Setelah menjadi ketua dari sebuah organisasi mafia di Italia, Wang Yibo kembali ke Zhuhai, tanah kelahirannya, untuk satu tujuan. Di kota itulah semuanya justru dimulai. Dia bertemu sesosok muda mempesona yang memiliki kesamaan nama dengan saudara y...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
___ Love in Zhuhai by AR Yizhan ___
🤍🤍🤍
Selama memainkan piano, Xiao Zhan berusaha untuk tampil sesempurna biasanya. Sewaktu tadi masih berdiri di depan stand mic yang ada di tengah panggung, ia menyaksikan kemunculan Wang Yibo yang berdandan dengan cemerlang malam itu. Xiao Zhan merasakan dadanya berdebar-debar, gejolak kerinduan yang ia rasakan pada pemuda itu nyaris melumpuhkan. Namun ia harus bisa menguasai diri, bersikap seakan tidak ada yang ia kenal di klub itu, terlebih sewaktu melihat Yibo mendekati tempat duduk Zhang Ji Su.
Saat ini, penampilannya sudah sepenuhnya selesai, dan ia beranjak menuruni panggung. Dengan langkah anggun dan senyum manis yang tersungging untuk menyapa setiap orang yang ia lewati, Xiao Zhan kini menghampiri tempat VIP dimana dua orang tampan itu sedang duduk bersama. Sebelum benar-benar mendekat, ia menarik nafas panjang terlebih dulu dan melenggang menghampiri Zhang Ji Su. Senyum manisnya kembali merekah seraya menyambut tangan Ji Su yang terulur.
“Kau sangat bersinar malam ini,” kata-kata Zhang Ji Su diiringi tarikan tangannya yang menuntun Xiao Zhan untuk duduk di sisinya.
Xiao Zhan hanya membalas dengan senyuman. Ia melempar pandangannya pada Yibo setelah menurunkan pantatnya dengan gemulai.
“Kau bersama tamu spesial?” ia bersikap seakan tidak mengenal Wang Yibo.
“Ah, kenalkan, dia teman lamaku, baru kembali dari Italia. Namanya Wang Yibo,” Ji Su mengerlingkan mata.
“Kalau begitu temanmu bisa bahasa Italia?” senyum Xiao Zhan kembali tersungging.
“Kau bisa mengetesnya,” kedipan mata Ji Su membuat Xiao Zhan hanya melebarkan senyum.
Ji Su mengalihkan tatapan pada Yibo yang masih menikmati minuman dengan gayanya yang santai. Duduk bertumpang kaki dan bersikap tenang seolah tidak terganggu oleh sikap mesra yang ditunjukkannya pada Xiao Zhan.
“Yibo, bukankah kau ingin mengenal kekasihku? Dia Xiao Zhan. Sosok paling mempesona di kota ini.”
“Kau berlebihan,” timpal Xiao Zhan.
Senyum Yibo terulas sewaktu ia memindahkan gelas ke tangan kiri dan mengajak berjabat angan dengan uluran tangan kanannya.
“Wang Yibo,” ia berkata singkat.
Tangan yang bertemu itu lagi-lagi menjadi pusat perhatian Zhang Ji Su. Ia seakan ingin mengetahui apakah kedua orang itu benar-benar asing atau pernah bertemu sebelumnya. Matanya dengan cepat berpindah-pindah antara raut muka Xiao Zhan dan ekspresi Yibo. Namun untuk saat ini, ia tidak menangkap perubahan apapun. Mungkin karena pertemuan tangan itu hanya berlangsung selama sedetik. Namun ia masih tetap penasaran karena pengaruh omongan tangan kanannya malam itu.