Setelah menjadi ketua dari sebuah organisasi mafia di Italia, Wang Yibo kembali ke Zhuhai, tanah kelahirannya, untuk satu tujuan. Di kota itulah semuanya justru dimulai. Dia bertemu sesosok muda mempesona yang memiliki kesamaan nama dengan saudara y...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Awan kelabu mengambang menutup sebagian warna birunya langit. Sore yang diharapkan jadi awal yang cerah bagi Zhang Ji Su, berubah menjadi kelam dan dipenuhi kemarahan. Setelah dirinya seharian menunggu untuk mendatangi Xiao Zhan, harapan yang ia bawa untuk berbaikan dengan sosok manis itu sirna seketika. Ia mendapati rumah itu kosong.
“Apakah mereka sedang pergi?” ia bertanya pada salah satu penjaga rumah.
“Mereka semua pergi dua hari yang lalu,” penjaga itu menjawab.
“Semua? Dan mereka tidak kembali?” Kening Zhang Ji Su berkerut dalam.
“Iya, Mr. Zhang. Kami tidak tahu mereka ke mana, kami hanya melihat semua dari mereka membawa koper,” satu penjaga lain menjawab.
“Apa maksudnya membawa koper? Dan kalian tidak mencegah mereka? Harusnya kalian langsung mengabariku!”
Nada suara Zhang Ji Su mulai tinggi sambil melangkah lebar menuju tangga. Derap sepatunya yang tergesa-gesa menaiki anak tangga terdengar jelas di tengah sepinya suasana rumah. Dia langsung menerobos memasuki kamar Xiao Zhan, mengedarkan pandang dan mendekati lemari di sisi kamar. Kedua matanya melebar kaget dan tak percaya ketika pintu lemari itu terbuka dan memperlihatkan isinya yang kosong. Lemari yang biasanya disesaki baju Xiao Zhan kini hanya tinggal beberapa gelintir dan itu pun baju yang pernah ia berikan langsung untuk pemuda manis itu.
Emosinya langsung naik ke kepala. Ketakutannya bahwa Xiao Zhan lepas dari tangannya kini mulai menghantui. Pemuda manis itu bahkan tidak membawa pakaian yang ia berikan. Dengan wajah merah padam, Ji Su keluar dari kamar Xiao Zhan dan memeriksa kamar Jiyang. Kondisi sama yang ia lihat kembali membuat darahnya mendidih. Kini ia yakin bahwa Xiao Zhan dan orang-orangnya sudah pergi meninggalkan rumah mewah itu. Sangkar emas yang sengaja ia hias untuk menjaga sosok indah di dalamnya, ternyata tidak cukup untuk mengikat Xiao Zhan, meski ia sudah memberikan segalanya.
Dengan kepala panas dan hati terbakar amarah, rasa lain yang kini membuat darahnya semakin mendidih adalah cemburu. Dugaan bahwa Xiao Zhan lari ke pelukan Wang Yibo membuat emosinya menggelegak. Kemarahannya ia lampiaskan pada dua pengawal yang mengikutinya ke atas. Tamparan keras dari tangannya kini mendarat di wajah masing-masing penjaga.
“Kalian berdua bodoh! Kalian membiarkan mereka pergi begitu saja? Dan tidak ada satu pun yang memberitahuku?!” Teriakannya menggema di ruang santai lantai dua.
“Maafkan kami, Mr. Zhang. Kami pikir mereka hanya pergi berlibur.” Dengan kepala tertunduk, salah satu penjaga menjawab.
“Idiot!”
Zhang Ji Su kembali mengumpat. Kakinya mondar mandir di depan pengawal yang saling bertukar pandang. Saat ini sebenarnya ia memiliki dugaan kuat, hanya satu orang yang mampu membuat Xiao Zhan berontak dari penjagaan yang ia lakukan selama ini, dan itu adalah Wang Yibo.