KREKKK...
Suara pintu besi penjara terbuka memenuhi lorong yang lembap.
"Tahanan nomor 157." Seorang sipir memanggil sambil mengetuk jeruji sel.
Dua sipir lainnya masuk dan menggiring seorang gadis keluar.
Rambut hitam sebahunya tampak berantakan, sementara iris mata safirnya tetap memancarkan tatapan dingin yang tak berubah meski mengenakan pakaian tahanan lusuh bernomor 157.
Mereka berhenti di depan gerbang utama.
Sipir itu membuka borgol di kedua pergelangan tangannya.
"Tahanan nomor 157... Caterine."
"Hari ini kau bebas."
Klik.
Borgol itu terlepas.
Namun belum sempat Caterine menarik tangannya, salah satu sipir sengaja menggeser telapak tangannya menyusuri pinggang gadis itu.
TAP!
Caterine menepis tangan itu begitu keras hingga terdengar bunyi benturan.
Tatapan safirnya berubah tajam. "Sekali lagi kau menyentuhku... akan kupotong tanganmu."
Sang sipir langsung naik pitam. "Dasar perempuan rendahan! Beraninya kau—"
BUGH!
Tinju sipir itu menghantam perut Caterine.
Tubuhnya sedikit terdorong ke belakang, tetapi ekspresinya nyaris tak berubah.
Ia hanya mengangkat wajahnya perlahan.
Tatapan itu membuat sang sipir sendiri sedikit bergidik.
"Cukup!" Sipir lain buru-buru memisahkan mereka.
"Jangan membuat masalah di hari pembebasannya."
Lalu ia menoleh pada Caterine. "Pergi."
Caterine hanya mendecih pelan. 'Sampah... banyak bicara.'
Tanpa sepatah kata lagi, ia meninggalkan gerbang penjara.
.
.
.
Sudah hampir satu jam ia berjalan tanpa tujuan.
Langkahnya pelan, matanya terus mengamati jalanan kota yang terasa begitu asing. Tak ada rumah untuk dituju. Tak ada siapa pun yang menunggu kepulangannya.
Lalu...
Grrr...
Perutnya berbunyi cukup keras.
Caterine menatap langit datar. "Sial... aku belum makan apa pun sejak pagi."
BUGHH! DUAGH! BUGH!
Suara pukulan terdengar dari sebuah gang sempit.
"Cepat serahkan semua barangmu!" Tiga pria bertubuh besar mengerubungi seorang pemuda berambut pirang yang sudah babak belur.
"Kalau tidak, kami akan menghabisimu!"
Caterine hanya melirik sekilas. 'Sampah di luar penjara ternyata tak jauh berbeda dengan yang di dalam.'
Ia kembali melangkah tak berniat untuk ikut campur.
"Ayo! Cepat!" Salah satu pria menarik kerah si pemuda hingga tubuhnya terangkat. "Serahkan semuanya!"
Langkah Caterine berhenti. Ia menghela napas pendek. 'Berisik.'
Detik berikutnya—
BUGH!!
KAMU SEDANG MEMBACA
-SAPPHIRE- (Shingeki No Kyojin X Reader)
Fanfiction"We get our hands dirty, so the world stays clean" •◇◇◇• "Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi" "Jadi jangan pernah menyesal dengan keputusan yang kau ambil" •◇◇◇• "Ada apa kalian kemari" "Kau...
