menjatuhkan rahangnya.

Selain mempunyai otak, ternyata personal social butterfly-nya seorang Aidan tidak diragukan lagi. Aidan punya jaringan informasi dan koneksi yang luas berkat teman-temannya. Orang seperti itu, bisa mendapatkan apapun yang ia mau.

"Ayo naik," ajak Aidan kepada Rain yang tetap berdiri ditempatnya.

"Thanks udah ajak gue kabur," ucap Rain sambil memakai helm yang diberikan Aidan.

Untouchable RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang